• Latest
WOM Finance (WOMF) Ungkap Strategi Pembiayaan Kala BI Rate Naik

WOM Finance (WOMF) Ungkap Strategi Pembiayaan Kala BI Rate Naik

August 7, 2026
Kuartal III-2026, Laba MNC Bank Anjlok 22%, Simpanan Susut 17%

Kuartal III-2026, Laba MNC Bank Anjlok 22%, Simpanan Susut 17%

November 3, 2026
IHSG Masih Volatil & Rupiah Tertahan di Level Rp18.100 per USD

IHSG Masih Volatil & Rupiah Tertahan di Level Rp18.100 per USD

November 3, 2026
IHSG Masih Volatil & Rupiah Tertahan di Level Rp18.100 per USD

IHSG Masih Volatil & Rupiah Tertahan di Level Rp18.100 per USD

November 3, 2026
Breaking! IHSG Turun 1%, Ini Penyebabnya

Breaking! IHSG Turun 1%, Ini Penyebabnya

November 3, 2026
Breaking! IHSGTurun 1%, Ini Penyebabnya

Breaking! IHSGTurun 1%, Ini Penyebabnya

November 3, 2026
Bukan Cuma Boy Thohir, Ini Deretan Pengendali di Balik Adaro (AADI)

Bukan Cuma Boy Thohir, Ini Deretan Pengendali di Balik Adaro (AADI)

November 3, 2026
Bos PGAS Diam-Diam Tambah Kepemilikan Saham, Rogoh Kocek Segini

Bos PGAS Diam-Diam Tambah Kepemilikan Saham, Rogoh Kocek Segini

November 3, 2026
BEI Siapkan Jurus Baru, Bidik Pelaku Manipulasi Saham

BEI Siapkan Jurus Baru, Bidik Pelaku Manipulasi Saham

November 3, 2026
Salim Group Terseret Isu Karhutla, Indofood (INDF) Ungkap Fakta Ini

Salim Group Terseret Isu Karhutla, Indofood (INDF) Ungkap Fakta Ini

November 3, 2026
Rupiah Melemah Tipis, Dolar AS Naik ke Rp18.145

Rupiah Melemah Tipis, Dolar AS Naik ke Rp18.145

November 3, 2026
IHSG Dibuka Menguat 0,58% ke Level 5.126

IHSG Dibuka Menguat 0,58% ke Level 5.126

November 3, 2026
Bursa Asia Dibuka Bervariasi, Sektor Teknologi Masih Jadi Sorotan

Bursa Asia Dibuka Bervariasi, Sektor Teknologi Masih Jadi Sorotan

November 3, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Tuesday, November 3, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

WOM Finance (WOMF) Ungkap Strategi Pembiayaan Kala BI Rate Naik

3 months ago
in Lifestyle
WOM Finance (WOMF) Ungkap Strategi Pembiayaan Kala BI Rate Naik
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten multifinance PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF) optimistis mampu mencapai target penyaluran pembiayaan sebesar Rp6,3 triliun pada 2026 meski masih menghadapi tantangan dari tingginya tingkat suku bunga.

Direktur WOM Finance Cincin Lisa Hadi menjelaskan, prospek industri pembiayaan di semester II-2026 masih dipengaruhi oleh arah kebijakan suku bunga Bank Indonesia (BI). Menurutnya, pasar masih melihat peluang BI untuk kembali memangkas suku bunga setidaknya satu kali lagi, meski tetap mempertimbangkan stabilitas nilai tukar rupiah.

Diketahui, BI Rate saat ini berada di level 5,75%. Angka ini telah naik 100 bps sejak Mei 2026.

Merespon tren tersebut, WOMF menjaga biaya dana atau cost of fund melalui strategi diversifikasi pendanaan. WOM Finance secara aktif membandingkan sumber dana dari obligasi maupun perbankan untuk memperoleh tingkat bunga yang paling kompetitif.

“Nah biasanya kita akan lihat mana sih yang lebih bagus gitu loh, dan kita juga melihat bank mana yang bisa memberikan dana murah pada kita, gitu, suku bunga paling murah,” ujar Cincin usai Public Expose di Jakarta, Jumat, (7/6/2026).

Saat ini, komposisi pendanaan perusahaan leasing ini masih didominasi oleh obligasi. Nilai pendanaan dari obligasi tercatat sekitar Rp2,2 triliun, sementara pinjaman dari sektor perbankan berada di kisaran Rp1,5 triliun.

Manajemen menilai kondisi likuiditas perbankan yang masih cukup longgar dapat menjadi peluang bagi perusahaan pembiayaan untuk memperoleh sumber dana yang lebih murah. Namun demikian, WOM Finance tetap selektif dalam memilih mitra pendanaan, baik dari kelompok bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), bank swasta nasional maupun bank asing.

Menurut perseroan, biaya pendanaan pada akhirnya tetap mengikuti pergerakan BI Rate. Selain faktor suku bunga acuan, hubungan jangka panjang dengan perbankan juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tingkat bunga pinjaman yang diperoleh perusahaan.

Dengan strategi ini, anak usaha PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) tersebut optimistis target tersebut dapat tercapai seiring tren musiman industri pembiayaan yang biasanya menguat pada semester II.

“Tadi sudah disebutkan Rp6,3 triliun targetnya. Saat ini kita baru Rp2,6 triliun, mudah-mudahan sampai akhir tahun kita bisa capailah,” kata Cincin.

Untuk diketahui, WOMF mencatat total kredit berjalan atau piutang pembiayaan neto sebesar Rp6,4 triliun per Juni 2026, meningkat 5,2% year on year (yoy). Dari total tersebut, kredit macet atau non performing financing (NPF) groossnya tercatat 2,53% dan nett 1,13%.

Secara industri, menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), piutang perusahaan pembiayaan (multifinance) pada Juni 2026 tumbuh 1,88% yoy menjadi Rp511,26 triliun, didukung peningkatan modal kerja sebesar 6,36% yoy.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Kuartal III-2026, Laba MNC Bank Anjlok 22%, Simpanan Susut 17%

Kuartal III-2026, Laba MNC Bank Anjlok 22%, Simpanan Susut 17%

November 3, 2026
IHSG Masih Volatil & Rupiah Tertahan di Level Rp18.100 per USD

IHSG Masih Volatil & Rupiah Tertahan di Level Rp18.100 per USD

November 3, 2026
IHSG Masih Volatil & Rupiah Tertahan di Level Rp18.100 per USD

IHSG Masih Volatil & Rupiah Tertahan di Level Rp18.100 per USD

November 3, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .