• Latest
Ternyata Ini Penyebab IHSG Melesat 1% Lebih

Ternyata Ini Penyebab IHSG Melesat 1% Lebih

July 30, 2026
Tentara Iran Seret Peti Mati Trump-Netanyahu Saat Milisi Pawai Akbar

Tentara Iran Seret Peti Mati Trump-Netanyahu Saat Milisi Pawai Akbar

September 19, 2026
Pria Ini Pilih Mengemis Sampai Mandi Uang Rp14 Miliar-Punya 2 Toko

Pria Ini Pilih Mengemis Sampai Mandi Uang Rp14 Miliar-Punya 2 Toko

September 19, 2026
Made In Indonesia Jadi Daya Tarik Adopsi Kendaraan Listrik RI

Made In Indonesia Jadi Daya Tarik Adopsi Kendaraan Listrik RI

September 19, 2026
Video: Intip Produk Asuransi Bagi Nasabah Kaya

Video: Intip Produk Asuransi Bagi Nasabah Kaya

September 19, 2026
Terjawab Sudah Alasan Tuyul Ogah Curi Uang di Bank

Terjawab Sudah Alasan Tuyul Ogah Curi Uang di Bank

September 19, 2026
Dominasi Produksi EV ASEAN, RI Harus Berani Lakukan Ini

Dominasi Produksi EV ASEAN, RI Harus Berani Lakukan Ini

September 19, 2026
Aksi Istri Kedua Bongkar Aib Pejabat RI, Ketahuan Korupsi Rp1,3 T

Aksi Istri Kedua Bongkar Aib Pejabat RI, Ketahuan Korupsi Rp1,3 T

September 19, 2026
Gempa M 5,2 Guncang Bayah Banten, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa M 5,2 Guncang Bayah Banten, Tidak Berpotensi Tsunami

September 18, 2026
Gurita Bisnis Hashim Djojohadikusumo: dari Migas hingga Telekomunikasi

Gurita Bisnis Hashim Djojohadikusumo: dari Migas hingga Telekomunikasi

September 18, 2026
Vidoe: Teknologi – Daya Beli Jadi Tantangan Bisnis Otomotif Era EV

Vidoe: Teknologi – Daya Beli Jadi Tantangan Bisnis Otomotif Era EV

September 18, 2026
Ikut Putusan MK, Asuransi Syariah akan Transparan Soal Syarat Klaim

Ikut Putusan MK, Asuransi Syariah akan Transparan Soal Syarat Klaim

September 18, 2026
Pasokan Gas Dibatasi, Pengusaha Keramik Teriak Begini

Pasokan Gas Dibatasi, Pengusaha Keramik Teriak Begini

September 18, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Saturday, September 19, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Economy

Ternyata Ini Penyebab IHSG Melesat 1% Lebih

2 months ago
in Economy
Ternyata Ini Penyebab IHSG Melesat 1% Lebih
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat pada perdagangan Kamis (30/7/2026), di tengah sikap wait and see pelaku pasar merespons sederet agenda penting ekonomi global pekan ini.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 10.10 WIB, IHSG berada di level 6.158,56 atau naik 1,1% dari penutupan perdagangan sebelumnya di 6.091,38. Pagi ini IHSG bergerak di rentang 6.106 hingga 6.168.

Nilai transaksi tercatat sekitar Rp 4,38 triliun dengan volume perdagangan mencapai 9,82 miliar saham dalam 608 ribu kali transaksi. Sebanyak 471 saham menguat, 152 saham melemah, sementara 153 saham bergerak stagnan, menunjukkan tekanan jual mulai berhenti pada awal sesi hari ini.

Adapun saham yang paling ramai ditransaksikan hari ini termasuk TPIA, BBCA, BBRI, BUMI dan BMRI.

Nyaris seluruh sektor perdagangan menguat, dengan pelemahan hanya dibukukan oleh sektor utilitas dan kesehatan. Adapun sektor barang baku, konsumer dan finansial tercatat menguat paling tajam hari ini.

Secara spesifik, emiten blue chip tercatat menjadi pendorong utama kinerja IHSG. Saham Bank Central Asia (BBCA), Telkom Indonesia (TLKM), Bank Mandiri (BMRI), Amman Mineral (AMMN) dan Bank Negara Indonesia (BBNI) menjadi penopang kinerja IHSG pagi ini.

Penguatan signifikan hari ini terjadi setelah IHSG merah selama 6 hari perdagangan beruntun. Penguatan IHSG juga terjadi merespons bursa Asia yang mulai pulih, setelah sebelumnya indeks acuan saham Korea Selatan (KOSPI) dan Jepang (Nikkei 225) anjlok imbas aksi jual di saham-saham teknologi.

Pasar keuangan Indonesia dan global sejatinya dihadapkan pada tekanan berat akibat kombinasi sentimen negatif geopolitik, arah kebijakan bank sentral yang agresif, serta lonjakan harga komoditas energi.

Konflik di Timur Tengah mengalami eskalasi tajam setelah kapal tanker gas AS dihantam drone di Mesir, disusul aksi saling serang rudal antara Iran, militer AS, dan Arab Saudi. Situasi ini memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi global yang serius.

Sebagai dampak langsung dari memanasnya perang, harga minyak mentah melonjak signifikan-minyak Brent terbang 7,9% ke level US$ 90,74 per barel dan WTI melonjak 6,56% ke US$ 84,46 per barel-yang berisiko memicu gelombang inflasi baru.

Dari Amerika Serikat, The Fed memutuskan menahan suku bunga di kisaran 3,50-3,75%, namun diiringi sinyal hawkish yang kuat serta perbedaan suara pejabat terluas sejak 2016. Pasar juga menantikan rilis data inflasi PCE dan pertumbuhan ekonomi kuartal II AS yang diproyeksikan tetap kuat, memperkuat peluang suku bunga tinggi bertahan lebih lama.

Sementara itu, kawasan Eropa turut menjadi fokus dengan digelarnya rapat Bank of England (BoE) serta rilis data PDB dan inflasi kawasan euro. Teknis kebijakan suku bunga global yang ketat ini memperkuat sentimen risk-off di pasar internasional.

Di tengah tekanan eksternal tersebut, dalam negeri diwarnai oleh pembukaan pameran otomotif GIIAS 2026 di ICE BSD. Ajang ini diharapkan mampu mendongkrak transaksi, aktivitas manufaktur, serta menopang konsumsi rumah tangga dan pertumbuhan ekonomi domestik pada semester II 2026.

Sementara itu, bursa saham Asia-Pasifik dibuka bervariasi pada perdagangan Kamis (30/7/2026), seiring sikap investor yang mencermati keputusan suku bunga The Fed dan beragamnya laporan keuangan emiten teknologi raksasa AS. Indeks Nikkei 225 Jepang melemah 0,25%, Topix turun 0,59%, Kosdaq terkoreksi 0,73%, dan S&P/ASX 200 Australia turun 0,26%, sementara Kospi Korea Selatan justru menguat 0,89% usai anjlok sehari sebelumnya. Sentimen pasar turut dibayangi lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 30 tahun yang naik 10 basis poin ke atas level 5,2%-tertinggi sejak 2007-reaksi atas keputusan The Fed yang menahan suku bunga dengan nada hawkish.

Kinerja emiten teknologi AS menunjukkan hasil yang kontras akibat perbedaan strategi investasi kecerdasan buatan (AI). Saham Meta Platforms anjlok 7% setelah merilis proyeksi pendapatan yang lebih lemah dari ekspektasi dan terbebani tingginya biaya investasi AI, sedangkan Microsoft melonjak 8% didorong oleh pertumbuhan kuat pada bisnis komputasi awan Azure. Perbedaan ini mencerminkan bagaimana efisiensi investasi AI kini menjadi penentu utama kepercayaan investor terhadap profitabilitas perusahaan teknologi.

Ke depan, fokus pelaku pasar global tertuju pada sejumlah rilis data makroekonomi penting AS, termasuk klaim pengangguran mingguan, estimasi awal PDB riil kuartal II, serta data inflasi PCE Juni yang diproyeksikan tumbuh 3,7% secara tahunan. Selain itu, kelanjutan musim laporan keuangan masih dinantikan dengan rilis kinerja dari Bristol-Myers Squibb, Amazon, Apple, dan Coinbase.

(fsd/fsd)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Tentara Iran Seret Peti Mati Trump-Netanyahu Saat Milisi Pawai Akbar

Tentara Iran Seret Peti Mati Trump-Netanyahu Saat Milisi Pawai Akbar

September 19, 2026
Pria Ini Pilih Mengemis Sampai Mandi Uang Rp14 Miliar-Punya 2 Toko

Pria Ini Pilih Mengemis Sampai Mandi Uang Rp14 Miliar-Punya 2 Toko

September 19, 2026
Made In Indonesia Jadi Daya Tarik Adopsi Kendaraan Listrik RI

Made In Indonesia Jadi Daya Tarik Adopsi Kendaraan Listrik RI

September 19, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .