• Latest
Rupih Melemah Lagi, Dolar AS Kini Naik Jadi Rp 17.950

Rupih Melemah Lagi, Dolar AS Kini Naik Jadi Rp 17.950

October 5, 2026
Mau Jadi Pemegang Saham BEI, Danantara Masuk Tahap Due Diligence

Mau Jadi Pemegang Saham BEI, Danantara Masuk Tahap Due Diligence

October 28, 2026
Mau Buyback Saham Rp500 M, Free Float Bakal Tergerus? Ini Kata Bos BSI

Mau Buyback Saham Rp500 M, Free Float Bakal Tergerus? Ini Kata Bos BSI

October 28, 2026
BEI Tetap Pede! Bidik Transaksi Harian Rp21 T, Laba Bersih Rp563 M

BEI Tetap Pede! Bidik Transaksi Harian Rp21 T, Laba Bersih Rp563 M

October 28, 2026
Harga Nikel Melonjak, Saham Antam (ANTM) Ditarget ke Rp3.470

Harga Nikel Melonjak, Saham Antam (ANTM) Ditarget ke Rp3.470

October 28, 2026
BEI Bidik Kapitalisasi Pasar Rp30.000 T pada 2030, Realistiskah?

BEI Bidik Kapitalisasi Pasar Rp30.000 T pada 2030, Realistiskah?

October 28, 2026
Pelemahan Rupiah Berlanjut, Bank Ini Sudah Jual Dolar Rp18.400

Pelemahan Rupiah Berlanjut, Bank Ini Sudah Jual Dolar Rp18.400

October 28, 2026
Usai Demutualisasi, BEI Siapkan Rp596 Miliar Buat Ini

Usai Demutualisasi, BEI Siapkan Rp596 Miliar Buat Ini

October 28, 2026
BEI Pasang Cita-Cita Ambisius, Masuk 10 Besar Bursa Terbesar Dunia

BEI Pasang Cita-Cita Ambisius, Masuk 10 Besar Bursa Terbesar Dunia

October 28, 2026
Direktur Citra Borneo Utama (CBUT) Ronny Hertantyo Meninggal Dunia

Direktur Citra Borneo Utama (CBUT) Ronny Hertantyo Meninggal Dunia

October 28, 2026
Rupiah Digempur Kabar Buruk dari AS

Rupiah Digempur Kabar Buruk dari AS

October 28, 2026
BEI Pasang Cita-Cita Ambisius, Incar 10 Bursa Terbesar Dunia

BEI Pasang Cita-Cita Ambisius, Incar 10 Bursa Terbesar Dunia

October 28, 2026
Jelang Demutualisasi, BEI Bagikan Dividen Tunai Rp1,56 Triliun

Jelang Demutualisasi, BEI Bagikan Dividen Tunai Rp1,56 Triliun

October 28, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Wednesday, October 28, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Rupih Melemah Lagi, Dolar AS Kini Naik Jadi Rp 17.950

3 weeks ago
in Lifestyle
Rupih Melemah Lagi, Dolar AS Kini Naik Jadi Rp 17.950
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Setelah menguat pada akhir pekan lalu, rupiah membuka perdagangan Senin (5/10/2026) dengan melemah signifikan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Merujuk data Refinitiv, rupiah dibuka di level Rp17.950/US$, melemah 0,46% atau 82 poin dibandingkan penutupan Jumat (2/10/2026) di Rp17.868/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 09.00 WIB terpantau di posisi 102,030, menguat 0,10%.


Pergerakan rupiah hari ini akan diwarnai sejumlah sentimen dari dalam dan luar negeri. Dari domestik, pasar pada pekan ini menantikan rilis cadangan devisa September serta indeks keyakinan konsumen September. Kedua data tersebut akan menjadi perhatian untuk melihat ketahanan eksternal dan kondisi permintaan domestik Indonesia.

Dari eksternal, pasar masih mencerna laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat yang dirilis pada Jumat malam. Pertumbuhan lapangan kerja AS melambat tajam pada September 2026. Non-farm payrolls hanya bertambah 29.000 pekerjaan, jauh di bawah ekspektasi pasar sebesar 90.000 pekerjaan.

Pada saat yang sama, tingkat pengangguran AS naik menjadi 4,2% dari sebelumnya 4,1%. Data tenaga kerja yang lebih lemah tersebut mendorong ekspektasi pasar bahwa The Federal Reserve akan lebih berhati-hati dalam menentukan langkah suku bunga berikutnya.

Meski data tenaga kerja AS melemah, dolar AS pada perdagangan pagi ini justru bergerak menguat. Penguatan DXY turut menjadi tekanan bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Selain itu, pelaku pasar masih mencermati perkembangan ketegangan Amerika Serikat dan Iran serta situasi di Selat Hormuz. Pergerakan harga minyak turut menjadi perhatian karena berpotensi mempengaruhi inflasi global dan ekspektasi suku bunga.

Sepanjang pekan ini, investor juga akan menantikan data aktivitas sektor jasa AS serta notulen rapat Federal Open Market Committee (FOMC) untuk mencari petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter bank sentral AS.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Mau Jadi Pemegang Saham BEI, Danantara Masuk Tahap Due Diligence

Mau Jadi Pemegang Saham BEI, Danantara Masuk Tahap Due Diligence

October 28, 2026
Mau Buyback Saham Rp500 M, Free Float Bakal Tergerus? Ini Kata Bos BSI

Mau Buyback Saham Rp500 M, Free Float Bakal Tergerus? Ini Kata Bos BSI

October 28, 2026
BEI Tetap Pede! Bidik Transaksi Harian Rp21 T, Laba Bersih Rp563 M

BEI Tetap Pede! Bidik Transaksi Harian Rp21 T, Laba Bersih Rp563 M

October 28, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .