• Latest
Dolar AS Perkasa, Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.930/US$

Dolar AS Perkasa, Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.930/US$

July 24, 2026
Menyeimbangkan Perlindungan Pekerja dan Masa Depan Lapangan Kerja

Menyeimbangkan Perlindungan Pekerja dan Masa Depan Lapangan Kerja

September 24, 2026
Menyeimbangkan Perlindungan Pekerja dan Masa Depan Lapangan Kerja

Menyeimbangkan Perlindungan Pekerja dan Masa Depan Lapangan Kerja

September 24, 2026
Cicilan Pertama Kopdes Rp37,7 T Jatuh Tempo Besok, Suahasil Buka Suara

Cicilan Pertama Kopdes Rp37,7 T Jatuh Tempo Besok, Suahasil Buka Suara

September 24, 2026
Video: Menkeu Suahasil Kunjungi Destry, Bahas Sinergi BI

Video: Menkeu Suahasil Kunjungi Destry, Bahas Sinergi BI

September 24, 2026
Menkeu Datangi Kantor Bos BI Bahas Likuiditas-Surat Utang

Menkeu Datangi Kantor Bos BI Bahas Likuiditas-Surat Utang

September 24, 2026
Suahasil Minta SMF, PIP Cs Tak Kejar Bunga Tinggi

Suahasil Minta SMF, PIP Cs Tak Kejar Bunga Tinggi

September 24, 2026
Calon Investor BEI Boleh Genggam di Atas 5%, OJK: Ada Syaratnya!

Calon Investor BEI Boleh Genggam di Atas 5%, OJK: Ada Syaratnya!

September 24, 2026
Bos BI-Menkeu Bangun Kerja Sama Lima Pilar, Apa Itu?

Bos BI-Menkeu Bangun Kerja Sama Lima Pilar, Apa Itu?

September 24, 2026
Menkeu Datangi Kantor Bos BI Bahas Likuiditas-Surat Utang, Rapat Alot!

Menkeu Datangi Kantor Bos BI Bahas Likuiditas-Surat Utang, Rapat Alot!

September 24, 2026
Menkeu Datangi Kantor Bos BI Bahas Likuidtas-Surat Utang, Rapat Alot!

Menkeu Datangi Kantor Bos BI Bahas Likuidtas-Surat Utang, Rapat Alot!

September 24, 2026
Diam-Diam Petinggi Saratoga Edwin Soeryadjaya Borong 784.100 Saham

Diam-Diam Petinggi Saratoga Edwin Soeryadjaya Borong 784.100 Saham

September 24, 2026
Ternyata! Ini Isi Pertemuan DPR, Menkeu, BI, OJK & Danantara

Ternyata! Ini Isi Pertemuan DPR, Menkeu, BI, OJK & Danantara

September 24, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Thursday, September 24, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Dolar AS Perkasa, Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.930/US$

2 months ago
in Lifestyle
Dolar AS Perkasa, Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.930/US$
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (24/7/2026), menjelang berakhirnya perdagangan pekan ini.

Dilansir dari Refinitiv, rupiah dibuka terdepresiasi sebesar 0,22% ke posisi Rp17.930/US$. Pada perdagangan sebelumnya, mata uang Garuda ditutup melemah 0,08% ke level Rp17.890/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 09.00 WIB terpantau melemah 0,06% ke posisi 101,392. Pelemahan tipis ini terjadi setelah DXY menguat 0,32% pada perdagangan Kamis (23/7/2026).


Pergerakan rupiah menjelang akhir pekan masih dibayangi dinamika dolar AS di pasar global. Meski terkoreksi tipis pagi ini, DXY masih berada di sekitar level tertinggi dalam tiga pekan setelah kembali menembus posisi 101.

Penguatan dolar sebelumnya ditopang oleh lonjakan harga minyak serta kenaikan yield US Treasury. Kedua sentimen tersebut kembali memunculkan kekhawatiran bahwa tekanan inflasi global akan bertahan lebih lama.

Harga minyak dunia pada penutupan perdagangan Kamis (23/7/2026), kembali menembus US$100 per barel untuk pertama kalinya sejak Mei. Kenaikan terjadi setelah kelompok Houthi Yaman menyerang dua kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah.

Serangan tersebut membuat perang di Timur Tengah mulai mengancam dua jalur utama perdagangan minyak dunia sekaligus, yakni Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb. Presiden AS Donald Trump juga menjanjikan hukuman militer besar terhadap Iran dan kelompok Houthi.

Tekanan inflasi turut datang dari kebijakan perdagangan AS. Pemerintahan Trump akan mengenakan tarif baru sebesar 10% dan 12,5% terhadap barang dari 60 mitra dagang yang dituding lemah dalam menegakkan larangan penggunaan tenaga kerja paksa.

Indonesia masuk dalam kelompok negara yang dikenai tarif sebesar 10%. Tarif tersebut juga berlaku bagi barang dari sejumlah negara lain, seperti India, Malaysia, Kanada, Inggris, Meksiko, Pakistan, dan Bangladesh.

Tarif baru ini menggantikan tarif global sementara sebesar 10% yang berakhir pada Jumat ini. Pemerintah AS sebelumnya menegaskan bahwa bagi negara yang telah memiliki kesepakatan dagang dengan Washington, tarif tersebut tidak akan membuat bea masuk melampaui batas yang telah disepakati.

Kenaikan harga minyak dan ketegangan perdagangan global kembali memunculkan kekhawatiran terhadap inflasi. Kondisi tersebut mendorong kenaikan yield US Treasury dan menjaga daya tarik aset berdenominasi dolar AS yang pada gilirannya dapat mengurangi ruang penguatan bagi mata uang negara lain tak terkecuali rupiah. 

(evw/evw)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Menyeimbangkan Perlindungan Pekerja dan Masa Depan Lapangan Kerja

Menyeimbangkan Perlindungan Pekerja dan Masa Depan Lapangan Kerja

September 24, 2026
Menyeimbangkan Perlindungan Pekerja dan Masa Depan Lapangan Kerja

Menyeimbangkan Perlindungan Pekerja dan Masa Depan Lapangan Kerja

September 24, 2026
Cicilan Pertama Kopdes Rp37,7 T Jatuh Tempo Besok, Suahasil Buka Suara

Cicilan Pertama Kopdes Rp37,7 T Jatuh Tempo Besok, Suahasil Buka Suara

September 24, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .