• Latest
Gubernur DIY Sri Sultan Sorot Pinjol, Sebut Fenomena ‘Makan Utang’

Gubernur DIY Sri Sultan Sorot Pinjol, Sebut Fenomena ‘Makan Utang’

May 22, 2026
Akhiri Perdagangan, IHSG Meroket 5,6%

Akhiri Perdagangan, IHSG Meroket 5,6%

October 20, 2026
PGE Catat Rekor Produksi Hingga September 2026

PGE Catat Rekor Produksi Hingga September 2026

October 20, 2026
Warning Soal Asap Karhutla, Saham Pertanian Singapura Anjlok

Warning Soal Asap Karhutla, Saham Pertanian Singapura Anjlok

October 20, 2026
IHSG Meroket 5%, Ini Penyebabnya

IHSG Meroket 5%, Ini Penyebabnya

October 20, 2026
Diminta BEI Serok Saham Selamatkan IHSG, Ini Jawaban Bos Asuransi

Diminta BEI Serok Saham Selamatkan IHSG, Ini Jawaban Bos Asuransi

October 20, 2026
Breaking! IHSG Meroket 5%

Breaking! IHSG Meroket 5%

October 20, 2026
OJK Stress Test Dampak IHSG ke Asuransi, Ini Hasilnya

OJK Stress Test Dampak IHSG ke Asuransi, Ini Hasilnya

October 20, 2026
Rupiah Menguat, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke 17.980

Rupiah Menguat, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke 17.980

October 20, 2026
Dolar AS Loyo, Rupiah Menguat ke 17.980 per Dolar AS

Dolar AS Loyo, Rupiah Menguat ke 17.980 per Dolar AS

October 20, 2026
Saham HSC Tak Akan Masuk

Saham HSC Tak Akan Masuk

October 20, 2026
Dirut BTN Buka Suara Soal Rencana Buyback Saham BBTN

Dirut BTN Buka Suara Soal Rencana Buyback Saham BBTN

October 20, 2026
Pengendali Intikeramik Alamasri Borong 47,6 Juta Saham

Pengendali Intikeramik Alamasri Borong 47,6 Juta Saham

October 20, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Tuesday, October 20, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Gubernur DIY Sri Sultan Sorot Pinjol, Sebut Fenomena ‘Makan Utang’

5 months ago
in Lifestyle
Gubernur DIY Sri Sultan Sorot Pinjol, Sebut Fenomena ‘Makan Utang’
Share on FacebookShare on Twitter




Yogyakarta, CNBC Indonesia — Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Hamengku Buwono X menyoroti fenomena masyarakat yang semakin mudah terjebak utang di tengah pesatnya perkembangan layanan keuangan digital dan skema “beli sekarang bayar nanti” atau buy now pay later (BNPL).

Hal itu disampaikan Sri Sultan dalam pembukaan Jogja Financial Festival (Finfest) 2026 di Yogyakarta, Jumat (22/5/2026).

Menurut Sultan, tantangan utama saat ini bukan lagi sekadar memperluas akses keuangan, melainkan memastikan akses tersebut benar-benar membuat masyarakat lebih berdaya, bukan justru terjebak konsumsi dan utang.

“Pertanyaan yang lebih mendasar adalah apakah akses itu membuat manusia semakin berdaya, atau justru semakin mudah diarahkan oleh hasrat konsumsi, algoritma, dan utang yang datang dengan wajah kemudahan,” ujarnya.

Ia mengatakan budaya konsumtif di era digital membuat nilai-nilai kehati-hatian dalam mengelola keuangan semakin relevan dibanding sebelumnya.

“Kebebasan finansial bukan soal kemampuan membeli, melainkan kemampuan menahan,” katanya.

Sultan menjelaskan falsafah Jawa seperti Gemi, Nastiti, Ngati-ati menjadi fondasi penting dalam membangun perilaku ekonomi yang sehat, mulai dari pengendalian diri, kecermatan mengambil keputusan hingga kehati-hatian terhadap risiko finansial.

Ia juga menyinggung meningkatnya penggunaan pinjaman online di Indonesia. Berdasarkan data yang ia sampaikan, outstanding pinjaman online atau peer-to-peer lending hingga Maret 2026 telah mencapai Rp101,03 triliun atau tumbuh 26,25% secara tahunan.

Jumlah peminjam aktif disebut telah menembus lebih dari 26 juta orang dengan tingkat kredit macet TWP90 sebesar 4,52%.

“Fenomena ‘makan utang’ membuktikan bahwa kemudahan akses tanpa literasi justru mempercepat kesulitan,” ujarnya.

Selain pinjaman online, Sultan juga menyoroti pesatnya digitalisasi transaksi keuangan nasional. Pengguna QRIS nasional per Februari 2026 disebut telah mencapai 60,77 juta pengguna.

Meski menjadi capaian positif, ia menilai inklusi keuangan digital bagi pedagang kecil dan kelompok lanjut usia masih perlu diperkuat.

Sultan menegaskan literasi keuangan tidak cukup hanya dipahami di ruang akademik atau kebijakan, tetapi harus menjadi budaya sehari-hari masyarakat.

“Yang kita bangun bukan hanya transaksi, melainkan ekosistem pemberdayaan. Bukan hanya pasar, melainkan daya hidup warga,” katanya.

(mkh/mkh)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Akhiri Perdagangan, IHSG Meroket 5,6%

Akhiri Perdagangan, IHSG Meroket 5,6%

October 20, 2026
PGE Catat Rekor Produksi Hingga September 2026

PGE Catat Rekor Produksi Hingga September 2026

October 20, 2026
Warning Soal Asap Karhutla, Saham Pertanian Singapura Anjlok

Warning Soal Asap Karhutla, Saham Pertanian Singapura Anjlok

October 20, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .