• Latest
Rupiah Menguat, Dolar AS Turun Jadi Rp18.045

Rupiah Menguat, Dolar AS Turun Jadi Rp18.045

July 10, 2026
Siap-Siap, Perusahaan Singapura Ini Mau Tender Offer Saham NAYZ

Siap-Siap, Perusahaan Singapura Ini Mau Tender Offer Saham NAYZ

October 2, 2026
Akhiri Sesi I, IHSG Anjlok 0,34%

Akhiri Sesi I, IHSG Anjlok 0,34%

October 2, 2026
Bukan Lagi InJourney, 34 Bandara Kini Dikelola Entitas Usaha GGRM

Bukan Lagi InJourney, 34 Bandara Kini Dikelola Entitas Usaha GGRM

October 2, 2026
Dua Petinggi Erajaya Borong Saham Lewat Program MESOP

Dua Petinggi Erajaya Borong Saham Lewat Program MESOP

October 2, 2026
JPFA Jual Anak di India dan Vietnam Rp1,8 Triliun, Ini Pembelinya

JPFA Jual Anak di India dan Vietnam Rp1,8 Triliun, Ini Pembelinya

October 2, 2026
ADB Gelontorkan Rp11,66 Triliun Bantu Likuiditas Pasar Keuangan RI

ADB Gelontorkan Rp11,66 Triliun Bantu Likuiditas Pasar Keuangan RI

October 2, 2026
Hashim Djojohadikusumo Mundur Dari Komut, Saham WIFI Anjlok 9%

Hashim Djojohadikusumo Mundur Dari Komut, Saham WIFI Anjlok 9%

October 2, 2026
Hashim Djojohadikusumo Mundur Dari Komut WIFI, Sahamnya Anjlok 9%

Hashim Djojohadikusumo Mundur Dari Komut WIFI, Sahamnya Anjlok 9%

October 2, 2026
Emiten Plastik RI Ini Mau Rights Issue Jumbo di Harga Rp685

Emiten Plastik RI Ini Mau Rights Issue Jumbo di Harga Rp685

October 2, 2026
Wamenkeu Juda Agung Blak-blakan Soal Rencana Pembatasan Pertalite

Wamenkeu Juda Agung Blak-blakan Soal Rencana Pembatasan Pertalite

October 2, 2026
Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Rp17.925

Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Rp17.925

October 2, 2026
Hashim S. Djojohadikusumo Mundur Dari Kursi Komisaris Utama WIFI

Hashim S. Djojohadikusumo Mundur Dari Kursi Komisaris Utama WIFI

October 2, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Friday, October 2, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Rupiah Menguat, Dolar AS Turun Jadi Rp18.045

3 months ago
in Lifestyle
Rupiah Menguat, Dolar AS Turun Jadi Rp18.045
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Mata uang Garuda berhasil menutup perdagangan terakhir pekan ini dengan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Penguatan terjadi di tengah pelemahan indeks dolar AS.

Melansir data Refinitiv, nilai tukar rupiah ditutup di posisi Rp18.045/US$ atau terapresiasi 0,14% pada perdagangan Jumat (10/7/2026). Penguatan ini sekaligus membalikkan posisi rupiah pada penutupan perdagangan sebelumnya, ketika mata uang Garuda ditutup di level terlemah dalam sebulan terakhir.

Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah sejatinya sudah dibuka menguat pada pagi tadi. Penguatan tersebut berlanjut hingga penutupan perdagangan, dengan rupiah bergerak di rentang Rp18.045-Rp18.075/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, per pukul 15.00 WIB terpantau terkoreksi 0,11% ke level 100,788.


Pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini mendapat angin segar dari pelemahan indeks dolar AS di pasar global.

Dolar AS melemah untuk sesi kedua beruntun setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali melancarkan serangan. Meski ketegangan Timur Tengah kembali meningkat, pelaku pasar juga mencermati perkembangan harga minyak dan prospek inflasi global.

Iran disebut melancarkan serangan ke infrastruktur militer AS di negara-negara Teluk setelah AS menyerang wilayah pesisir selatan dan provinsi timur Iran. Eskalasi ini kembali menekan kesepakatan gencatan senjata yang baru berjalan sekitar tiga pekan.

Namun, harga minyak justru turun dari posisi tertingginya. Minyak mentah AS melemah ke US$71,57 per barel, sementara Brent turun ke US$75,72 per barel. Pelemahan ini terjadi karena pasar mulai mempertimbangkan risiko bahwa inflasi yang lebih tinggi dapat menekan pertumbuhan global, meski kekhawatiran pasokan energi masih ada.

Selain geopolitik, pasar juga mencermati arah kebijakan suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed). Risalah rapat The Fed periode 16-17 Juni, yang menjadi rapat pertama di bawah Ketua The Fed Kevin Warsh, menunjukkan kekhawatiran terhadap inflasi masih meningkat di antara para pejabat bank sentral.

Sejumlah pejabat bahkan melihat adanya alasan untuk menaikkan suku bunga segera. Namun, ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan 28-29 Juli justru sedikit mereda.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga minimal 25 basis poin pada pertemuan Juli turun menjadi 26,2%, dari 31% pada sesi sebelumnya. Namun, angka tersebut masih lebih tinggi dibandingkan proyeksi sebesar 18,2% pada pekan lalu.

Dari sisi data ekonomi, klaim awal pengangguran mingguan AS turun 2.000 menjadi 215.000, lebih rendah dari perkiraan ekonom sebesar 218.000. Data ini menunjukkan pasar tenaga kerja AS masih relatif stabil.

Di sisi lain, kebutuhan arus modal asing juga masih menjadi perhatian di tengah dinamika pergerakan rupiah.

Chief Economist Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian menilai Indonesia masih membutuhkan tambahan aliran modal asing yang cukup besar untuk menjaga keseimbangan neraca pembayaran dan stabilitas nilai tukar.

“Indonesia masih membutuhkan tambahan arus modal asing yang cukup besar agar keseimbangan neraca pembayaran semakin kuat. Oleh karena itu kita tidak boleh cepat berpuas diri,” kata Fakhrul dalam catatannya, Kamis (9/7/2026).

Menurut Fakhrul, Indonesia membutuhkan peningkatan posisi investor asing sekitar US$8-11 miliar pada paruh kedua 2026 untuk menjaga stabilitas rupiah. Keputusan investor asing, kata dia, akan sangat bergantung pada konsistensi konsolidasi fiskal, normalisasi imbal hasil obligasi pemerintah, serta kepastian arah kebijakan moneter.

Dia menilai stabilitas rupiah tidak cukup hanya ditopang intervensi pasar atau pengelolaan likuiditas. Kombinasi fiskal yang kredibel, pasar obligasi yang menarik, dan komunikasi kebijakan yang konsisten dinilai menjadi faktor penting untuk mengembalikan minat investor asing.

(evw/evw)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Siap-Siap, Perusahaan Singapura Ini Mau Tender Offer Saham NAYZ

Siap-Siap, Perusahaan Singapura Ini Mau Tender Offer Saham NAYZ

October 2, 2026
Akhiri Sesi I, IHSG Anjlok 0,34%

Akhiri Sesi I, IHSG Anjlok 0,34%

October 2, 2026
Bukan Lagi InJourney, 34 Bandara Kini Dikelola Entitas Usaha GGRM

Bukan Lagi InJourney, 34 Bandara Kini Dikelola Entitas Usaha GGRM

October 2, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .