• Latest
Terkuak, Ini Alasan Investor Kompak Buang Saham Teknologi Asia

Terkuak, Ini Alasan Investor Kompak Buang Saham Teknologi Asia

July 29, 2026
Trump Mau Bentuk Pasukan AI, Tunjuk Pimpinannya Sebagai Kaisar

Trump Mau Bentuk Pasukan AI, Tunjuk Pimpinannya Sebagai Kaisar

September 20, 2026
Video: Jurus Pengusaha EBT Gaet Pembiayaan

Video: Jurus Pengusaha EBT Gaet Pembiayaan

September 20, 2026
Presiden Macron Ambil Langkah Bersejarah, Gertak Trump-Gandeng Kanada

Presiden Macron Ambil Langkah Bersejarah, Gertak Trump-Gandeng Kanada

September 20, 2026
Anak Gaza Kembali ke Sekolah, 541.000 Siswa Belajar di Tenda dan Puing

Anak Gaza Kembali ke Sekolah, 541.000 Siswa Belajar di Tenda dan Puing

September 20, 2026
Berawal Dari Warung Ibu, Sosok Ini Bangun Kerajaan Ritel 23.000 Toko

Berawal Dari Warung Ibu, Sosok Ini Bangun Kerajaan Ritel 23.000 Toko

September 20, 2026
Harga Bensin di Eropa Tembus Rekor Tertinggi, Inflasi Meledak!

Harga Bensin di Eropa Tembus Rekor Tertinggi, Inflasi Meledak!

September 20, 2026
Antisipasi Krisis, Bank Sentral Ini Pindahkan 86 Ton Emas dari AS

Antisipasi Krisis, Bank Sentral Ini Pindahkan 86 Ton Emas dari AS

September 20, 2026
Bank Raksasa Beri Warning, 3 Kondisi Jelang Krisis 1997 Kini Muncul!

Bank Raksasa Beri Warning, 3 Kondisi Jelang Krisis 1997 Kini Muncul!

September 20, 2026
US Treasury Tembus Rekor Tertinggi, Ini Efeknya ke Rupiah

US Treasury Tembus Rekor Tertinggi, Ini Efeknya ke Rupiah

September 20, 2026
Mau Kerek Kapasitas Produksi, Pengusaha Keramik Terkendala Gas

Mau Kerek Kapasitas Produksi, Pengusaha Keramik Terkendala Gas

September 20, 2026
Bayar RS Bisa Pakai BPJS Kesehatan & Asuransi Swasta, Ini Caranya

Bayar RS Bisa Pakai BPJS Kesehatan & Asuransi Swasta, Ini Caranya

September 20, 2026
Video: RI Bisa Jadi Acuan Harga Nikel

Video: RI Bisa Jadi Acuan Harga Nikel

September 20, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Sunday, September 20, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

Terkuak, Ini Alasan Investor Kompak Buang Saham Teknologi Asia

2 months ago
in Market
Terkuak, Ini Alasan Investor Kompak Buang Saham Teknologi Asia
Share on FacebookShare on Twitter



Daftar Isi



Jakarta, CNBC Indonesia – Saham-saham teknologi di Asia kembali dilanda aksi jual besar-besaran pada perdagangan Rabu (29/7/2026), dengan saham produsen semikonduktor memimpin pelemahan menyusul sesi yang lesu di Wall Street semalam.

Di Korea Selatan, saham SK Hynix ambruk lebih dari 15% meski perusahaan chip raksasa itu baru saja membukukan laba kuartalan tertinggi sepanjang sejarahnya. Pelemahan terjadi karena kinerja SK Hynix ternyata masih di bawah ekspektasi analis, sehingga pasar tetap merespons negatif meski secara nominal labanya mencetak rekor.

Tak hanya SK Hynix, Samsung Electronics juga ambruk lebih dari 8%, sementara LG Innotek ambles 15% dan Seoul Semiconductor terjun 10%. Indeks acuan Korea Selatan, Kospi, dilaporkan memicu mekanisme circuit breaker untuk kedua harinya secara beruntun, dengan penurunan dua hari mencapai lebih dari 18%. Jika tren ini berlanjut, Kospi berpotensi mencatat kerugian bulanan terbesar sepanjang sejarah, setelah sempat melesat lebih dari 30% sepanjang Juli yang sebagian besar ditopang oleh performa Samsung Electronics dan SK Hynix.

Pelemahan pun menjalar ke bursa lain. Di Wall Street, saham Intel turun hampir 6% dan AMD anjlok 8%. Saham produsen memori seperti Micron dan Seagate ikut melemah lebih dari 8%, Western Digital terkoreksi hampir 7%, dan Sandisk ambruk hingga 14%. Saham SK Hynix yang tercatat di bursa AS juga turun 9%. Di Jepang, SoftBank Group, salah satu proksi utama investasi kecerdasan buatan (AI) lewat kepemilikan sahamnya di Arm, ikut tertekan.

Lantas, apa sebenarnya yang membuat investor begitu getol melepas saham-saham teknologi Asia belakangan ini? Berikut sejumlah faktor yang jadi sorotan pasar.

1. Kebangkitan Chip China Bikin Investor Cemas

Salah satu pemicu kekhawatiran adalah debut saham produsen chip memori asal China, CXMT, yang melesat luar biasa tinggi di bursa domestik China. Adapun hal yang menambah sentimen negatif adalah produk chip buatan CXMT dikabarkan tengah dilirik oleh Apple, sebuah sinyal bahwa produsen chip asal Negeri Tirai Bambu itu mulai mampu menyaingi pemain-pemain besar asal Amerika Serikat, termasuk SK Hynix dan Samsung.

Kekhawatiran investor kian menjadi setelah muncul laporan bahwa China telah mulai memproduksi mesin pembuat chip generasi ultra-canggih. Kabar ini memunculkan kekhawatiran baru bahwa dominasi negara-negara Barat atas salah satu komponen paling krusial dalam rantai pasok chip global perlahan bisa tergerus.

2. Kabar Nvidia Bakal “Nombokin” Proyek Raksasa OpenAI

Sentimen negatif juga dipicu oleh laporan yang menyebut Nvidia berpotensi memberikan jaminan pendanaan senilai sekitar US$250 miliar untuk mendukung proyek pusat data raksasa milik OpenAI. Kabar tersebut langsung menekan saham Nvidia hingga anjlok 5% pada perdagangan sebelumnya.

Rencana ini memicu kekhawatiran baru di kalangan investor soal sejauh mana Nvidia rela menanamkan modal ke perusahaan yang sekaligus menjadi salah satu pelanggan utamanya sendiri. Skema semacam ini dinilai berisiko menciptakan ketergantungan berlebihan antara Nvidia dan basis pelanggannya, sekaligus menimbulkan tanda tanya soal keberlanjutan model bisnis di balik ledakan investasi AI selama ini.

3. Belanja Jorjoran AI Raksasa Teknologi AS

Investor juga masih dibayangi kekhawatiran soal besarnya belanja modal raksasa teknologi Amerika Serikat untuk infrastruktur AI. Pekan ini, sederet nama besar seperti Microsoft, Meta, Apple, dan Amazon dijadwalkan merilis laporan keuangan mereka, yang akan menjadi ujian penting bagi keberlanjutan narasi belanja jumbo AI yang selama ini menopang reli saham teknologi global.

Kyle Rodda, analis pasar keuangan senior di broker daring Capital.com, menyebut kinerja emiten-emiten raksasa itu sebagai representasi dari tema utama yang tengah membebani sentimen pasar saat ini. Ia menilai investor mengkhawatirkan belanja yang berlebihan berpotensi menggerus imbal hasil perusahaan ke depan.

Di tengah gejolak ini, sejumlah analis melihat sisi lain dari koreksi tajam saham teknologi Asia. Kieron Poon, direktur investasi ekuitas Asia di Aberdeen Investments, menyebut pelemahan terbaru mencerminkan proses deleveraging yang masih berlangsung di Korea Selatan, ditambah sentimen yang melemah terhadap saham teknologi global secara keseluruhan. Meski begitu, ia memandang koreksi ini justru sebagai peluang untuk mengoleksi saham-saham berkualitas dengan valuasi yang kini lebih menarik, bukan sebagai tanda memburuknya fundamental perusahaan.

David Riedel, pendiri sekaligus presiden Riedel Research Group, menilai koreksi pada saham-saham chip terkait AI mencerminkan investor yang mulai melepas sebagian euforia berlebih yang sempat menyelimuti pasar AI.

Sementara itu, Owen Lamont, senior vice president di Acadian Asset Management, menyoroti ketidakpastian besar seputar siklus investasi AI sebagai penyebab utama gejolak tajam pada saham SK Hynix. Menurutnya, pelaku pasar masih belum memiliki gambaran jelas soal bagaimana teknologi ini akan memengaruhi perekonomian secara keseluruhan ke depan, sehingga volatilitas tinggi dinilai wajar terjadi. Ia juga menyoroti kemungkinan produk investasi berbasis leverage turut memperbesar gejolak pasar, meski bukan menjadi satu-satunya penyebab volatilitas SK Hynix belakangan ini.

Dengan rentetan sentimen tersebut – mulai dari kebangkitan pesaing chip China, kekhawatiran skema pendanaan Nvidia-OpenAI, hingga besarnya belanja modal AI raksasa teknologi AS – pasar tampaknya masih akan bergerak volatil dalam waktu dekat, sembari menanti hasil laporan keuangan sejumlah raksasa teknologi yang dijadwalkan rilis pekan ini.

(fsd/fsd)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Trump Mau Bentuk Pasukan AI, Tunjuk Pimpinannya Sebagai Kaisar

Trump Mau Bentuk Pasukan AI, Tunjuk Pimpinannya Sebagai Kaisar

September 20, 2026
Video: Jurus Pengusaha EBT Gaet Pembiayaan

Video: Jurus Pengusaha EBT Gaet Pembiayaan

September 20, 2026
Presiden Macron Ambil Langkah Bersejarah, Gertak Trump-Gandeng Kanada

Presiden Macron Ambil Langkah Bersejarah, Gertak Trump-Gandeng Kanada

September 20, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .