• Latest
Rupiah Dibuka Perkasa, Dolar AS Turun ke Rp17.800 Pagi Ini

Rupiah Dibuka Perkasa, Dolar AS Turun ke Rp17.800 Pagi Ini

August 10, 2026
Asing Masuk Rp268,67 Miliar Kala IHSH Merah, Borong 10 Saham Ini

Asing Masuk Rp268,67 Miliar Kala IHSH Merah, Borong 10 Saham Ini

November 4, 2026
Akhiri Sesi I, IHSG Melemah 0,8% ke 4.860

Akhiri Sesi I, IHSG Melemah 0,8% ke 4.860

November 4, 2026
Bank Jual Dolar AS di Atas Rp18.200

Bank Jual Dolar AS di Atas Rp18.200

November 4, 2026
Supra Sekuritas Hentikan Jual-Beli Saham Sementara, Ada Apa?

Supra Sekuritas Hentikan Jual-Beli Saham Sementara, Ada Apa?

November 4, 2026
OJK Tetapkan Sanksi di 3 Kasus Pelanggaran Pasar Modal

OJK Tetapkan Sanksi di 3 Kasus Pelanggaran Pasar Modal

November 4, 2026
Paragon Karya Perkasa Mau Pecah Saham 1:10, Harga PKPK Jadi Rp 20

Paragon Karya Perkasa Mau Pecah Saham 1:10, Harga PKPK Jadi Rp 20

November 4, 2026
Top! Laba Bersih Abadi Lestari Tumbuh 19,14% di Kuartal III-2026

Top! Laba Bersih Abadi Lestari Tumbuh 19,14% di Kuartal III-2026

November 4, 2026
Deposito MNC Bank (BABP) Menguap Rp2,7 Triliun dalam Setahun

Deposito MNC Bank (BABP) Menguap Rp2,7 Triliun dalam Setahun

November 4, 2026
Dalam 10 Bulan, Saham MNC Bank (BABP) Sudah Longsor 65%

Dalam 10 Bulan, Saham MNC Bank (BABP) Sudah Longsor 65%

November 4, 2026
Diam-Diam, Saham TMPO Sudah Meroket 75,61% Sebulan, Ini Penguasanya

Diam-Diam, Saham TMPO Sudah Meroket 75,61% Sebulan, Ini Penguasanya

November 4, 2026
Bursa RI Masih Dilirik, OJK Catat 25 Perusahaan Antre IPO

Bursa RI Masih Dilirik, OJK Catat 25 Perusahaan Antre IPO

November 4, 2026
Jual Saham Nasabah Diam-Diam, Eks Broker Disanksi OJK 10 Tahun

Jual Saham Nasabah Diam-Diam, Eks Broker Disanksi OJK 10 Tahun

November 4, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Wednesday, November 4, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Rupiah Dibuka Perkasa, Dolar AS Turun ke Rp17.800 Pagi Ini

3 months ago
in Lifestyle
Rupiah Dibuka Perkasa, Dolar AS Turun ke Rp17.800 Pagi Ini
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Rupiah membawa momentum positif dari akhir pekan lalu ke pembukaan perdagangan awal pekan. Mata uang Garuda kembali menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS), meski indeks dolar mencoba bangkit pada perdagangan Asia.

Merujuk data Refinitiv, pada pembukaan perdagangan Senin (10/8/2026), rupiah terapresiasi sebesar 0,48% ke posisi Rp17.800/US$.

Penguatan pagi ini memperpanjang tren positif rupiah setelah mengakhiri tiga perdagangan terakhir pekan lalu di zona hijau. Pada Jumat (7/8/2026), rupiah ditutup menguat 0,14% ke posisi Rp17.885/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 09.00 WIB terpantau menguat 0,12% ke posisi 99,666.


Pergerakan rupiah hari ini diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh dinamika dolar AS di pasar global serta penantian terhadap data keyakinan konsumen dari dalam negeri.

Dari eksternal, penguatan DXY pada perdagangan pagi ini belum menghapus tekanan yang dialami dolar AS. Indeks tersebut masih bergerak di sekitar posisi terendahnya dalam dua bulan terakhir setelah data ketenagakerjaan AS periode Juli menunjukkan pelemahan.

Perekonomian AS secara tidak terduga kehilangan lapangan kerja pada Juli. Penambahan tenaga kerja pada dua bulan sebelumnya juga direvisi turun cukup tajam, menunjukkan pasar tenaga kerja tidak sekuat perkiraan awal.

Data tersebut meredakan ekspektasi pasar bahwa bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) akan menaikkan suku bunga pada September. Peluang kenaikan suku bunga kini diperkirakan sekitar 44%, turun dari 67% pada pekan sebelumnya.

Ekspektasi tersebut turut menekan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Yield US Treasury tenor 10 tahun turun ke sekitar 4,637%, sehingga mengurangi daya tarik dolar AS dan memberikan ruang bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Perhatian pasar global selanjutnya tertuju pada data inflasi AS yang akan dirilis pekan ini. Konsensus memperkirakan inflasi inti pada Juli naik 0,2% secara bulanan, sedangkan secara tahunan melandai menjadi 2,5% dari 2,6% pada Juni.

Data inflasi akan menjadi petunjuk penting mengenai langkah The Fed berikutnya. Inflasi yang terus melandai dapat semakin mengurangi peluang pengetatan moneter, sedangkan data yang lebih tinggi dari perkiraan berpotensi kembali mengangkat dolar AS.

Di sisi lain, kenaikan harga minyak masih perlu dicermati. Harga minyak Brent naik sekitar 1,4% ke kisaran US$85 per barel karena ketidakpastian mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz. Iran menyatakan kesepakatan dengan Oman mengenai jalur pelayaran baru telah memasuki tahap akhir, tetapi masih terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi AS.

Adapun dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) dijadwalkan akan merilis Survei Konsumen periode Juli pada hari ini. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) diperkirakan turun menjadi 116 dari 117,8 pada Juni.

IKK Juni sebelumnya turun dari 120,9 dan menyentuh posisi terendah sejak September 2025. Penurunan terutama berasal dari melemahnya penilaian masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini, pembelian barang tahan lama, dan ketersediaan lapangan kerja.

Ekspektasi konsumen terhadap pendapatan, lapangan kerja, dan kegiatan usaha dalam enam bulan mendatang juga melemah. Meski demikian, indeks masih berada di atas 100, yang menunjukkan konsumen Indonesia tetap berada dalam zona optimistis.

Hasil survei tersebut akan dicermati untuk menilai ketahanan konsumsi rumah tangga setelah ekonomi Indonesia tumbuh 5,29% secara tahunan pada kuartal II-2026. Konsumsi yang tetap kuat dapat membantu menjaga kepercayaan terhadap prospek ekonomi domestik dan menopang pergerakan rupiah.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Asing Masuk Rp268,67 Miliar Kala IHSH Merah, Borong 10 Saham Ini

Asing Masuk Rp268,67 Miliar Kala IHSH Merah, Borong 10 Saham Ini

November 4, 2026
Akhiri Sesi I, IHSG Melemah 0,8% ke 4.860

Akhiri Sesi I, IHSG Melemah 0,8% ke 4.860

November 4, 2026
Bank Jual Dolar AS di Atas Rp18.200

Bank Jual Dolar AS di Atas Rp18.200

November 4, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .