• Latest
Top Bukan RI, India Jadi Pasar Saham yang Paling Tak Disukai di Asia

Top Bukan RI, India Jadi Pasar Saham yang Paling Tak Disukai di Asia

August 21, 2026
Video: Akhir 2026, Rupiah Diramal Bergerak di Rp 17.800

Video: Akhir 2026, Rupiah Diramal Bergerak di Rp 17.800

November 1, 2026
Investor Asing Curhat ke Bos BI, Sesalkan Keputusan MSCI

Investor Asing Curhat ke Bos BI, Sesalkan Keputusan MSCI

November 1, 2026
Laris Manis! Kredit Program Pemerintah Tembus Rp294,6 T

Laris Manis! Kredit Program Pemerintah Tembus Rp294,6 T

November 1, 2026
Kena Bobol Rp114 T, Binance Sudah Ganti 95%-Penarikan Dibuka Lagi

Kena Bobol Rp114 T, Binance Sudah Ganti 95%-Penarikan Dibuka Lagi

November 1, 2026
Intip Racikan Investasi Pilihan MI Hadapi Sentimen MSCI

Intip Racikan Investasi Pilihan MI Hadapi Sentimen MSCI

November 1, 2026
Kata Pelaku Pasar Soal RI Mau Bikin Rating Bursa Sendiri

Kata Pelaku Pasar Soal RI Mau Bikin Rating Bursa Sendiri

November 1, 2026
Penyidikan Kasus BPR DCN Malang Rampung, OJK Serahkan 2 Tersangka

Penyidikan Kasus BPR DCN Malang Rampung, OJK Serahkan 2 Tersangka

November 1, 2026
Bisnis Raja Gula dari Semarang Hancur Usai Ribut dengan Pemerintah

Bisnis Raja Gula dari Semarang Hancur Usai Ribut dengan Pemerintah

November 1, 2026
Pakai Info Rahasia Militer, Tentara Cuan Rp7,2 Miliar di Pasar Taruhan

Pakai Info Rahasia Militer, Tentara Cuan Rp7,2 Miliar di Pasar Taruhan

November 1, 2026
Skandal Manipulasi Saham Bikin Geger, Ribuan Investor Jadi Korban

Skandal Manipulasi Saham Bikin Geger, Ribuan Investor Jadi Korban

October 31, 2026
Ciri-Ciri Orang Kelas Menengah Atas, Anda Termasuk?

Ciri-Ciri Orang Kelas Menengah Atas, Anda Termasuk?

October 31, 2026
Kenali Modus Voice Phising, BRI Ingatkan Jaga Kerahasiaan Data!

Kenali Modus Voice Phising, BRI Ingatkan Jaga Kerahasiaan Data!

October 31, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Sunday, November 1, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Top Bukan RI, India Jadi Pasar Saham yang Paling Tak Disukai di Asia

2 months ago
in Lifestyle
Top Bukan RI, India Jadi Pasar Saham yang Paling Tak Disukai di Asia
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – India kini menjadi pasar saham yang paling tidak disukai investor di Asia. Hal ini merujuk ke survei yang dilakukan Bank of America (BofA) terhadap para pengelola dana.

Mengutip NDTV yang merujuk Bloomberg, Jumat (21/8/2026), hasil survei menunjukkan 32% responden secara neto berada dalam posisi underweight terhadap saham India. Sikap pesimistis tersebut terutama dipicu oleh minimnya eksposur yang jelas terhadap sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Selain persoalan AI, pertumbuhan ekonomi yang melemah menjadi risiko terbesar berikutnya yang dikhawatirkan investor. Kurangnya reformasi serta valuasi saham India yang dinilai masih tinggi juga menjadi alasan investor bersikap hati-hati terhadap pasar saham terbesar keempat di Asia tersebut.

Perlu diketahui, survei BofA melibatkan 98 responden dengan total aset yang dikelola mencapai US$272 miliar (sekitar Rp4.624 triliun). Pengumpulan data dilakukan pada 7-13 Agustus 2026.

Hasil survei BofA sejalan dengan pelemahan saham India dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini terjadi meskipun prospek laba perusahaan mulai membaik.

Investor masih berhati-hati terhadap pasar India karena sejumlah risiko makroekonomi dan valuasi yang tinggi. Meski demikian, pada kuartal berjalan, dana global sebenarnya telah membeli lebih dari US$4 miliar (sekitar Rp68 triliun) saham domestik India, menjadi yang terbesar di antara pasar negara berkembang regional, setelah terjadi arus keluar dana dalam jumlah besar pada paruh pertama tahun ini.

Kinerja fundamental perusahaan juga menunjukkan perbaikan. Laba perusahaan yang tergabung dalam indeks acuan NSE Nifty 50 melonjak 18% dibandingkan tahun sebelumnya pada periode tiga bulan terakhir. Pertumbuhan tersebut jauh di atas perkiraan Motilal Oswal Financial Services yang sebesar 10%. Namun, perbaikan kinerja laba belum cukup untuk menghapus kekhawatiran investor.

India sebelumnya juga pernah menjadi pasar saham yang paling tidak disukai dalam survei BofA pada Mei. Saat itu, pertumbuhan ekonomi India mendapat tekanan akibat kenaikan biaya energi setelah perang AS-Iran mendorong harga minyak mentah global melonjak. Kini, belum adanya tanda-tanda penyelesaian konflik membuat harga energi kembali naik dan menekan sentimen investor terhadap saham India.

Indonesia Justru Mulai Dilirik Investor

Berbeda dengan India, sentimen investor terhadap Indonesia justru membaik. Sebanyak 27% pengelola dana secara neto masih berada dalam posisi underweight terhadap pasar saham Indonesia, turun dari 32% pada Juli.

Perubahan tersebut sejalan dengan kinerja positif pasar saham Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah melonjak lebih dari 20% dari level terendah pada Juni.

Penguatan tersebut terjadi setelah berbagai langkah Bank Indonesia (BI) untuk menstabilkan nilai tukar rupiah serta meredanya kekhawatiran bahwa Indonesia akan diturunkan statusnya menjadi pasar frontier oleh MSCI. Jika ditarik ke Asia, Taiwan dan Jepang masih menjadi kawasan yang paling disukai investor dalam survei tersebut.

(sef/sef)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Video: Akhir 2026, Rupiah Diramal Bergerak di Rp 17.800

Video: Akhir 2026, Rupiah Diramal Bergerak di Rp 17.800

November 1, 2026
Investor Asing Curhat ke Bos BI, Sesalkan Keputusan MSCI

Investor Asing Curhat ke Bos BI, Sesalkan Keputusan MSCI

November 1, 2026
Laris Manis! Kredit Program Pemerintah Tembus Rp294,6 T

Laris Manis! Kredit Program Pemerintah Tembus Rp294,6 T

November 1, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .