• Latest
Rupiah Menguat 4 Hari Beruntun, Dolar AS Turun ke Rp17.750

Rupiah Menguat 4 Hari Beruntun, Dolar AS Turun ke Rp17.750

August 10, 2026
Buka 202 Toko Baru di 2026, MDIY Bawa Dampak Nyata ke Mitra Lokal

Buka 202 Toko Baru di 2026, MDIY Bawa Dampak Nyata ke Mitra Lokal

November 2, 2026
OJK Resmi Gabungkan 4 Bank, Begini Nasibnya Pasca Merger

OJK Resmi Gabungkan 4 Bank, Begini Nasibnya Pasca Merger

November 2, 2026
Bulan Oktober 2026 Brutal untuk IHSG

Bulan Oktober 2026 Brutal untuk IHSG

November 2, 2026
OJK Resmi Gabungkan 4 BPR, Begini Nasib Bank Hasil Merger

OJK Resmi Gabungkan 4 BPR, Begini Nasib Bank Hasil Merger

November 2, 2026
OJK Belum Pidanakan Kasus BREN, CUAN-DSSA, Ini Alasannya

OJK Belum Pidanakan Kasus BREN, CUAN-DSSA, Ini Alasannya

November 2, 2026
Rupiah Rp18.125 per Dolar AS

Rupiah Rp18.125 per Dolar AS

November 2, 2026
Breaking! IHSG Turun 1% Lebih, Ini Penyebabnya

Breaking! IHSG Turun 1% Lebih, Ini Penyebabnya

November 2, 2026
IHSG Dibuka Turun 0,35% ke 5.039

IHSG Dibuka Turun 0,35% ke 5.039

November 2, 2026
Bursa Kripto Terbesar Binance Kena Hack Rp111 T, Apakah Kripto Aman?

Bursa Kripto Terbesar Binance Kena Hack Rp111 T, Apakah Kripto Aman?

November 2, 2026
Investor Cermati Saham Teknologi, Bursa Asia Bergerak Melemah

Investor Cermati Saham Teknologi, Bursa Asia Bergerak Melemah

November 2, 2026
IHSG Anjlok 7% Sepekan, Simak 5 Saham Pilihan Hari Ini

IHSG Anjlok 7% Sepekan, Simak 5 Saham Pilihan Hari Ini

November 2, 2026
Gandeng China, MKNT Bidik Proyek Sampah Jadi Listrik Danantara

Gandeng China, MKNT Bidik Proyek Sampah Jadi Listrik Danantara

November 2, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Monday, November 2, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

Rupiah Menguat 4 Hari Beruntun, Dolar AS Turun ke Rp17.750

3 months ago
in Market
Rupiah Menguat 4 Hari Beruntun, Dolar AS Turun ke Rp17.750
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah berhasil menutup perdagangan awal pekan dengan penguatan tajam melawan dolar Amerika Serikat (AS).

Merujuk data Refinitiv, pada penutupan perdagangan Senin (10/8/2026), rupiah terapresiasi 0,75% ke posisi Rp17.750/US$.

Penguatan hari ini sekaligus melanjutkan tren positif rupiah yang berlangsung sejak 5 Agustus 2026 atau dalam empat hari perdagangan secara beruntun.

Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah sudah menguat sejak pembukaan. Pada pagi hari, rupiah dibuka terapresiasi 0,48% ke posisi Rp17.800/US$, kemudian bertambah kuat hingga penutupan.

Rupiah bergerak di rentang Rp17.730-Rp17.825/US$ sepanjang perdagangan. Posisi penutupan hari ini juga lebih kuat 50 poin dibandingkan level pembukaan.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 15.00 WIB terpantau menguat 0,12% ke posisi 99,656.


Rupiah tetap mampu menguat tajam meski DXY bergerak tipis di zona hijau. Penguatan mata uang Garuda membesar pada siang hari setelah Istana mengumumkan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI).

Presiden Prabowo Subianto telah mengirimkan surat kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengenai calon Gubernur BI. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengonfirmasi hanya terdapat satu nama yang diajukan.

“Namanya tunggal, satu nama, Bu Destry Damayanti,” kata Prasetyo kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (10/8/2026).

Destry saat ini menjabat sebagai Pejabat Sementara Gubernur BI setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri pada 25 Juli 2026 karena alasan pribadi.

Pengajuan satu nama memberikan kepastian lebih besar mengenai arah pergantian kepemimpinan BI. Kepastian tersebut cukup penting bagi pasar karena berkaitan dengan kesinambungan kebijakan moneter, stabilitas rupiah, dan independensi bank sentral.

Meski demikian, Destry masih harus menjalani proses di DPR sebelum ditetapkan sebagai Gubernur BI definitif.

Adapun dari sisi eksternal, DXY yang masih berada sekitar posisi terendahnya dalam dua bulan terakhir turut membuat dorongan positif bagi rupiah. Dolar AS sempat tertekan pada Jumat pekan lalu setelah laporan ketenagakerjaan periode Juli yang menunjukkan perekonomian AS secara tidak terduga kehilangan lapangan kerja, sementara data dua bulan sebelumnya direvisi turun tajam.

Pelemahan pasar tenaga kerja ini mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed), pada September mendatang. Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sekitar 44%, turun dari 67% pada pekan sebelumnya.

Pelaku pasar global selanjutnya menantikan data inflasi AS periode Juli. Hasil data tersebut akan menjadi petunjuk penting mengenai arah kebijakan The Fed yang sekaligus dapat menentukan pergerakan dolar AS hingga dampaknya terhadap rupiah.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Buka 202 Toko Baru di 2026, MDIY Bawa Dampak Nyata ke Mitra Lokal

Buka 202 Toko Baru di 2026, MDIY Bawa Dampak Nyata ke Mitra Lokal

November 2, 2026
OJK Resmi Gabungkan 4 Bank, Begini Nasibnya Pasca Merger

OJK Resmi Gabungkan 4 Bank, Begini Nasibnya Pasca Merger

November 2, 2026
Bulan Oktober 2026 Brutal untuk IHSG

Bulan Oktober 2026 Brutal untuk IHSG

November 2, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .