• Latest
BEI Gembok Saham MDIA dan WIKA, Ini Penyebabnya

BEI Gembok Saham MDIA dan WIKA, Ini Penyebabnya

August 5, 2026
Analisa Kredit Pindar Bisa Pakai AI

Analisa Kredit Pindar Bisa Pakai AI

August 7, 2026
Prabowo, Luhut Hingga Dasco Hadiri Peluncuran Buku Bahlil Lahadalia

Prabowo, Luhut Hingga Dasco Hadiri Peluncuran Buku Bahlil Lahadalia

August 7, 2026
Pegadaian & BSI Kelola 150 Ton Emas di Usaha Bulion

Pegadaian & BSI Kelola 150 Ton Emas di Usaha Bulion

August 7, 2026
Akhir Pekan, IHSG Reli & Rupiah Menguat ke Rp 17.800-an per USD

Akhir Pekan, IHSG Reli & Rupiah Menguat ke Rp 17.800-an per USD

August 7, 2026
Asing Net Buy Rp343 Miliar di Sesi I, Terciduk Kompak Serok BBRI

Asing Net Buy Rp343 Miliar di Sesi I, Terciduk Kompak Serok BBRI

August 7, 2026
WOM Finance (WOMF) Ungkap Strategi Pembiayaan Kala BI Rate Naik

WOM Finance (WOMF) Ungkap Strategi Pembiayaan Kala BI Rate Naik

August 7, 2026
WOM Finance (WOMF) Ungkap Strategi PembiayaanKalaBI Rate Naik

WOM Finance (WOMF) Ungkap Strategi PembiayaanKalaBI Rate Naik

August 7, 2026
Penjualan Rumah Masih Seret, Harga Cuma Naik Tipis

Penjualan Rumah Masih Seret, Harga Cuma Naik Tipis

August 7, 2026
Lanjutkan Tren Penguatan, IHSG Selangkah Lagi Tembus Level 6.400

Lanjutkan Tren Penguatan, IHSG Selangkah Lagi Tembus Level 6.400

August 7, 2026
Kupas Tuntas Strategi Industri Pembiayaan di Tengah Berbagai Tantangan

Kupas Tuntas Strategi Industri Pembiayaan di Tengah Berbagai Tantangan

August 7, 2026
Uang Primer Tumbuh 17,1% Juli 2026, Tembus Rp2.254 T

Uang Primer Tumbuh 17,1% Juli 2026, Tembus Rp2.254 T

August 7, 2026
652 Perusahaan BUMN Akan Hilang

652 Perusahaan BUMN Akan Hilang

August 7, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Friday, August 7, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Economy

BEI Gembok Saham MDIA dan WIKA, Ini Penyebabnya

2 days ago
in Economy
BEI Gembok Saham MDIA dan WIKA, Ini Penyebabnya
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan (suspensi) saham PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) dan memperpanjang suspensi saham PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA).

Mengutip keterbukaan informasi BEI, suspensi saham MDIA karena adanya peningkatan harga kumulatif yang signifikan. Langkah tersebut dilakukan dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi investor.

“PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) pada tanggal 5 Agustus 2026,” tulis manajemen BEI, Rabu (5/8/2026).

Penghentian sementara perdagangan saham MDIA tersebut dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai, dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar dalam mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di Saham MDIA.

Selain itu, BEI juga memutuskan untuk melanjutkan penghentian sementara (suspensi) perdagangan efek WIKA di seluruh pasar hingga waktu yang akan ditentukan kemudian.

Keputusan BEI didasarkan pada sejumlah informasi yang disampaikan perseroan dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Pertama, surat WIKA Nomor SE.01.00/A.CORSEC.00239/2026 tertanggal 31 Juli 2026 mengenai informasi pembayaran pokok obligasi, bunga obligasi, serta bagi hasil Sukuk Mudharabah.

Kedua, surat KSEI Nomor KSEI-5556/DIR/072 tertanggal 31 Juli 2026 terkait penundaan distribusi bagi hasil ke-15 Sukuk Mudharabah Berkelanjutan III Wijaya Karya Tahap I Tahun 2022 Seri A, Seri B, dan Seri C.

Selanjutnya, BEI juga mempertimbangkan surat KSEI Nomor KSEI-5620/DIR/0826 tertanggal 3 Agustus 2026 mengenai revisi penundaan pembayaran distribusi bagi hasil tersebut.

“Berdasarkan informasi tersebut, WIKA menunda pembayaran distribusi bagi hasil Sukuk Mudharabah yang semula dijadwalkan pada 3 Agustus 2026,” tulis BEI.

Penundaan mencakup distribusi bagi hasil ke-14 untuk Sukuk Mudharabah Berkelanjutan III Wijaya Karya Tahap I Tahun 2022 Seri A (SMWIKA03ACN1), serta distribusi bagi hasil ke-15 untuk Seri B (SMWIKA03BCN1) dan Seri C (SMWIKA03CCN1).

BEI menilai penundaan pembayaran bagi hasil sukuk tersebut mengindikasikan adanya potensi permasalahan yang berkaitan dengan kelangsungan usaha (going concern) perseroan.

Hal itu menjadi alasan BEI memandang perlu mempertahankan suspensi perdagangan efek WIKA guna memberikan perlindungan kepada investor sekaligus menjaga perdagangan efek yang teratur, wajar, dan efisien.

Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, BEI memutuskan untuk melanjutkan suspensi perdagangan seluruh efek PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) di seluruh pasar hingga terdapat pemberitahuan lebih lanjut dari Bursa.

(ayh/ayh)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Analisa Kredit Pindar Bisa Pakai AI

Analisa Kredit Pindar Bisa Pakai AI

August 7, 2026
Prabowo, Luhut Hingga Dasco Hadiri Peluncuran Buku Bahlil Lahadalia

Prabowo, Luhut Hingga Dasco Hadiri Peluncuran Buku Bahlil Lahadalia

August 7, 2026
Pegadaian & BSI Kelola 150 Ton Emas di Usaha Bulion

Pegadaian & BSI Kelola 150 Ton Emas di Usaha Bulion

August 7, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .