• Latest
Dolar AS Perkasa, Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.930/US$

Dolar AS Perkasa, Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.930/US$

July 24, 2026
Kasus Debt Collector, OJK Kasih Warning ke Kredivo-Kreditfazz

Kasus Debt Collector, OJK Kasih Warning ke Kredivo-Kreditfazz

July 24, 2026
Balik ke Level 6.100, Ini Penyebab IHSG Ambruk 2% Lebih

Balik ke Level 6.100, Ini Penyebab IHSG Ambruk 2% Lebih

July 24, 2026
Breaking News! IHSG Turun 2% Balik ke Level 6.100an, Ada Apa?

Breaking News! IHSG Turun 2% Balik ke Level 6.100an, Ada Apa?

July 24, 2026
Balik ke Level 6.100, Ini Penyebab IHSG Ambruk Lebih 2%

Balik ke Level 6.100, Ini Penyebab IHSG Ambruk Lebih 2%

July 24, 2026
Breaking News! IHSG Turun 2% Balik ke Level 6.100an

Breaking News! IHSG Turun 2% Balik ke Level 6.100an

July 24, 2026
Tinggalkan Level 6.300, Ini Penyebab IHSG Ambruk Lebih dari 1%

Tinggalkan Level 6.300, Ini Penyebab IHSG Ambruk Lebih dari 1%

July 24, 2026
Pesanan Capai Rp45 T, Kenapa Investor RRT Berebut Panda Bond RI?

Pesanan Capai Rp45 T, Kenapa Investor RRT Berebut Panda Bond RI?

July 24, 2026
IHSG Longsor Lagi! Balik ke Level 6.200-an

IHSG Longsor Lagi! Balik ke Level 6.200-an

July 24, 2026
Breaking News! IHSG Dibuka Turun 1%

Breaking News! IHSG Dibuka Turun 1%

July 24, 2026
Harga Minyak Tembus US0 Lagi, Bursa Asia Kompak Melemah

Harga Minyak Tembus US$100 Lagi, Bursa Asia Kompak Melemah

July 24, 2026
Ada BULL, LSIP, hingga MEDC

Ada BULL, LSIP, hingga MEDC

July 24, 2026
Dana Syariah Indonesia Bayar Dude dan Alyssa Rp750 Juta Buat Jadi BA

Dana Syariah Indonesia Bayar Dude dan Alyssa Rp750 Juta Buat Jadi BA

July 24, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Friday, July 24, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Dolar AS Perkasa, Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.930/US$

1 hour ago
in Lifestyle
Dolar AS Perkasa, Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.930/US$
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (24/7/2026), menjelang berakhirnya perdagangan pekan ini.

Dilansir dari Refinitiv, rupiah dibuka terdepresiasi sebesar 0,22% ke posisi Rp17.930/US$. Pada perdagangan sebelumnya, mata uang Garuda ditutup melemah 0,08% ke level Rp17.890/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 09.00 WIB terpantau melemah 0,06% ke posisi 101,392. Pelemahan tipis ini terjadi setelah DXY menguat 0,32% pada perdagangan Kamis (23/7/2026).


Pergerakan rupiah menjelang akhir pekan masih dibayangi dinamika dolar AS di pasar global. Meski terkoreksi tipis pagi ini, DXY masih berada di sekitar level tertinggi dalam tiga pekan setelah kembali menembus posisi 101.

Penguatan dolar sebelumnya ditopang oleh lonjakan harga minyak serta kenaikan yield US Treasury. Kedua sentimen tersebut kembali memunculkan kekhawatiran bahwa tekanan inflasi global akan bertahan lebih lama.

Harga minyak dunia pada penutupan perdagangan Kamis (23/7/2026), kembali menembus US$100 per barel untuk pertama kalinya sejak Mei. Kenaikan terjadi setelah kelompok Houthi Yaman menyerang dua kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah.

Serangan tersebut membuat perang di Timur Tengah mulai mengancam dua jalur utama perdagangan minyak dunia sekaligus, yakni Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb. Presiden AS Donald Trump juga menjanjikan hukuman militer besar terhadap Iran dan kelompok Houthi.

Tekanan inflasi turut datang dari kebijakan perdagangan AS. Pemerintahan Trump akan mengenakan tarif baru sebesar 10% dan 12,5% terhadap barang dari 60 mitra dagang yang dituding lemah dalam menegakkan larangan penggunaan tenaga kerja paksa.

Indonesia masuk dalam kelompok negara yang dikenai tarif sebesar 10%. Tarif tersebut juga berlaku bagi barang dari sejumlah negara lain, seperti India, Malaysia, Kanada, Inggris, Meksiko, Pakistan, dan Bangladesh.

Tarif baru ini menggantikan tarif global sementara sebesar 10% yang berakhir pada Jumat ini. Pemerintah AS sebelumnya menegaskan bahwa bagi negara yang telah memiliki kesepakatan dagang dengan Washington, tarif tersebut tidak akan membuat bea masuk melampaui batas yang telah disepakati.

Kenaikan harga minyak dan ketegangan perdagangan global kembali memunculkan kekhawatiran terhadap inflasi. Kondisi tersebut mendorong kenaikan yield US Treasury dan menjaga daya tarik aset berdenominasi dolar AS yang pada gilirannya dapat mengurangi ruang penguatan bagi mata uang negara lain tak terkecuali rupiah. 

(evw/evw)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Kasus Debt Collector, OJK Kasih Warning ke Kredivo-Kreditfazz

Kasus Debt Collector, OJK Kasih Warning ke Kredivo-Kreditfazz

July 24, 2026
Balik ke Level 6.100, Ini Penyebab IHSG Ambruk 2% Lebih

Balik ke Level 6.100, Ini Penyebab IHSG Ambruk 2% Lebih

July 24, 2026
Breaking News! IHSG Turun 2% Balik ke Level 6.100an, Ada Apa?

Breaking News! IHSG Turun 2% Balik ke Level 6.100an, Ada Apa?

July 24, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .