• Latest
IHSG Sesi I Dibuka Menguat 0,16% ke Level 6.277

IHSG Sesi I Dibuka Menguat 0,16% ke Level 6.277

August 12, 2026
Raksasa Hiburan Menyerah, Disney PHK Ribuan Karyawan

Raksasa Hiburan Menyerah, Disney PHK Ribuan Karyawan

November 4, 2026
Rupiah Dibuka Rp18.140 per Dolar AS

Rupiah Dibuka Rp18.140 per Dolar AS

November 4, 2026
Breaking! IHSG Dibuka Anjlok 1,5%, Ini Penyebabnya

Breaking! IHSG Dibuka Anjlok 1,5%, Ini Penyebabnya

November 4, 2026
Pembukaan IHSG Anjlok 1% Lebih, Ini Penyebabnya

Pembukaan IHSG Anjlok 1% Lebih, Ini Penyebabnya

November 4, 2026
IHSG Ambruk 3,78%, Ini 5 Rekomendasi Saham yang Bisa Kamu Lirik

IHSG Ambruk 3,78%, Ini 5 Rekomendasi Saham yang Bisa Kamu Lirik

November 4, 2026
25 Juta Penduduk Dewasa Belum Punya Rekening

25 Juta Penduduk Dewasa Belum Punya Rekening

November 4, 2026
IHSG Ditutup 3,7%, Asing Lepas 10 Saham Ini

IHSG Ditutup 3,7%, Asing Lepas 10 Saham Ini

November 4, 2026
IHSG Ditutup Anjlok 3,7%, Tapi 10 Saham Ini Diborong Asing

IHSG Ditutup Anjlok 3,7%, Tapi 10 Saham Ini Diborong Asing

November 4, 2026
Ada 14 Bank Tumbang di 2026, Terungkap Biang Keroknya

Ada 14 Bank Tumbang di 2026, Terungkap Biang Keroknya

November 3, 2026
Dicecar BEI soal Nasabah Sulit Tarik Dana, MNC Bank Buka Suara

Dicecar BEI soal Nasabah Sulit Tarik Dana, MNC Bank Buka Suara

November 3, 2026
Raffi Ahmad Terseret Kisruh RANS Carnival, Manajemen Buka Suara

Raffi Ahmad Terseret Kisruh RANS Carnival, Manajemen Buka Suara

November 3, 2026
OJK Tutup 1 Bank di Sumsel, Ada Masalah Modal

OJK Tutup 1 Bank di Sumsel, Ada Masalah Modal

November 3, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Wednesday, November 4, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

IHSG Sesi I Dibuka Menguat 0,16% ke Level 6.277

3 months ago
in Lifestyle
IHSG Sesi I Dibuka Menguat 0,16% ke Level 6.277
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Rabu (12/8/2026), setelah terkoreksi tajam pada perdagangan kemarin. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada pukul 09.00 WIB IHSG berada di level 6.277,76 atau terapresiasi 0,16% dari penutupan sebelumnya.

Nilai transaksi mencapai Rp 81,84 miliar dengan volume perdagangan 174,92 juta saham dalam 23.182 juta kali transaksi. Sebanyak 190 saham menguat, 91 saham melemah, dan 316 saham masih belum bergerak.

Adapun emiten yang paling ramai ditransaksikan pagi ini termasuk CUAN, BBCA, BUMI, PTRO dan BMRI.

Pasar keuangan Indonesia pada Rabu (12/8/2026) akan menghadapi dua agenda penting, yakni rilis inflasi Amerika Serikat (AS) dan pengumuman MSCI August 2026 Index Review.

Data inflasi akan menjadi penentu arah dolar AS, yield US Treasury, rupiah, dan pasar saham global. Sementara itu, hasil peninjauan MSCI menjadi perhatian khusus investor domestik karena dapat mempengaruhi bobot saham Indonesia serta foreign flow.

Agenda utama pada Rabu malam adalah rilis inflasi AS periode Juli. Inflasi tahunan diperkirakan melandai menjadi 3,4% dari 3,5% pada Juni.

Namun, secara bulanan harga konsumen diperkirakan kembali naik 0,1% setelah turun 0,4% pada Juni. Penurunan pada bulan sebelumnya banyak dipengaruhi oleh melemahnya harga energi.

Inflasi inti, yang tidak memasukkan harga makanan dan energi, diperkirakan turun menjadi 2,5% secara tahunan dari 2,6%. Secara bulanan, inflasi inti diproyeksikan naik 0,2% setelah tidak mengalami perubahan pada Juni.

Pasar akan memberikan perhatian lebih besar terhadap inflasi inti karena indikator tersebut menggambarkan tekanan harga yang lebih mendasar. Komponennya mencakup biaya tempat tinggal, jasa kesehatan, transportasi, dan berbagai layanan lainnya.

Selain angka utama, investor perlu mengamati pergerakan harga jasa dan tempat tinggal. Tekanan yang masih kuat pada kedua komponen tersebut dapat menunjukkan bahwa proses penurunan inflasi belum berjalan secara merata.

Inflasi yang lebih rendah dari perkiraan dapat memperbesar peluang penurunan suku bunga The Fed serta menekan dolar AS dan yield US Treasury. Sebaliknya, angka yang lebih tinggi dapat membuat The Fed mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.

Selain inflasi AS, investor domestik akan mencermati pengumuman MSCI August 2026 Index Review yang dijadwalkan pada Rabu (12/8/2026) atau setara dengan dinai Kamis (13/8/2026) WIB.

Perubahan hasil peninjauan tersebut akan berlaku efektif mulai 1 September 2026 namun akan mulai masuk masa transisi sejak pengumuman tersebut diumumkan.

Namun, rebalancing kali ini tidak berjalan normal untuk saham Indonesia. MSCI masih mempertahankan pembekuan sejumlah perubahan indeks karena kekhawatiran mengenai transparansi struktur kepemilikan saham, ketepatan perhitungan free float, serta dugaan aktivitas perdagangan terkoordinasi.

Dalam review Agustus, MSCI tidak akan menambahkan saham Indonesia ke MSCI Investable Market Indexes. Kenaikan Foreign Inclusion Factor atau FIF dan jumlah saham yang diperhitungkan dalam indeks juga tetap dibekukan.

Selain itu, tidak akan ada kenaikan kelas saham Indonesia berdasarkan ukuran kapitalisasi pasar, termasuk perpindahan dari indeks Small Cap menuju Standard.

Meski demikian, MSCI tetap dapat mengeluarkan saham yang masuk dalam kerangka High Shareholding Concentration. Penyedia indeks tersebut juga masih dapat menyesuaikan estimasi free float berdasarkan data keterbukaan pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1%.

Artinya, peluang penambahan saham baru dan kenaikan bobot masih tertutup. Sebaliknya, pengurangan bobot maupun penghapusan saham tertentu tetap dapat dilakukan. Kondisi tersebut dapat menahan sentimen terhadap IHSG karena membuka risiko arus keluar dana asing tanpa memberikan peluang arus masuk yang seimbang.

MSCI mengakui reformasi yang telah diumumkan Otoritas Jasa Keuangan, Bursa Efek Indonesia, dan Kustodian Sentral Efek Indonesia. Langkah tersebut mencakup peningkatan keterbukaan pemegang saham di atas 1%, klasifikasi investor yang lebih terperinci, penerapan kerangka High Shareholding Concentration, serta rencana peningkatan ketentuan minimum free float menjadi 15%.

Namun, MSCI ingin melihat penerapan yang konsisten dan memberikan dampak nyata terhadap transparansi serta kemudahan investasi. Karena itu, November akan menjadi tenggat penting bagi pasar saham Indonesia.

Jika hingga November kemajuan Indonesia dinilai belum memadai, MSCI dapat mempertimbangkan berbagai opsi, termasuk memulai konsultasi mengenai kemungkinan reklasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market.

Indonesia tidak otomatis diturunkan menjadi Frontier Market pada November. MSCI baru menyatakan bahwa konsultasi reklasifikasi dapat dimulai apabila perbaikan yang dilakukan belum menunjukkan hasil memadai. Meski demikian, risiko tersebut tetap penting karena dapat memengaruhi eksposur dana global terhadap saham Indonesia.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Raksasa Hiburan Menyerah, Disney PHK Ribuan Karyawan

Raksasa Hiburan Menyerah, Disney PHK Ribuan Karyawan

November 4, 2026
Rupiah Dibuka Rp18.140 per Dolar AS

Rupiah Dibuka Rp18.140 per Dolar AS

November 4, 2026
Breaking! IHSG Dibuka Anjlok 1,5%, Ini Penyebabnya

Breaking! IHSG Dibuka Anjlok 1,5%, Ini Penyebabnya

November 4, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .