• Latest
Saham Perusahaan Ini Mendadak Ambruk Usai Produk Baru Resmi Meluncur

Saham Perusahaan Ini Mendadak Ambruk Usai Produk Baru Resmi Meluncur

May 27, 2026
PGE Catat Rekor Produksi Hingga September 2026

PGE Catat Rekor Produksi Hingga September 2026

October 20, 2026
Warning Soal Asap Karhutla, Saham Pertanian Singapura Anjlok

Warning Soal Asap Karhutla, Saham Pertanian Singapura Anjlok

October 20, 2026
IHSG Meroket 5%, Ini Penyebabnya

IHSG Meroket 5%, Ini Penyebabnya

October 20, 2026
Diminta BEI Serok Saham Selamatkan IHSG, Ini Jawaban Bos Asuransi

Diminta BEI Serok Saham Selamatkan IHSG, Ini Jawaban Bos Asuransi

October 20, 2026
Breaking! IHSG Meroket 5%

Breaking! IHSG Meroket 5%

October 20, 2026
OJK Stress Test Dampak IHSG ke Asuransi, Ini Hasilnya

OJK Stress Test Dampak IHSG ke Asuransi, Ini Hasilnya

October 20, 2026
Rupiah Menguat, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke 17.980

Rupiah Menguat, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke 17.980

October 20, 2026
Dolar AS Loyo, Rupiah Menguat ke 17.980 per Dolar AS

Dolar AS Loyo, Rupiah Menguat ke 17.980 per Dolar AS

October 20, 2026
Saham HSC Tak Akan Masuk

Saham HSC Tak Akan Masuk

October 20, 2026
Dirut BTN Buka Suara Soal Rencana Buyback Saham BBTN

Dirut BTN Buka Suara Soal Rencana Buyback Saham BBTN

October 20, 2026
Pengendali Intikeramik Alamasri Borong 47,6 Juta Saham

Pengendali Intikeramik Alamasri Borong 47,6 Juta Saham

October 20, 2026
Danantara Tuntaskan Akuisisi Hotel & Lahan Seluas 4,4 Ha di Arab Saudi

Danantara Tuntaskan Akuisisi Hotel & Lahan Seluas 4,4 Ha di Arab Saudi

October 20, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Tuesday, October 20, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

Saham Perusahaan Ini Mendadak Ambruk Usai Produk Baru Resmi Meluncur

5 months ago
in Market
Saham Perusahaan Ini Mendadak Ambruk Usai Produk Baru Resmi Meluncur
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Saham mobil mewah Ferrari mengalami penurunan tajam pada Selasa (26/5/2026). Ini terjadi setelah perusahaan tersebut meluncurkan kendaraan listrik perdananya.

Produsen mobil sport yang berbasis di Maranello, Italia ini meluncurkan Luce, yang berarti light atau cahaya di Roma. Peluncuran Luce menjadi langkah besar Ferrari dalam memasuki era elektrifikasi, di tengah persaingan industri otomotif global yang semakin agresif mengembangkan kendaraan ramah lingkungan.

Model yang sangat dinantikan ini juga menandai perubahan dari estetika Ferrari pada umumnya dan hadir bahkan ketika produsen mobil mewah lainnya, terutama Porsche dan Lamborghini, telah mengurangi rencana untuk meluncurkan kendaraan listrik mereka sendiri karena permintaan yang lemah.

Sayangnya, dalam perdagangan di Bursa Milan, saham Ferrari turun sekitar 8% pada Selasa dan saham yang terdaftar di Amerika Serikat turun 5,3%. Saham yang terdaftar di Milan turun lebih dari 32% selama 12 bulan terakhir.

CEO Ferrari Benedetto Vigna menggambarkan peluncuran model Luce sebagai hari yang sangat penting bagi perusahaan. Ini melambangkan pembukaan babak baru dalam sejarahnya.

“Begini, ketika Anda menggunakan teknologi baru, Anda harus selalu mengingat sebuah kata yang disebut rasa hormat,” kata Vigna kepada Charlotte Reed dikutip dari CNBC Internatonal, Rabu (27/5/2026).

“Rasa hormat terhadap teknologi, karena ketika Anda memiliki teknologi baru, Anda perlu memastikan bahwa teknologi tersebut terwakili dengan baik dalam desain, jadi desainnya harus berbeda,” tambahnya.

Vigna menambahkan bahwa pabrikan mobil tersebut juga menghormati berbagai kebutuhan dan keinginan pelanggannya, menambahkan bahwa pelanggan yang sudah ada akan tertarik pada Luce dan perusahaan akan menyambut pembeli baru berkat model listrik sepenuhnya ini.

Kendaraan EV pertama Ferrari ini berkonfigurasi lima penumpang dan empat pintu. Luce memiliki kecepatan 60 mph dalam waktu sekitar 2,5 detik dan memiliki kecepatan maksimum sekitar 192 mph.

Mobil listrik Ferrari Luce dibanderol sekitar 550.000 euro (Rp 11,4 miliar), dengan pengiriman kepada pelanggan dijadwalkan dimulai dari kuartal keempat tahun ini.

Ferrari mengatakan telah memilih untuk mengembangkan dan memproduksi semua komponen sendiri di Maranello, sementara desainnya dipercayakan kepada LoveFrom, sebuah agensi yang didirikan oleh mantan kepala desain Apple, Jony Ive.

Penyebab saham ambruk

Para analis menilai penurunan saham Ferrari mencerminkan kekhawatiran investor terhadap strategi elektrifikasi perusahaan. Banyak investor mempertanyakan apakah Ferrari mampu mempertahankan identitas eksklusifnya di tengah tren kendaraan listrik global.

Selain itu, banyak pihak menilai tampilannya terlalu mirip mobil listrik massal dan kehilangan karakter agresif khas Ferrari. Reaksi negatif di media sosial pun ikut memperburuk sentimen pasar.

“Pada akhirnya, banyak penggemar kecewa karena Ferrari merangkul konsep EV, karena percaya hal itu akan mengurangi citra merek supercar yang telah memposisikan diri di sekitar desain klasik dan kekuatan mesin pembakaran internal yang murni,” kata Michael Field, kepala strategi ekuitas di Morningstar, kepada CNBC melalui email.

“Dari perspektif investasi, banyak investor khawatir dengan pengembangan model EV, karena biaya penelitian dan pengembangannya sangat tinggi, sehingga memberikan banyak tekanan pada merek untuk menutup biaya tersebut, dan berpotensi mengurangi pengembalian investasi bagi bisnis,” kata Field.

Wakil Perdana Menteri dan Menteri Transportasi Italia, Matteo Salvini, juga mengkritik Luce.

“Mobil listrik, sangat mahal (550 ribu euro!) dan, dari sudut pandang estetika, mobil ini berbicara sendiri. Mobil ini sama sekali tidak terlihat seperti mobil dari Kuda Jingkrak (Ferrari). Dan ini seharusnya disebut ‘inovasi’? Siapa yang tahu apa yang akan dikatakan [pendiri Ferrari] Enzo Ferrari…,” tulisnya di X.

Di sisi lain, Ferrari tetap optimistis bahwa Luce akan membuka pasar baru, terutama bagi konsumen muda kaya dan penggemar teknologi di kawasan seperti Amerika Serikat dan China.

“Yang penting adalah emosi yang [diberikan] kepada pengemudi,” kata Vigna.

(dce)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
PGE Catat Rekor Produksi Hingga September 2026

PGE Catat Rekor Produksi Hingga September 2026

October 20, 2026
Warning Soal Asap Karhutla, Saham Pertanian Singapura Anjlok

Warning Soal Asap Karhutla, Saham Pertanian Singapura Anjlok

October 20, 2026
IHSG Meroket 5%, Ini Penyebabnya

IHSG Meroket 5%, Ini Penyebabnya

October 20, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .