• Latest
Rupiah Melemah Tipis, Dolar AS Naik ke Rp18.145

Rupiah Melemah Tipis, Dolar AS Naik ke Rp18.145

November 3, 2026
IHSG Masih Volatil & Rupiah Tertahan di Level Rp18.100 per USD

IHSG Masih Volatil & Rupiah Tertahan di Level Rp18.100 per USD

November 3, 2026
IHSG Masih Volatil & Rupiah Tertahan di Level Rp18.100 per USD

IHSG Masih Volatil & Rupiah Tertahan di Level Rp18.100 per USD

November 3, 2026
Breaking! IHSG Turun 1%, Ini Penyebabnya

Breaking! IHSG Turun 1%, Ini Penyebabnya

November 3, 2026
Breaking! IHSGTurun 1%, Ini Penyebabnya

Breaking! IHSGTurun 1%, Ini Penyebabnya

November 3, 2026
Bukan Cuma Boy Thohir, Ini Deretan Pengendali di Balik Adaro (AADI)

Bukan Cuma Boy Thohir, Ini Deretan Pengendali di Balik Adaro (AADI)

November 3, 2026
Bos PGAS Diam-Diam Tambah Kepemilikan Saham, Rogoh Kocek Segini

Bos PGAS Diam-Diam Tambah Kepemilikan Saham, Rogoh Kocek Segini

November 3, 2026
BEI Siapkan Jurus Baru, Bidik Pelaku Manipulasi Saham

BEI Siapkan Jurus Baru, Bidik Pelaku Manipulasi Saham

November 3, 2026
Salim Group Terseret Isu Karhutla, Indofood (INDF) Ungkap Fakta Ini

Salim Group Terseret Isu Karhutla, Indofood (INDF) Ungkap Fakta Ini

November 3, 2026
IHSG Dibuka Menguat 0,58% ke Level 5.126

IHSG Dibuka Menguat 0,58% ke Level 5.126

November 3, 2026
Bursa Asia Dibuka Bervariasi, Sektor Teknologi Masih Jadi Sorotan

Bursa Asia Dibuka Bervariasi, Sektor Teknologi Masih Jadi Sorotan

November 3, 2026
IHSG Ditutup Menguat 0,79%, Simak 5 Saham Pilihan Hari Ini

IHSG Ditutup Menguat 0,79%, Simak 5 Saham Pilihan Hari Ini

November 3, 2026
BEI Akan Periksa Acak Laporan Emiten, Direksi Tak Bisa Lagi Main-Main

BEI Akan Periksa Acak Laporan Emiten, Direksi Tak Bisa Lagi Main-Main

November 3, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Tuesday, November 3, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Rupiah Melemah Tipis, Dolar AS Naik ke Rp18.145

1 hour ago
in Lifestyle
Rupiah Melemah Tipis, Dolar AS Naik ke Rp18.145
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Rupiah belum mampu bangkit pada awal perdagangan Selasa (3/11/2026). Mata uang Garuda kembali dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Merujuk data Refinitiv, rupiah mengawali perdagangan dengan pelemahan 0,03% ke posisi Rp18.145/US$. Pergerakan tersebut melanjutkan pelemahan pada Senin (2/11/2026), ketika rupiah ditutup turun 0,11% di level Rp18.140/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 09.00 WIB terpantau menguat tipis 0,05% ke posisi 101,799. DXY berbalik naik setelah ditutup melemah 0,13% pada perdagangan sebelumnya.


Rupiah belum mampu memanfaatkan sentimen positif dari penurunan harga minyak dunia pada pembukaan perdagangan. Penguatan tipis DXY pagi ini masih membatasi ruang gerak mata uang Garuda, meski dolar AS berada di sekitar level terendah dalam sebulan.

Harga minyak Brent merosot lebih dari 7% pada perdagangan Senin kemarin, hingga mencatat penurunan harian terdalam dalam beberapa bulan. Koreksi terjadi setelah Iran menyatakan komunikasi dengan AS untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung delapan bulan masih berlanjut.

Harapan terhadap penyelesaian konflik meredakan kekhawatiran mengenai gangguan pasokan energi. Penurunan harga minyak kemudian membantu mengurangi kekhawatiran inflasi sekaligus menekan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun berada di sekitar 4,9145%, sedangkan tenor 30 tahun sebesar 5,2868%. Keduanya sebelumnya turun ke posisi terendah dalam hampir dua bulan.

Turunnya imbal hasil mengurangi dukungan bagi dolar AS dan membuka ruang bagi mata uang lain untuk menguat. Bagi Indonesia yang masih membutuhkan impor minyak, energi yang lebih murah juga berpotensi meredakan kebutuhan valuta asing untuk pembayaran impor.

Namun, ruang penguatan rupiah masih dibayangi kehati-hatian investor. Kekhawatiran terhadap saham-saham terkait kecerdasan buatan atau AI serta ketidakpastian pemilu sela AS membuat dolar tetap dicari sebagai aset aman.

“Harga energi yang lebih murah mengubah dinamika pasar valuta asing, sementara kekhawatiran mengenai AI dan risiko pemilu AS memperkuat pandangan kami bahwa dolar AS masih mendapat dukungan,” kata ahli strategi valuta asing OCBC Sim Moh Siong dalam catatannya.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
IHSG Masih Volatil & Rupiah Tertahan di Level Rp18.100 per USD

IHSG Masih Volatil & Rupiah Tertahan di Level Rp18.100 per USD

November 3, 2026
IHSG Masih Volatil & Rupiah Tertahan di Level Rp18.100 per USD

IHSG Masih Volatil & Rupiah Tertahan di Level Rp18.100 per USD

November 3, 2026
Breaking! IHSG Turun 1%, Ini Penyebabnya

Breaking! IHSG Turun 1%, Ini Penyebabnya

November 3, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .