• Latest
Penertiban Tambang Ilegal Jadi Katalis Produksi dan Kinerja TINS

Penertiban Tambang Ilegal Jadi Katalis Produksi dan Kinerja TINS

August 10, 2026
Free Float Saham Sisa 9,33%, Bos BSI (BRIS) Buka Suara

Free Float Saham Sisa 9,33%, Bos BSI (BRIS) Buka Suara

November 2, 2026
Breaking! IHSG Balik Arah Naik 1%, Ini Penyebabnya

Breaking! IHSG Balik Arah Naik 1%, Ini Penyebabnya

November 2, 2026
Ini 10 Saham Paling Boncos sepanjang 2026, Ada DSSA dan BREN

Ini 10 Saham Paling Boncos sepanjang 2026, Ada DSSA dan BREN

November 2, 2026
Ada BREN, DSSA hingga BYAN, Ini Daftar Saham Terdepak Perhitungan IHSG

Ada BREN, DSSA hingga BYAN, Ini Daftar Saham Terdepak Perhitungan IHSG

November 2, 2026
Rugi Kimia Farma (KAEF) Susut 94,49%, Ini Penyebabnya

Rugi Kimia Farma (KAEF) Susut 94,49%, Ini Penyebabnya

November 2, 2026
Usai Dicaplok Haji Isam, Bayan (BYAN) Rombak Direksi-Komisaris

Usai Dicaplok Haji Isam, Bayan (BYAN) Rombak Direksi-Komisaris

November 2, 2026
Buka 202 Toko Baru di 2026, MDIY Bawa Dampak Nyata ke Mitra Lokal

Buka 202 Toko Baru di 2026, MDIY Bawa Dampak Nyata ke Mitra Lokal

November 2, 2026
OJK Resmi Gabungkan 4 Bank, Begini Nasibnya Pasca Merger

OJK Resmi Gabungkan 4 Bank, Begini Nasibnya Pasca Merger

November 2, 2026
Bulan Oktober 2026 Brutal untuk IHSG

Bulan Oktober 2026 Brutal untuk IHSG

November 2, 2026
OJK Resmi Gabungkan 4 BPR, Begini Nasib Bank Hasil Merger

OJK Resmi Gabungkan 4 BPR, Begini Nasib Bank Hasil Merger

November 2, 2026
OJK Belum Pidanakan Kasus BREN, CUAN-DSSA, Ini Alasannya

OJK Belum Pidanakan Kasus BREN, CUAN-DSSA, Ini Alasannya

November 2, 2026
Rupiah Rp18.125 per Dolar AS

Rupiah Rp18.125 per Dolar AS

November 2, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Monday, November 2, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

Penertiban Tambang Ilegal Jadi Katalis Produksi dan Kinerja TINS

3 months ago
in Market
Penertiban Tambang Ilegal Jadi Katalis Produksi dan Kinerja TINS
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Penertiban tambang timah ilegal berpotensi menjadi katalis bagi PT Timah Tbk (TINS) untuk meningkatkan produksi. Aktivitas pertambangan ilegal selama ini menjadi salah satu tantangan bagi produsen resmi dan membuat sebagian pasokan timah berada di luar rantai pasok resmi.

Reuters pernah melaporkan, Pemerintah Indonesia menargetkan penutupan sekitar 1.000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung. Presiden Prabowo Subianto memperkirakan, sektor shadow atau pertambangan timah di luar sistem resmi dapat mencapai sekitar 80% dari total produksi timah di Bangka Belitung. Sementara itu, Indonesian Tin Exporters Association memperkirakan hingga 12.000 ton timah dapat diekspor secara ilegal setiap tahun.

Besarnya aktivitas tambang ilegal tersebut menjadi persoalan bagi TINS. Reuters mencatat manajemen TINS sebelumnya menyebut persaingan dengan penambang ilegal sebagai salah satu faktor yang menekan produksi. Produksi bijih timah TINS pada semester I 2025 turun 32% secara tahunan menjadi 6.997 ton.

Penertiban tambang ilegal menjadi salah satu katalis positif bagi TINS. Ketika aktivitas ilegal ditekan, pasokan bijih yang sebelumnya berada di jalur informal berpeluang kembali masuk ke rantai pasok resmi.

Kondisi ini dapat membuka ruang bagi TINS untuk meningkatkan perolehan bijih, produksi dan volume penjualan. Ini adalah dampak positif dari komitmen pemerintah melalui instruksi Prabowo untuk mengamankan cadangan strategis nasional.

Momentum pemulihan produksi TINS terlihat pada semester I-2026. Produksi bijih timah mencapai 12.232 ton Sn, naik sekitar 75% dari 6.997 ton Sn pada semester I-2025. Produksi logam timah meningkat menjadi 10.865 metrik ton, sedangkan penjualan logam timah mencapai 10.984 metrik ton, melonjak sekitar 85% dari 5.933 metrik ton.

Kenaikan volume tersebut turut mendorong kinerja keuangan. Pendapatan TINS mencapai Rp10,42 triliun pada semester I-2026, naik 147% dari Rp4,22 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Laba bersih melonjak sekitar 805% menjadi Rp2,71 triliun dari Rp300 miliar.

Realisasi laba tersebut telah mencapai sekitar 169% dari target laba bersih TINS sepanjang 2026 sebesar Rp1,61 triliun. Kinerja perseroan juga ditopang harga timah yang tinggi. Harga rata-rata timah di London Metal Exchange (LME) pada semester I-2026 mencapai US$50.319 per metrik ton, naik 56,7% dari US$32.116 per metrik ton pada semester I-2025.

Perbaikan fundamental tersebut tercermin pada kapitalisasi pasar TINS. Pada Agustus 2025, kapitalisasi pasar perseroan berada di kisaran Rp7,6 triliun. Sementara pada Agustus 2026, kapitalisasi pasar TINS telah mencapai sekitar Rp28,75 triliun.

Pengamat Pasar Modal Hans Kwee menyampaikan dengan mempertimbangkan pertumbuhan kinerja, harga timah global dan komitmen terhadap penertiban tambang ilegal, Hans masih merekomendasikan Buy untuk TINS dengan target harga Rp4.700 hingga Rp5.000 per saham.

“Prospek TINS saat ini ditopang oleh pemulihan produksi, dan potensi normalisasi pasokan melalui penertiban tambang ilegal,” kata dia dikutip Senin (10/8/2026).

Lebih lanjut, dia menilai valuasi TINS masih akan tetap menarik. Dengan price to earnings ratio (PER) sekitar 4,49 kali, valuasi TINS masih relatif murah dibandingkan pertumbuhan penjualan dan laba bersih perseroan. Net profit margin TINS yang mencapai sekitar 26% dan return on equity (ROE) sekitar 51%.

Dari sisi industri, ia menilai prospek harga timah dunia masih positif seiring potensi kekurangan pasokan akibat meningkatnya kebutuhan industri semikonduktor dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

(rah/rah)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Free Float Saham Sisa 9,33%, Bos BSI (BRIS) Buka Suara

Free Float Saham Sisa 9,33%, Bos BSI (BRIS) Buka Suara

November 2, 2026
Breaking! IHSG Balik Arah Naik 1%, Ini Penyebabnya

Breaking! IHSG Balik Arah Naik 1%, Ini Penyebabnya

November 2, 2026
Ini 10 Saham Paling Boncos sepanjang 2026, Ada DSSA dan BREN

Ini 10 Saham Paling Boncos sepanjang 2026, Ada DSSA dan BREN

November 2, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .