• Latest
Sempat Hijau Tadi Pagi, IHSG Sesi 1 Ditutup Turun 0,73%

Sempat Hijau Tadi Pagi, IHSG Sesi 1 Ditutup Turun 0,73%

June 19, 2026
Mantan Menteri Ketahuan Jualan Beras di Glodok, Tidak Bilang Keluarga

Mantan Menteri Ketahuan Jualan Beras di Glodok, Tidak Bilang Keluarga

October 10, 2026
Kronologi & Alasan Singapura Sita Rp1,9 T Dana Anak Taipan Sawit RI

Kronologi & Alasan Singapura Sita Rp1,9 T Dana Anak Taipan Sawit RI

October 10, 2026
Pengganti Skor Kredit, Nomor HP Aktif 10 Tahun Bisa Dapat Pembiayaan

Pengganti Skor Kredit, Nomor HP Aktif 10 Tahun Bisa Dapat Pembiayaan

October 10, 2026
Hanya 4 Negara Siap Hadapi Bank Gagal, Indonesia Termasuk?

Hanya 4 Negara Siap Hadapi Bank Gagal, Indonesia Termasuk?

October 10, 2026
AS Kena Tipu, Ini Cara Rusia Akali Sanksi Lewat Bank Mungil China

AS Kena Tipu, Ini Cara Rusia Akali Sanksi Lewat Bank Mungil China

October 9, 2026
BI Siap Intervensi Jor-Joran Buat Jaga Rupiah, Jika Global Makin Panas

BI Siap Intervensi Jor-Joran Buat Jaga Rupiah, Jika Global Makin Panas

October 9, 2026
BI Akui Rupiah Masih Rentan karena Capital Flight Global

BI Akui Rupiah Masih Rentan karena Capital Flight Global

October 9, 2026
Asuransi & Dana Pensiun Pegang 27% Surat Utang RI, Nilainya Rp137,4 T

Asuransi & Dana Pensiun Pegang 27% Surat Utang RI, Nilainya Rp137,4 T

October 9, 2026
Destry Ungkap ‘Musuh Besar’ Rupiah Bukan dari Dalam Negeri

Destry Ungkap ‘Musuh Besar’ Rupiah Bukan dari Dalam Negeri

October 9, 2026
Kacau! Trump Tuding Kandidat Muslim Teroris, Abdul Dipanggil Muhammad

Kacau! Trump Tuding Kandidat Muslim Teroris, Abdul Dipanggil Muhammad

October 9, 2026
Dunia Masuki Era ‘Higher for Longer’, BI Siapkan Napas Panjang

Dunia Masuki Era ‘Higher for Longer’, BI Siapkan Napas Panjang

October 9, 2026
Wakil Presiden Komisaris Shubhasish Mundur dari Bundamedik (BMHS)

Wakil Presiden Komisaris Shubhasish Mundur dari Bundamedik (BMHS)

October 9, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Saturday, October 10, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Economy

Sempat Hijau Tadi Pagi, IHSG Sesi 1 Ditutup Turun 0,73%

4 months ago
in Economy
Sempat Hijau Tadi Pagi, IHSG Sesi 1 Ditutup Turun 0,73%
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 45,02 poin atau 0,73% pada akhir sesi 1 hari ini, Jumat (19/6/2026). IHSG pada pukul 11.30 WIB parkir di level 6.127,32.

Sebanyak 374 saham turun, 311 naik, dan 274 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 8.23 triliun, melibatkan 12,76 miliar saham dalam 1 juta kali transaksi. 

Sebagai informasi, IHSG sempat bergerak naik hingga mencapai level 6.215,06 (+0,69%) pada awal perdagangan. Akan tetapi IHSG tidak lama bertahan di zona hijau dan langsung merosot hingga -0,5%. 

Volatilitas terbilang tinggi hingga akhir sesi 1. IHSG sempat berulang kali mencoba memangkas koreksi dan bahkan sempat menyundul kembali ke zona hijau, tetapi masih kalah dibandingkan dengan tekanan jual hingga siang ini. 

Mengutip Refinitiv, Telkom Indonesia (TLKM) menjadi pemberat utama IHSG. TLKM masih melanjutkan koreksi sejak ex date yang jatuh pada perdagangan kemarin, Kamis (18/6/2026). TLKM berkontribusi -18,79 poin dengan koreksi harga sebesar 6,47%. 

Selain itu, saham perbankan juga masuk dalam daftar top laggards siang ini. Bank Mandiri (BMRI) menyumbang -9,39 poin, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) -3,14 poin, dan Bank Permata (BNLI) -2,64 poin. 

Kemudian sejumlah saham konglomerat juga berkontribusi besar terhadap koreksi IHSG hari ini, yakni Amman Mineral (AMMN), Barito Pacific (BRPT), Barito Renewables Energy (BREN), Impack Pratama Industri (IMPC), dan Bumi Resources Mineral (BRMS).

Volatilitas pasar hari ini seiring dengan pengumuman terbaru dari MSCI. Lembaga indeks global itu baru saja merilis Global Market Accessibility Review  pada Jumat subuh tadi.

Dalam laporan evaluasi tahunan tersebut, aksesibilitas pasar ekuitas Indonesia secara resmi mencatatkan pemburukan pada kriteria arus informasi.

Berdasarkan tabel ringkasan pemeringkatan pada dokumen tersebut, peringkat kriteria arus informasi (Information Flow) untuk Indonesia diturunkan dari peringkat positif tanpa masalah besar pada tahun 2025 menjadi peringkat negatif yang mengindikasikan urgensi perbaikan pada tahun 2026.

Penurunan peringkat aksesibilitas ini dipicu oleh temuan masalah struktural terkait ketidakjelasan dalam struktur kepemilikan saham di pasar modal domestik.

Selain itu, evaluasi global ini juga menyoroti adanya indikasi perilaku perdagangan yang terkoordinasi di bursa Indonesia, yang secara langsung dinilai merusak proses pembentukan harga yang wajar di pasar reguler.

Praktik-praktik yang membatasi tingkat transparansi ini dipandang membatasi kemampuan investor institusional internasional secara material dalam menilai besaran riil dari saham yang beredar di publik (true free float).

Kondisi ini turut menghalangi investor asing untuk dapat mengandalkan harga pasar yang diobservasi secara objektif dalam proses konstruksi portofolio serta replikasi indeks mereka.

Lebih lanjut, laporan evaluasi tersebut juga memberikan catatan bahwa kriteria hak yang setara bagi investor asing (Equal Rights to Foreign Investors) masih terhambat.

Hal ini dikarenakan informasi mendetail terkait aksi korporasi perusahaan maupun dinamika pasar saham domestik tidak selalu tersedia dengan mudah dalam bahasa Inggris.

Meskipun demikian, kerangka operasional Indonesia pada aspek lain relatif masih stabil, dengan peringkat sangat baik yang dipertahankan untuk kriteria infrastruktur penitipan aset, registrasi, mekanisme perdagangan, serta kelonggaran batasan kepemilikan asing.

Walaupun infrastruktur perdagangan secara sistem dinilai sangat memadai, sorotan tajam pada transparansi kepemilikan dan integritas pembentukan harga ini akan memicu evaluasi ulang dari berbagai pengelola reksa dana indeks global, yang berpotensi menimbulkan tekanan volatilitas penyesuaian bobot arus modal asing pada saham-saham berkapitalisasi besar di sepanjang sesi perdagangan hari ini.

Walaupun terjadi perubahan, Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah melakukan pembenahan dari segi keterbukaan informasi yang disediakan bagi investor domestik maupun asing. BEI sudah membuka kepemilikan saham di atas 1%, merilis data HSC, dan berbagai pembenahan struktural di bursa.

(mkh/mkh)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Mantan Menteri Ketahuan Jualan Beras di Glodok, Tidak Bilang Keluarga

Mantan Menteri Ketahuan Jualan Beras di Glodok, Tidak Bilang Keluarga

October 10, 2026
Kronologi & Alasan Singapura Sita Rp1,9 T Dana Anak Taipan Sawit RI

Kronologi & Alasan Singapura Sita Rp1,9 T Dana Anak Taipan Sawit RI

October 10, 2026
Pengganti Skor Kredit, Nomor HP Aktif 10 Tahun Bisa Dapat Pembiayaan

Pengganti Skor Kredit, Nomor HP Aktif 10 Tahun Bisa Dapat Pembiayaan

October 10, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .