• Latest
IHSG Ambruk 3,78%, Ini 5 Rekomendasi Saham yang Bisa Kamu Lirik

IHSG Ambruk 3,78%, Ini 5 Rekomendasi Saham yang Bisa Kamu Lirik

November 4, 2026
OJK Beri Sanksi 3 Kasus Pasar Modal, Ada Manipulasi Saham Rp 5,07 M

OJK Beri Sanksi 3 Kasus Pasar Modal, Ada Manipulasi Saham Rp 5,07 M

November 4, 2026
IHSG Dibuka Melemah 1,5% & Merosot ke Level 4.800-an

IHSG Dibuka Melemah 1,5% & Merosot ke Level 4.800-an

November 4, 2026
Bursa Asia Dibuka Bervariasi, Investor Pantau Hasil Pemilu AS

Bursa Asia Dibuka Bervariasi, Investor Pantau Hasil Pemilu AS

November 4, 2026
Raksasa Hiburan Menyerah, Disney PHK Ribuan Karyawan

Raksasa Hiburan Menyerah, Disney PHK Ribuan Karyawan

November 4, 2026
Rupiah Dibuka Rp18.140 per Dolar AS

Rupiah Dibuka Rp18.140 per Dolar AS

November 4, 2026
Breaking! IHSG Dibuka Anjlok 1,5%, Ini Penyebabnya

Breaking! IHSG Dibuka Anjlok 1,5%, Ini Penyebabnya

November 4, 2026
Pembukaan IHSG Anjlok 1% Lebih, Ini Penyebabnya

Pembukaan IHSG Anjlok 1% Lebih, Ini Penyebabnya

November 4, 2026
25 Juta Penduduk Dewasa Belum Punya Rekening

25 Juta Penduduk Dewasa Belum Punya Rekening

November 4, 2026
IHSG Ditutup 3,7%, Asing Lepas 10 Saham Ini

IHSG Ditutup 3,7%, Asing Lepas 10 Saham Ini

November 4, 2026
IHSG Ditutup Anjlok 3,7%, Tapi 10 Saham Ini Diborong Asing

IHSG Ditutup Anjlok 3,7%, Tapi 10 Saham Ini Diborong Asing

November 4, 2026
Ada 14 Bank Tumbang di 2026, Terungkap Biang Keroknya

Ada 14 Bank Tumbang di 2026, Terungkap Biang Keroknya

November 3, 2026
Dicecar BEI soal Nasabah Sulit Tarik Dana, MNC Bank Buka Suara

Dicecar BEI soal Nasabah Sulit Tarik Dana, MNC Bank Buka Suara

November 3, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Wednesday, November 4, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home People & Culture

IHSG Ambruk 3,78%, Ini 5 Rekomendasi Saham yang Bisa Kamu Lirik

54 minutes ago
in People & Culture
IHSG Ambruk 3,78%, Ini 5 Rekomendasi Saham yang Bisa Kamu Lirik
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam 3,78% ke level 4.904,29 pada perdagangan Selasa (3/11). 

Saham MKNT (+28,57%), CDIA (+2,30%), dan MAPI (+2,89%) menjadi penopang pergerakan indeks. Sebaliknya, tekanan terbesar berasal dari saham BBRI (-5,67%), BBCA (-2,81%), dan AMMN (-6,79%).

Investor asing membukukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp759,98 miliar di pasar reguler dan Rp575 miliar di seluruh pasar. Secara sektoral, seluruh 11 sektor saham berakhir di zona merah, dengan sektor Basic Industry mencatatkan pelemahan terdalam sebesar 6%.

Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat bergerak variatif. Dow Jones terkoreksi 0,38% ke level 51.786, sedangkan S&P 500 menguat 0,36% ke posisi 7.568 dan Nasdaq naik 0,83% ke level 25.372.

Pelemahan IHSG terjadi di tengah berlanjutnya aksi jual investor asing akibat kekhawatiran terhadap potensi penurunan status pasar modal Indonesia oleh MSCI. 

Tekanan juga datang dari pelemahan sejumlah saham berkapitalisasi besar, seperti BBRI, BBCA, AMMN, BMRI, dan TLKM, serta meningkatnya risiko geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.

Dari sisi emiten, Alamtri Minerals Indonesia (ADMR) mulai melakukan penjualan komersial sebagian produksi aluminium dari smelter Kalimantan Aluminium Industry (KAI) pada kuartal III-2026. Langkah ini sejalan dengan proses peningkatan kapasitas produksi menuju kapasitas penuh sebesar 500.000 ton aluminium per tahun.

Kontribusi awal dari bisnis aluminium tersebut melengkapi kinerja keuangan ADMR yang solid sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Pendapatan perseroan tumbuh 85,59% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi USD 1.25bn dan laba bersih +55.51% YoY menjadi USD 317.53mn. Hingga saat ini, kinerja tersebut masih ditopang terutama oleh bisnis batu bara metalurgi.

Potensi akselerasi kontribusi aluminium tecermin dari saldo persediaan yang melonjak ke USD 484.85mn (Dec-25: USD 89.26mn). Sebagian besar persediaan tersebut merupakan aluminium yang dihasilkan selama tahap commissioning. 

Manajemen menyatakan seluruh hasil produksi tersebut telah memiliki kontrak penjualan dan diperkirakan terealisasi dalam satu hingga dua bulan. Dengan demikian, persediaan tersebut berpotensi dikonversi menjadi pendapatan pada kuartal-kuartal mendatang.

Sementara itu, emiten sektor kesehatan Siloam International Hospitals (SILO) mencatatkan kinerja positif sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Pendapatan perseroan meningkat 11,31% YoY menjadi Rp10,49 triliun, sedangkan laba bersih tumbuh lebih tinggi sebesar 21,98% YoY menjadi Rp928,73 miliar, dibandingkan Rp761,34 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan laba yang lebih tinggi dibandingkan pendapatan mencerminkan perbaikan profitabilitas perseroan.

Dari sisi operasional, segmen rawat inap menjadi kontributor pendapatan terbesar dengan nilai Rp5,75 triliun, disusul rawat jalan sebesar Rp4,73 triliun. Berdasarkan rumah sakit, Siloam Hospitals Lippo Village memberikan kontribusi terbesar senilai Rp1,25 triliun, diikuti Kebon Jeruk sebesar Rp948,63 miliar dan Denpasar sebesar Rp465,64 miliar.

Pada sisi neraca, total aset SILO meningkat menjadi Rp21,91 triliun dari Rp14,49 triliun per Desember 2025. Kenaikan tersebut terutama dipengaruhi penarikan fasilitas pinjaman sindikasi sebesar Rp6,47 triliun dari BNI. Fasilitas tersebut digunakan untuk mendanai akuisisi aset properti rumah sakit yang telah memperoleh persetujuan RUPSLB.

Langkah pendanaan tersebut turut meningkatkan liabilitas perseroan menjadi Rp10,99 triliun dari Rp4,56 triliun pada akhir 2025. Meski meningkatkan tingkat utang dan leverage, akuisisi ini memungkinkan SILO memiliki secara langsung sejumlah aset rumah sakit strategis. Sementara itu, total ekuitas perseroan tercatat meningkat menjadi Rp10,91 triliun.

Di sisi lain, Indonesia Fibreboard Industry (IFII) menetapkan pembagian dividen tunai interim kedua untuk tahun buku 2026 sebesar Rp5 per saham, dengan total nilai mencapai sekitar Rp47,06 miliar. Keputusan tersebut didukung kinerja perseroan yang mencatatkan laba periode berjalan sebesar Rp158,73 miliar sepanjang sembilan bulan pertama 2026.

Pembagian dividen interim kedua tersebut setara dengan dividend payout ratio sebesar 29,65% dari laba 9M26. Jika digabungkan dengan dividen interim pertama yang telah dibagikan pada Oktober 2026, total rasio pembayaran dividen mencapai 59,30% dari laba periode berjalan.

Pada perdagangan Selasa (3/11), saham IFII ditutup pada harga Rp198 per saham. Berdasarkan harga tersebut, dividen interim kedua sebesar Rp5 per saham mencerminkan dividend yield sekitar 2,53%.

Adapun tanggal cum dividend di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 11 November 2026, sedangkan pembayaran dividen dijadwalkan berlangsung pada 26 November 2026.

Rekomendasi Saham Hari Ini

  • SMIL – Buy 410-414 | TP 418-426 | SL 396

  • CYBR – Buy 346-350 | TP 354-360 | SL 330

  • SMMT – Buy 2780-2800 | TP 2850-2900 | SL 2650

  • NPGF – Buy 46-48 | TP 50-52 | SL 45

  • MAPI – Buy 1230-1240 | TP 1260-1270 | SL 1180

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. 

(ayh/ayh)

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
OJK Beri Sanksi 3 Kasus Pasar Modal, Ada Manipulasi Saham Rp 5,07 M

OJK Beri Sanksi 3 Kasus Pasar Modal, Ada Manipulasi Saham Rp 5,07 M

November 4, 2026
IHSG Dibuka Melemah 1,5% & Merosot ke Level 4.800-an

IHSG Dibuka Melemah 1,5% & Merosot ke Level 4.800-an

November 4, 2026
Bursa Asia Dibuka Bervariasi, Investor Pantau Hasil Pemilu AS

Bursa Asia Dibuka Bervariasi, Investor Pantau Hasil Pemilu AS

November 4, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .