• Latest
Susun Standar Biaya, LPS Benchmarking ke Kemenkeu, OJK dan BI

Susun Standar Biaya, LPS Benchmarking ke Kemenkeu, OJK dan BI

October 7, 2026
Ada Transaksi Pasar Nego Rp 26 T di Saham Bayan, Haji Isam Masuk?

Ada Transaksi Pasar Nego Rp 26 T di Saham Bayan, Haji Isam Masuk?

October 7, 2026
Akhir Sesi I IHSG turun 0,55% ke Level 6.158, Saham BYAN Jadi Beban

Akhir Sesi I IHSG turun 0,55% ke Level 6.158, Saham BYAN Jadi Beban

October 7, 2026
FTSE Russell, Pertahankan Pasar Modal RI di Secondary Emerging Market

FTSE Russell, Pertahankan Pasar Modal RI di Secondary Emerging Market

October 7, 2026
Video: Harga Minyak Naik – Batu Bara Dekati Level Tertinggi 4 Bulan

Video: Harga Minyak Naik – Batu Bara Dekati Level Tertinggi 4 Bulan

October 7, 2026
Danantara Investasi Migas Rp4,5 Triliun di AS, Analis Bilang Gini

Danantara Investasi Migas Rp4,5 Triliun di AS, Analis Bilang Gini

October 7, 2026
Pertumbuhan Peredaran Uang Primer Susut di RI, September Rp2.353,1 T

Pertumbuhan Peredaran Uang Primer Susut di RI, September Rp2.353,1 T

October 7, 2026
Asing Net Sell Rp663,34 M Sesi I, Saham BBCA dan GOTO Banyak Dilepas

Asing Net Sell Rp663,34 M Sesi I, Saham BBCA dan GOTO Banyak Dilepas

October 7, 2026
Ada BUMN Bakal IPO Tahun 2027, Bos Danantara Sebut 3 Sektor Ini

Ada BUMN Bakal IPO Tahun 2027, Bos Danantara Sebut 3 Sektor Ini

October 7, 2026
BUMN Bakal IPO Tahun 2027, Danantara Antarkan 3 Sektor Ini

BUMN Bakal IPO Tahun 2027, Danantara Antarkan 3 Sektor Ini

October 7, 2026
Mau Rombak Sistem Anggaran, Bos LPS Buka-Bukaan

Mau Rombak Sistem Anggaran, Bos LPS Buka-Bukaan

October 7, 2026
Bayan Resources Tambah Saham Yang Dilepas ke Haji Isam

Bayan Resources Tambah Saham Yang Dilepas ke Haji Isam

October 7, 2026
IHSG Bergerak Lesu Saat Rupiah Menguat ke Rp17.800 per Dolar AS

IHSG Bergerak Lesu Saat Rupiah Menguat ke Rp17.800 per Dolar AS

October 7, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Wednesday, October 7, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home People & Culture

Susun Standar Biaya, LPS Benchmarking ke Kemenkeu, OJK dan BI

57 minutes ago
in People & Culture
Susun Standar Biaya, LPS Benchmarking ke Kemenkeu, OJK dan BI
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tengah penyusunan kriteria baru terkait penetapan standar wajar dalam aturan tata kelola biaya operasional lembaga. Hal ini dilakukan sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu menjelaskan, penyusunan Peraturan LPS (PLPS) terbaru kini mengacu pada tolok ukur (benchmark) yang jelas dan setara dengan regulator sektor keuangan lainnya di dalam negeri maupun praktik internasional.

“Definisi wajar itu ada dua di dalam undang-undang [UU P2SK]. Wajar itu adalah di-benchmark dengan Kementerian Keuangan, OJK, dan Bank Indonesia. Itu ketentuan di undang-undang, jadi kita pakai itu saja,” kata Anggito dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Rabu (7/10/2026).

Anggito menyebut, penyesuaian aturan internal ini merupakan mandat regulasi yang mewajibkan lembaga regulator menaikkan status ketentuan internal dari Keputusan Dewan Komisioner (KDK) menjadi peraturan yang lebih mengikat secara hukum, seperti Peraturan LPS (PLPS), Peraturan Bank Indonesia (PBI), maupun Peraturan OJK (POJK).

“Kami semua baru buat ini karena ketentuan undang-undang mewajibkan kita menaikkan aturannya, yang dulunya aturan internal menjadi peraturan formal. Jadi sudah ada basisnya, kita tidak mulai dari nol,” lanjutnya.

Dalam penjelasannya, LPS membagi pembanding standar wajar menjadi dua kelompok utama. Antara lain, Praktik Dalam Negeri: Membandingkan tata kelola dan biaya operasional dengan regulator sejenis di Indonesia, yaitu Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Kementerian Keuangan. Kemudian, Praktik Internasional: Dipergunakan khusus dalam mendukung pelaksanaan fungsi spesifik, seperti tindakan resolusi perbankan dan krisis.

Anggito menekankan bahwa tolok ukur internasional sangat krusial, terutama ketika LPS dihadapkan pada situasi khusus penanganan bank bermasalah atau resolusi yang menuntut penanganan cepat, spesifik, dan kompeten.

“Kalau resolusi kan harus cepat dan sifatnya khusus. Misalnya ada bank dalam penanganan, kami menunjuk tim likuidasi atau bank penampung, itu tidak mungkin di-tender. Sehingga diperlukan SBK yang tetap akuntabel dan berbasis praktik internasional,” pungkas Anggito.

Melalui penyesuaian regulasi ini, LPS berharap tata kelola keuangannya tidak hanya memiliki pijakan hukum yang kokoh sesuai UU P2SK, tetapi juga fleksibel dan responsif dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

(ayh/ayh)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Ada Transaksi Pasar Nego Rp 26 T di Saham Bayan, Haji Isam Masuk?

Ada Transaksi Pasar Nego Rp 26 T di Saham Bayan, Haji Isam Masuk?

October 7, 2026
Akhir Sesi I IHSG turun 0,55% ke Level 6.158, Saham BYAN Jadi Beban

Akhir Sesi I IHSG turun 0,55% ke Level 6.158, Saham BYAN Jadi Beban

October 7, 2026
FTSE Russell, Pertahankan Pasar Modal RI di Secondary Emerging Market

FTSE Russell, Pertahankan Pasar Modal RI di Secondary Emerging Market

October 7, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .