• Latest
Rupiah Menguat Tajam, Nilai Tukar Dolar AS Turun Jadi Rp16.385

Rupiah Menguat Tajam, Nilai Tukar Dolar AS Turun Jadi Rp16.385

August 4, 2025
Akhiri Perdagangan, IHSG Ditutup Turun 1,99% ke Level 5.266

Akhiri Perdagangan, IHSG Ditutup Turun 1,99% ke Level 5.266

October 27, 2026
Lunasi Pinjaman, KAI Mau Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp1,1 Triliun

Lunasi Pinjaman, KAI Mau Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp1,1 Triliun

October 27, 2026
IHSG Ambles 3% Sore Ini, Analis Ungkap Penyebabnya

IHSG Ambles 3% Sore Ini, Analis Ungkap Penyebabnya

October 27, 2026
Soal Dana Asing Masih Lari dari Bursa RI, Ini Kata BEI

Soal Dana Asing Masih Lari dari Bursa RI, Ini Kata BEI

October 27, 2026
Soal Dana Asing Terus Lari dari Bursa RI, Ini Kata BEI

Soal Dana Asing Terus Lari dari Bursa RI, Ini Kata BEI

October 27, 2026
Kita Harus Punya Posisi yang Jelas!

Kita Harus Punya Posisi yang Jelas!

October 27, 2026
Rupiah Akhiri Perdagangan di Zona Merah, Dolar AS Parkir di Rp18.145

Rupiah Akhiri Perdagangan di Zona Merah, Dolar AS Parkir di Rp18.145

October 27, 2026
Breaking! IHSG Turun 3%, Ini Penyebabnya

Breaking! IHSG Turun 3%, Ini Penyebabnya

October 27, 2026
Breaking! IHSG Turun 2%, Ini Penyebabnya

Breaking! IHSG Turun 2%, Ini Penyebabnya

October 27, 2026
Breaking! IHSG Anjlok 2%

Breaking! IHSG Anjlok 2%

October 27, 2026
BI Perkirakan Nilai Transaksi Mata Uang Lokal Capai USD 55 M di 2026

BI Perkirakan Nilai Transaksi Mata Uang Lokal Capai USD 55 M di 2026

October 27, 2026
Direktur Utama PNM Periode 2018-2026 Arief Mulyadi Meninggal Dunia

Direktur Utama PNM Periode 2018-2026 Arief Mulyadi Meninggal Dunia

October 27, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Tuesday, October 27, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Rupiah Menguat Tajam, Nilai Tukar Dolar AS Turun Jadi Rp16.385

1 year ago
in Lifestyle
Rupiah Menguat Tajam, Nilai Tukar Dolar AS Turun Jadi Rp16.385
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah berhasil ditutup menguat kencang terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (4/8/2025).

Melansir dari Refinitiv, mata uang garuda berhasil mencatatkan kenaikan sebesar 0,61% di posisi Rp16.385/US$, penguatan hari tercatat menjadi penguatan harian terbesar sejak 24 Juni 2025.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) per pukul 15.00 WIB terpantau melemah 0,21% di level 98,92.


Penguatan rupiah pada perdagangan hari ini, Senin (4/8/2025) didorong oleh melemahnya indeks dolar AS pada hari ini dan juga pada Jumat (1/8/2025) pekan lalu, Dimana DXY tercatat ditutup turun tajam sebesar 0,83% ke level 99,14 setelah sempat menembus level psikologis 100,25. Penurunan ini dipicu oleh rilis data ketenagakerjaan AS yang mengecewakan.

Hal ini terjadi seiring dengan laporan Departemen Tenaga Kerja AS (BLS) yang hanya menambahkan 73.000 pekerjaan baru di sektor non pertanian pada Juli 2025, jauh dibawah ekspektasi pasar sebesar 110.000. Lebih parahnya lagi, BLS turut merevisi laporannya untuk periode Mei dan Juni yang masing masing turun menjadi 19.000 dan 14.000, dari sebelumnya sebesar 144.000 dan 147.000.

Hal ini langsung direspon negatif oleh para pelaku pasar, yang menyebabkan turunya indeks dolar AS dalam waktu singkat.

Sementara itu dari dalam negeri, pelaku pasar tengah menantikan rilis data pertumbuhan ekonomi kuartal II-2025 dari Badan Pusat Statistik (BPS).

Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyampaikan bahwa stabilitas sistem keuangan Indonesia pada periode tersebut tetap terjaga, meski tekanan dari ketidakpastian global masih tinggi.

Namun, sejumlah analis memperkirakan bahwa laju pertumbuhan ekonomi nasional akan sedikit melambat pada kuartal II 2025 ini.

Salah satunya ekonom yang juga merupakan Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Mohammad Faisal mengatakan, pada kuartal II-2025 pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya akan berada pada kisaran 4,7%-4,8% yoy, disebabkan tekanan dari sisi konsumsi rumah tangga efek melemahnya daya beli masyarakat.

“Proyeksi kami memang di bawah pertumbuhan kuartal I, di kisaran 4,7-4,8%. Penyebab perlambatannya itu memang di konsumsi rumah tangga, di kisaran 4,75-4,85%,” ucap Faisal kepada CNBC Indonesia, Senin (4/8/2025).

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Efek Kebijakan Trump, Segini Harga Dolar AS Money Changer




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Akhiri Perdagangan, IHSG Ditutup Turun 1,99% ke Level 5.266

Akhiri Perdagangan, IHSG Ditutup Turun 1,99% ke Level 5.266

October 27, 2026
Lunasi Pinjaman, KAI Mau Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp1,1 Triliun

Lunasi Pinjaman, KAI Mau Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp1,1 Triliun

October 27, 2026
IHSG Ambles 3% Sore Ini, Analis Ungkap Penyebabnya

IHSG Ambles 3% Sore Ini, Analis Ungkap Penyebabnya

October 27, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .