• Latest
Rupiah Sudah Terdepresiasi Nyaris 8%, Bos BI Ungkap Biang Keroknya

Rupiah Sudah Terdepresiasi Nyaris 8%, Bos BI Ungkap Biang Keroknya

October 29, 2026
Destry Ungkap Curhatan Bos Bank Asing, Sesalkan Keputusan MSCI

Destry Ungkap Curhatan Bos Bank Asing, Sesalkan Keputusan MSCI

October 29, 2026
Singapura Panggil 10 Bos Perusahaan Sawit, Rosan Tegaskan Posisi RI

Singapura Panggil 10 Bos Perusahaan Sawit, Rosan Tegaskan Posisi RI

October 29, 2026
Asuransi-Dapen Resmi Masuk Pembiayaan Hijau, OJK Kasih Insentif!

Asuransi-Dapen Resmi Masuk Pembiayaan Hijau, OJK Kasih Insentif!

October 29, 2026
Top! GOTO Sukses Cetak Laba Bersih Tiga Kuartal Beruntun

Top! GOTO Sukses Cetak Laba Bersih Tiga Kuartal Beruntun

October 29, 2026
Laba Emiten Cat Konglo Surabaya (AVIA) Tembus Rp1,38 Triliun

Laba Emiten Cat Konglo Surabaya (AVIA) Tembus Rp1,38 Triliun

October 29, 2026
Bos OJK Blak-Blakan Kondisi Perbankan RI di Tengah Gejolak Pasar

Bos OJK Blak-Blakan Kondisi Perbankan RI di Tengah Gejolak Pasar

October 29, 2026
Laba Emiten Prajogo (CDIA) Turun 61% di Kuartal III, Ini Penyebabnya

Laba Emiten Prajogo (CDIA) Turun 61% di Kuartal III, Ini Penyebabnya

October 29, 2026
The Fed Diramal Naikkan Bunga Desember Ini, BI Gimana?

The Fed Diramal Naikkan Bunga Desember Ini, BI Gimana?

October 29, 2026
Kinerja Melesat, Saham Antam Diganjar Target Tinggi

Kinerja Melesat, Saham Antam Diganjar Target Tinggi

October 29, 2026
Laba PGEO Naik 21,45% di Kuartal III-2026, Ini Faktornya

Laba PGEO Naik 21,45% di Kuartal III-2026, Ini Faktornya

October 29, 2026
Warga RI Tak Puas Situasi Ini

Warga RI Tak Puas Situasi Ini

October 29, 2026
Bos Danantara Kasih Bukti Kepercayaan Investor ke RI Masih Tinggi

Bos Danantara Kasih Bukti Kepercayaan Investor ke RI Masih Tinggi

October 29, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Thursday, October 29, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

Rupiah Sudah Terdepresiasi Nyaris 8%, Bos BI Ungkap Biang Keroknya

1 hour ago
in Market
Rupiah Sudah Terdepresiasi Nyaris 8%, Bos BI Ungkap Biang Keroknya
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia (BI) mencatat nilai tukar rupiah telah terdepresiasi sekitar 7,9% di tengah memburuknya kondisi global. Meski demikian, Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menilai volatilitas rupiah relatif lebih baik dibandingkan mata uang negara lain, di tengah tekanan dolar Amerika Serikat (AS), kenaikan imbal hasil obligasi AS, dan konflik geopolitik.

Dalam paparan di Rapimnas Kadin 2026, Kamis (29/10/2026), Destry mengakui tekanan terhadap rupiah tidak terlepas dari kondisi pasar global yang semakin tidak menentu. Sejumlah mata uang negara berkembang juga mengalami koreksi akibat meningkatnya ketidakpastian.

“Hari ini kita agak sedikit menguat, kita berada di depresiasi sekitar 7,9 persenan, posisi hari ini, tapi kalau bicara volatilitas, rupiah relatif lebih baik dibandingkan dengan mata uang lain,” ujar Destry.

Dari catatan CNBC Indonesia, mata uang Garuda akhirnya bangkit terhadap dolar AS pada akhir perdagangan Kamis (29/10/2026), setelah terus tertekan dalam beberapa hari terakhir hingga mencetak rekor penutupan terlemah sepanjang masa pada perdagangan sebelumnya.

Merujuk data Refinitiv, rupiah ditutup pada level Rp18.125/US$, menguat 0,28% dibandingkan dengan penutupan Rabu (28/10/2026) yang berada di posisi Rp18.175/US$.

Menurut Destry, kondisi global saat ini masih dibayangi suku bunga tinggi atau higher for longer. Inflasi AS yang masih berada di atas 3,5%, sementara target bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) sebesar 2%, membuat peluang kenaikan suku bunga kembali terbuka pada Desember mendatang.

Selain suku bunga, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun yang sempat mencapai 5,3%, serta kenaikan harga minyak akibat konflik geopolitik, turut menjadi tekanan bagi perekonomian global dan nilai tukar negara berkembang.

Destry mengatakan situasi tersebut mendorong investor global mencari aset yang dinilai lebih aman atau melakukan flight to quality. Dalam kondisi ini, dolar AS tetap menjadi pilihan investor karena digunakan secara luas dalam transaksi internasional.

“Parahnya kita tahu permasalahannya adanya di Amerika, tapi tetap orang pegang dolar sehingga DXY-nya naik terus,” kata Destry.

Di tengah tekanan tersebut, Destry menilai ketahanan ekonomi domestik Indonesia masih relatif terjaga. Ia menyebut ekonomi Indonesia tumbuh 5,45% pada semester I-2026, sementara inflasi tercatat 3,28% dan inflasi inti sebesar 2,8%.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan perekonomian Indonesia masih memiliki daya tahan meskipun tekanan eksternal meningkat. Defisit fiskal juga dinilai masih terjaga, sementara rasio utang berada di sekitar 41%.

Namun, Destry mengakui stabilitas rupiah tetap menjadi pekerjaan rumah yang perlu ditangani bersama.

(haa/haa)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Destry Ungkap Curhatan Bos Bank Asing, Sesalkan Keputusan MSCI

Destry Ungkap Curhatan Bos Bank Asing, Sesalkan Keputusan MSCI

October 29, 2026
Singapura Panggil 10 Bos Perusahaan Sawit, Rosan Tegaskan Posisi RI

Singapura Panggil 10 Bos Perusahaan Sawit, Rosan Tegaskan Posisi RI

October 29, 2026
Asuransi-Dapen Resmi Masuk Pembiayaan Hijau, OJK Kasih Insentif!

Asuransi-Dapen Resmi Masuk Pembiayaan Hijau, OJK Kasih Insentif!

October 29, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .