• Latest
Siap-Siap Pabrik Baterai EV Raksasa Ke-2 RI Segera Beroperasi

Siap-Siap Pabrik Baterai EV Raksasa Ke-2 RI Segera Beroperasi

August 4, 2026
OJK Ungkap Update Terbaru Industri Asuransi di Indonesia

OJK Ungkap Update Terbaru Industri Asuransi di Indonesia

August 4, 2026
Bank BUMN Gendong Pertumbuhan Kredit Juni 2026

Bank BUMN Gendong Pertumbuhan Kredit Juni 2026

August 4, 2026
OJK Kasih Denda Rp91 Miliar, Cabut & Bekukan Izin Pelaku Pasar Modal

OJK Kasih Denda Rp91 Miliar, Cabut & Bekukan Izin Pelaku Pasar Modal

August 4, 2026
IHSG Melesat 1,37% ke level 6.319, Saham Bank-Blue Chip Kompak Terbang

IHSG Melesat 1,37% ke level 6.319, Saham Bank-Blue Chip Kompak Terbang

August 4, 2026
OJK Nilai Sektor Keuangan RI Terjaga di Tengah Ketidakpastian Global

OJK Nilai Sektor Keuangan RI Terjaga di Tengah Ketidakpastian Global

August 4, 2026
PGE (PGEO) Ungkap Rencana Pemenuhan Free Float Saham 15%

PGE (PGEO) Ungkap Rencana Pemenuhan Free Float Saham 15%

August 4, 2026
Breaking News! IHSG Naik 1% Jelang Penutupan Perdagangan

Breaking News! IHSG Naik 1% Jelang Penutupan Perdagangan

August 4, 2026
Sukses Cetak Laba Kedua Kali, GOTO Sebut Harga Saham Rp50 Undervalued

Sukses Cetak Laba Kedua Kali, GOTO Sebut Harga Saham Rp50 Undervalued

August 4, 2026
Pefindo Pangkas Peringkat ADHI Jadi idBB, Sinyal Tekanan Likuiditas

Pefindo Pangkas Peringkat ADHI Jadi idBB, Sinyal Tekanan Likuiditas

August 4, 2026
Rupiah Gagal Bertahan, Dolar Menguat ke Rp18.015

Rupiah Gagal Bertahan, Dolar Menguat ke Rp18.015

August 4, 2026
Laba Bumi Resources MInerals (BRMS) Anjlok 43%, Ada Apa?

Laba Bumi Resources MInerals (BRMS) Anjlok 43%, Ada Apa?

August 4, 2026
Laba Bumi Resources MInerals (BRMS) Anjlok 43%, Ada Apa?

Laba Bumi Resources MInerals (BRMS) Anjlok 43%, Ada Apa?

August 4, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Tuesday, August 4, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Economy

Siap-Siap Pabrik Baterai EV Raksasa Ke-2 RI Segera Beroperasi

1 hour ago
in Economy
Siap-Siap Pabrik Baterai EV Raksasa Ke-2 RI Segera Beroperasi
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik (electric vehicle/ EV) milik PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB) di Karawang, Jawa Barat sudah selesai.

Menurut Bahlil, peresmian operasional pabrik baterai EV tersebut kini hanya tinggal menunggu jadwal Presiden Prabowo Subianto. Ia memastikan seluruh pembangunan pabrik telah selesai dan siap untuk mulai beroperasi.

“Sudah siap diresmikan. Kita tinggal menunggu waktu yang tepat dari Bapak Presiden. Pabriknya sudah jadi. Kalau teman-teman mau lihat, silahkan,” ungkap Bahlil saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, dikutip Selasa (4/8/2026).

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, pabrik baterai yang dioperasikan CATIB ini akan menjadi pabrik baterai EV skala besar kedua yang dibangun di Indonesia. Sebelumnya, Indonesia telah memiliki pabrik baterai yang dioperasikan PT Hyundai LG Indonesia (HLI) Green Power, juga berlokasi di Karawang, Jawa Barat. Pabrik Baterai EV milik HLI Green Power ini sudah diresmikan operasionalnya oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) pada Juli 2024 lalu.

“Jadi sudah ada dua pabrik baterai yang kita bangun ya. Satu adalah LG di saat saya masih jadi Menteri Investasi. Satu adalah CATL di saat saya sudah jadi Menteri ESDM. Ini yang disebut dengan hilirisasi yang ekosistem baterainya kita bangun semua di negara kita,” ungkap Bahlil.

Sebagaimana diketahui, Indonesia saat ini tengah membangun ekosistem pabrik baterai kendaraan listrik (EV) terintegrasi yang disebut sebagai terbesar di kawasan Asia Tenggara. Hal itu didukung dengan besarnya cadangan bahan baku utama komponen baterai, yakni nikel.

Pabrik baterai EV yang akan segera diresmikan operasionalnya pada Agustus ini dioperasikan oleh PT CATIB. PT CATIB merupakan perusahaan patungan antara Indonesia Battery Corporation (IBC) dan CBL, anak usaha produsen baterai terbesar asal Tiongkok, Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL).

Sebelumnya, Direktur Utama IBC Aditya Farhan Arif mengatakan kapasitas produksi tahap pertama pabrik baterai EV tersebut mencapai 6,9 Giga Watt hour (GWh). Adapun, pembangunan fasilitas masih berjalan sesuai jadwal, sehingga operasional ditargetkan bisa berjalan pada akhir Juli 2026.

“Kapasitas pertama yang akan kita install ini 6,9 GWh dan Insya Allah masih on schedule. Jadi bulan Juli 2026 ini, akhir Juli 2026. Saat ini progresnya sudah 90% jadi kami cukup optimistis kita tetap akan bisa capai target,” kata Aditya kepada CNBC Indonesia, Selasa (23/6/2026).

Aditya menjelaskan saat mulai beroperasi secara komersial nanti, pabrik tidak akan mengalami kesulitan mencari pasar karena pembeli telah tersedia. Ia menyebut konsep industri baterai EV memang dibangun berdasarkan permintaan yang sudah ada sehingga produksi dapat langsung berjalan.

“Jadi pada prinsipnya buyer sudah siap sehingga nanti ketika siap untuk komersial itu memang kita sudah langsung berproduksi secara komersial. Jadi sebetulnya saat ini trial-trial production juga sudah berjalan di pabrik PT CATIB ini,” katanya.

Di sisi lain, ia menjelaskan rantai nilai nikel dari sektor pertambangan hingga menjadi baterai memiliki proses yang cukup panjang. Tahapannya dimulai dari kegiatan penambangan, dilanjutkan dengan pengolahan awal kemudian produksi material baterai, hingga akhirnya produksi baterai.

PT CATIB sendiri kata dia, berada pada posisi paling hilir dalam rantai nilai tersebut. Menurutnya, keberadaan PT CATIB menjadi bagian yang sangat penting dalam keseluruhan ekosistem industri nikel terintegrasi.

“Kapasitas CATIB ini kan di fase pertama ini 6,9 GWh dan akan segera kita ekspansi ke minimal setidaknya 15 GWh. Kalau kita konversi 15 GWh itu menjadi kendaraan listrik itu kurang lebih ekuivalen dengan sekitar 250 ribu kendaraan listrik,” ujarnya.

Proyek Baterai EV Terintegrasi

Proyek pabrik baterai EV yang dioperasikan PT CATIB di Karawang ini baru dimulai pembangunannya pada Juni 2025 lalu. Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek ekosistem baterai kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) di Karawang, Jawa Barat, tersebut pada Minggu, 29 Juni 2025.

Proyek tersebut merupakan perusahaan patungan yang dimiliki konsorsium PT Aneka Tambang (Antam), PT Indonesia Battery Corporation (IBC), dan perusahaan asal China yakni Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co. Ltd. (CBL) yang merupakan perusahaan patungan dari CATL, Brunp dan Lygend.

Berlokasi di Artha Industrial Hill (AIH) & Karawang New Industry City (KNIC), Karawang, Jawa Barat, Prabowo secara simbolis meresmikan groundbreaking pembangunan proyek hulu-hilir baterai tersebut.

Bila pabrik ini akan diresmikan tanda mulai operasionalnya pada Agustus 2026 ini, artinya proses pembangunan pabrik baterai ini hanya membutuhkan waktu sekitar 13 bulan.

Adapun, total investasi awal keseluruhan proyek baterai terintegrasi hulu-hilir tersebut mencapai US$ 5,9 miliar atau setara Rp 96,04 triliun (asumsi kurs Rp 16.278 per US$).

Proyek tersebut terdiri dari total enam usaha patungan (Joint Venture/JV) mulai dari proyek hulu hingga hilir. Detailnya, JV satu hingga tiga merupakan ekosistem baterai di sisi hulu. Sedangkan, JV empat hingga enam merupakan ekosistem baterai di sisi hilir.

Hulu:

JV 1: Proyek pertambangan nikel PT Sumberdaya Arindo (SDA) kapasitas produksi nikel saprolite 7,8 juta wet metric ton (wmt) dan limonite 6 juta wmt, total 13,8 juta wmt dengan porsi kepemilikan saham PT Antam sebesar 51% dan CBL sebesar 49%. Proyek ini sudah mulai berproduksi sejak tahun 2023 lalu.

JV 2: Proyek fasilitas pemurnian dan pemrosesan (smelter nikel) jenis Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) PT Feni Haltim (FHT) kapasitas 88 ribu ton refined nickel alloy per tahun dengan porsi kepemilikan saham CBL 60% dan PT Antam sebesar 40%. Proyek ini memiliki target awal berproduksi pada tahun 2027 mendatang.

JV 3: Proyek fasilitas pemurnian dan pemrosesan (smelter nikel) jenis High Pressure Acid Leaching (HPAL) PT Nickel Cobalt Halmahera (HPAL JVCO) kapasitas 55 ribu ton MHP per tahun dengan porsi kepemilikan saham CBL 70% dan PT Antam sebesar 30%. Proyek ini memiliki target awal berproduksi pada tahun 2028 mendatang.

Hilir:

JV 4: Proyek material baterai yang akan memproduksi bahan katoda, kobalt sulfat, dan prekursor terner kapasitas 30 ribu ton Li-hydroxide berlokasi di Halmahera Timur, Maluku Utara dengan porsi kepemilikan saham CBL 70% dan PT IBC sebesar 30%. Proyek ini memiliki target awal berproduksi pada tahun 2028 mendatang.

JV 5: Proyek sel baterai PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB) berlokasi di Artha Industrial Hill (AIH) & Karawang New Industry City (KNIC). Proyek ini terbagi menjadi fase 1 dengan kapasitas 6,9 GWh/tahun dan fase 2 kapasitas 8,1 GWh/tahun, total kapasitas 15 GWh/tahun. Adapun, porsi kepemilikan saham CBL 70% dan PT IBC sebesar 30%. Proyek ini memiliki target awal mulai berproduksi pada tahun 2026 untuk fase 1, dan pada tahun 2028 mendatang untuk fase 2.

JV 6: Proyek daur ulang baterai berlokasi di Halmahera Timur, Maluku Utara kapasitas 20 ribu ton logam/tahun dengan porsi kepemilikan saham CBL 60% dan PT IBC sebesar 40%. Proyek ini memiliki target awal tahun 2031 mendatang.

(ven/wia)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
OJK Ungkap Update Terbaru Industri Asuransi di Indonesia

OJK Ungkap Update Terbaru Industri Asuransi di Indonesia

August 4, 2026
Bank BUMN Gendong Pertumbuhan Kredit Juni 2026

Bank BUMN Gendong Pertumbuhan Kredit Juni 2026

August 4, 2026
OJK Kasih Denda Rp91 Miliar, Cabut & Bekukan Izin Pelaku Pasar Modal

OJK Kasih Denda Rp91 Miliar, Cabut & Bekukan Izin Pelaku Pasar Modal

August 4, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .