• Latest
Nilai Pasar Modal RI Hampir Rp10.000 T, Airlangga Ungkap PR Besarnya

Nilai Pasar Modal RI Hampir Rp10.000 T, Airlangga Ungkap PR Besarnya

August 12, 2026
Laba Usaha InJourney Naik 10%, Ini Pesan BP BUMN

Laba Usaha InJourney Naik 10%, Ini Pesan BP BUMN

September 16, 2026
BEI Aktifkan Lagi Short Selling, Ini Cara Kerjanya

BEI Aktifkan Lagi Short Selling, Ini Cara Kerjanya

September 16, 2026
Surat Utang RI Diserbu Investor, Dana Segar Masuk Rp34 T

Surat Utang RI Diserbu Investor, Dana Segar Masuk Rp34 T

September 16, 2026
9 Seri Surat Utang RI Diserbu Investor, Dana Segar Masuk Rp34 T

9 Seri Surat Utang RI Diserbu Investor, Dana Segar Masuk Rp34 T

September 16, 2026
Kalbe (KLBF) Rencana Buyback Saham Rp500 Miliar Mulai Hari Ini

Kalbe (KLBF) Rencana Buyback Saham Rp500 Miliar Mulai Hari Ini

September 16, 2026
Breaking News! IHSG Balik Arah Tiba-Tiba Naik 1%, Ini Penyebabnya

Breaking News! IHSG Balik Arah Tiba-Tiba Naik 1%, Ini Penyebabnya

September 16, 2026
Putra Bos Mayapada Jual Saham MAYA di Harga Rp10

Putra Bos Mayapada Jual Saham MAYA di Harga Rp10

September 16, 2026
Rupiah Lanjut Melemah, Dolar Naik ke Rp17.700

Rupiah Lanjut Melemah, Dolar Naik ke Rp17.700

September 16, 2026
IHSG Masih Lesu! Dibuka Turun 0,17%

IHSG Masih Lesu! Dibuka Turun 0,17%

September 16, 2026
Bos Freeport Ramal Produksi Tembus 124 Ribu Ton Bijih di Akhir 2026

Bos Freeport Ramal Produksi Tembus 124 Ribu Ton Bijih di Akhir 2026

September 16, 2026
Rekomendasi Saham Hari Ini: KLBF, ERAL, hingga CMRY

Rekomendasi Saham Hari Ini: KLBF, ERAL, hingga CMRY

September 16, 2026
Bursa Asia Bergerak Variatif, Investor Menanti Keputusan The Fed

Bursa Asia Bergerak Variatif, Investor Menanti Keputusan The Fed

September 16, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Wednesday, September 16, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

Nilai Pasar Modal RI Hampir Rp10.000 T, Airlangga Ungkap PR Besarnya

1 month ago
in Market
Nilai Pasar Modal RI Hampir Rp10.000 T, Airlangga Ungkap PR Besarnya
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah mulai mengalihkan fokus pengembangan pasar modal Indonesia dari sekadar mengejar pertumbuhan jumlah investor dan emiten menjadi memperkuat kualitas, likuiditas, serta kepercayaan investor.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, penguatan pasar modal menjadi penting di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi. Menurutnya, kepercayaan investor merupakan kunci untuk menjaga momentum investasi dan ekspansi usaha di dalam negeri.

“Perekonomian Indonesia masih mampu tumbuh sebesar 5,45% pada Semester I-2026 di tengah berbagai gejolak global. Kondisi tersebut juga didukung oleh inflasi yang relatif rendah sebesar 2,88% serta kemampuan Indonesia memitigasi dampak gejolak harga energi,” kata Airlangga dalam Musyawarah Anggota Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) 2026 di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Ia menjelaskan, fundamental ekonomi yang terjaga telah mendorong perkembangan pasar modal nasional. Hingga Juni 2026, jumlah investor pasar modal mencapai 28,9 juta orang, sementara jumlah perusahaan tercatat mencapai 957 emiten dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp9.897 triliun.

Secara regional, Indonesia bahkan mencatatkan diri sebagai negara dengan jumlah investor pasar modal terbesar di ASEAN. Selain itu, Indonesia juga menempati posisi kedua untuk jumlah perusahaan tercatat, posisi ketiga untuk kapitalisasi pasar, serta posisi kedua untuk rata-rata nilai transaksi harian terbesar di kawasan.

Meski demikian, Airlangga menilai tantangan ke depan bukan lagi soal menambah jumlah investor maupun emiten, melainkan meningkatkan kualitas pasar modal agar lebih dalam dan efisien.

Dari sisi pasokan emiten, hingga Juli 2026 baru terdapat tujuh perusahaan yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan total dana yang dihimpun melalui penawaran umum perdana saham (IPO) sebesar Rp2,16 triliun.

Kondisi tersebut menunjukkan masih besarnya ruang untuk memperkuat pipeline emiten berkualitas dan memperluas sumber pembiayaan jangka panjang bagi dunia usaha.

Di sisi lain, investor kini semakin memperhatikan berbagai faktor fundamental seperti likuiditas saham, struktur kepemilikan, kecukupan saham beredar di publik (free float), transparansi, tata kelola perusahaan, hingga kualitas keterbukaan informasi.

Karena itu, pemerintah bersama regulator dan pelaku industri terus mendorong reformasi pasar modal. Langkah tersebut dilakukan melalui sinergi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Bank Indonesia (BI), serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Beberapa upaya yang tengah dilakukan antara lain pengembangan instrumen investasi baru seperti PINTAR Reksa Dana dan ETF Emas, serta percepatan proses demutualisasi Bursa Efek Indonesia.

Selain memperkuat pasar modal, pemerintah juga berupaya meningkatkan iklim investasi melalui penyederhanaan regulasi dan penyelesaian hambatan usaha lintas kementerian dan lembaga.

Melalui Satuan Tugas Debottlenecking, hingga 30 Juli 2026 pemerintah telah menerima 170 aduan dari pelaku usaha. Dari jumlah tersebut, sebanyak 124 aduan telah diselesaikan, mencakup persoalan perizinan, perpajakan, kepabeanan, tata ruang, logistik, hingga energi.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menegaskan bahwa penguatan kepercayaan investor harus diiringi dengan peningkatan kualitas perusahaan tercatat.

“Perusahaan tercatat perlu memperkuat tata kelola, transparansi, dan keterbukaan informasi agar penghimpunan dana dapat semakin optimal mendukung ekspansi usaha, investasi, inovasi, dan produktivitas,” ujar Haryo.

Menurut pemerintah, kombinasi antara fundamental ekonomi yang kuat, reformasi pasar modal, serta perbaikan iklim investasi akan menjadi modal penting untuk menjaga arus investasi dan memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika global yang masih penuh ketidakpastian.

(haa/haa)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Laba Usaha InJourney Naik 10%, Ini Pesan BP BUMN

Laba Usaha InJourney Naik 10%, Ini Pesan BP BUMN

September 16, 2026
BEI Aktifkan Lagi Short Selling, Ini Cara Kerjanya

BEI Aktifkan Lagi Short Selling, Ini Cara Kerjanya

September 16, 2026
Surat Utang RI Diserbu Investor, Dana Segar Masuk Rp34 T

Surat Utang RI Diserbu Investor, Dana Segar Masuk Rp34 T

September 16, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .