• Latest
Rupiah Ditutup Rp18.055/US$, BI Optimalkan Triple Intervention & SRBI

Rupiah Ditutup Rp18.055/US$, BI Optimalkan Triple Intervention & SRBI

July 29, 2026
Asing Kompak Lepas Saham Blue Chip Kala IHSG Terkoreksi Tajam

Asing Kompak Lepas Saham Blue Chip Kala IHSG Terkoreksi Tajam

July 29, 2026
Ekonom Apresiasi Langkah BI Pertahankan Suku Bunga

Ekonom Apresiasi Langkah BI Pertahankan Suku Bunga

July 29, 2026
Purbaya Buka Suara Usai Perry Warjiyo Mundur dari BI, Pastikan Ini

Purbaya Buka Suara Usai Perry Warjiyo Mundur dari BI, Pastikan Ini

July 29, 2026
BNI Siap Buyback Saham Rp627 Miliar

BNI Siap Buyback Saham Rp627 Miliar

July 29, 2026
Purbaya Pastikan KSSK Solid Jaga Pasar Usai Perry Warjiyo Mundur

Purbaya Pastikan KSSK Solid Jaga Pasar Usai Perry Warjiyo Mundur

July 29, 2026
Purbaya Anggap Destry Cocok Pimpin BI, Sebut Alasan Ini

Purbaya Anggap Destry Cocok Pimpin BI, Sebut Alasan Ini

July 28, 2026
Purbaya Pimpin Rapat Perdana KSSK Plus Danantara, Ini Hasilnya!

Purbaya Pimpin Rapat Perdana KSSK Plus Danantara, Ini Hasilnya!

July 28, 2026
Sebagai Undangan & Tanpa Hak Suara

Sebagai Undangan & Tanpa Hak Suara

July 28, 2026
Purbaya Anggap Destry Cocok Jadi Pimpin BI, Sebut Alasan Ini

Purbaya Anggap Destry Cocok Jadi Pimpin BI, Sebut Alasan Ini

July 28, 2026
Rapat Perdana KSSK Plus Danantara, Purbaya: Berlangsung Amat Dinamis

Rapat Perdana KSSK Plus Danantara, Purbaya: Berlangsung Amat Dinamis

July 28, 2026
Purbaya, Pjs Gubernur BI hingga OJK Kumpul di Kantor LPS, Ada Apa?

Purbaya, Pjs Gubernur BI hingga OJK Kumpul di Kantor LPS, Ada Apa?

July 28, 2026
BCA (BBCA) Kantongi Laba Rp 29,5 T di Semester 1 2026

BCA (BBCA) Kantongi Laba Rp 29,5 T di Semester 1 2026

July 28, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Wednesday, July 29, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

Rupiah Ditutup Rp18.055/US$, BI Optimalkan Triple Intervention & SRBI

1 hour ago
in Market
Rupiah Ditutup Rp18.055/US$, BI Optimalkan Triple Intervention & SRBI
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah mengalami depresiasi terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Garuda kembali ditutup melemah terhadap greenback pada perdagangan Selasa (28/7/2026).

Merujuk data Refinitiv, rupiah ditutup terdepresiasi 0,31% ke posisi Rp18.055/US$. Pelemahan tersebut membuat rupiah berakhir di zona merah selama empat hari perdagangan beruntun.

Direktur Eksekutif Senior, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia (BI) Erwin Gunawan Hutapea, menegaskan bank sentral terus berkomitmen menjaga stabilitas sebagai prasyarat utama mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Di tengah ketidakpastian global yang tinggi, stabilisasi nilai tukar Rupiah terus diperkuat sehingga konsisten mendukung pencapaian sasaran inflasi dan mendorong kegiatan ekonomi,” papar Erwin.

Selain itu, dia memastikan optimalisasi bauran kebijakan moneter dalam menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah ditingkatkan. Tidak hanya mengandalkan suku bunga kebijakan, instrumen moneter lain juga dipertajam.

“Berbagai instrumen, termasuk triple intervention di pasar valas (Spot, NDF dan DNDF) serta optimalisasi instrumen moneter seperti SRBI yang didukung fasilitas insentif swap dan DNDF hedging, terus dioptimalkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar sekaligus mendukung masuknya aliran modal asing,” ujarnya.

Lebih lanjut, kata Erwin, BI juga terus menjaga kecukupan likuiditas pasar uang dan perbankan diperkuat. Adapun, dia menegaskan posisi SRBI berada dalam tren yang lebih terkendali.

Ke depan, Erwin memastikan penerbitan SRBI terus diarahkan agar selaras dengan kebutuhan pengelolaan likuiditas dan mendukung masuknya aliran modal asing guna memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah. Di sisi lain, BI juga terus mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

“Implementasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) akan terus diperkuat guna mendorong pembiayaan kepada sektor-sektor prioritas, termasuk penguatan mekanisme redistribusi likuiditas di sektor keuangan agar transmisi pembiayaan menjadi semakin efektif,” ujar Erwin.

Selain itu, dia menuturkan kebijakan digitalisasi sistem pembayaran juga terus diakselerasi sehingga makin mendorong pertumbuhan ekonomi.

(haa/haa)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Asing Kompak Lepas Saham Blue Chip Kala IHSG Terkoreksi Tajam

Asing Kompak Lepas Saham Blue Chip Kala IHSG Terkoreksi Tajam

July 29, 2026
Ekonom Apresiasi Langkah BI Pertahankan Suku Bunga

Ekonom Apresiasi Langkah BI Pertahankan Suku Bunga

July 29, 2026
Purbaya Buka Suara Usai Perry Warjiyo Mundur dari BI, Pastikan Ini

Purbaya Buka Suara Usai Perry Warjiyo Mundur dari BI, Pastikan Ini

July 29, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .