• Latest
Rupiah Ditutup Loyo, Dolar AS Naik ke Rp17.865

Rupiah Ditutup Loyo, Dolar AS Naik ke Rp17.865

August 12, 2026
Rupiah Dibuka Rp18.140 per Dolar AS

Rupiah Dibuka Rp18.140 per Dolar AS

November 4, 2026
Breaking! IHSG Dibuka Anjlok 1,5%, Ini Penyebabnya

Breaking! IHSG Dibuka Anjlok 1,5%, Ini Penyebabnya

November 4, 2026
Pembukaan IHSG Anjlok 1% Lebih, Ini Penyebabnya

Pembukaan IHSG Anjlok 1% Lebih, Ini Penyebabnya

November 4, 2026
IHSG Ambruk 3,78%, Ini 5 Rekomendasi Saham yang Bisa Kamu Lirik

IHSG Ambruk 3,78%, Ini 5 Rekomendasi Saham yang Bisa Kamu Lirik

November 4, 2026
25 Juta Penduduk Dewasa Belum Punya Rekening

25 Juta Penduduk Dewasa Belum Punya Rekening

November 4, 2026
IHSG Ditutup 3,7%, Asing Lepas 10 Saham Ini

IHSG Ditutup 3,7%, Asing Lepas 10 Saham Ini

November 4, 2026
IHSG Ditutup Anjlok 3,7%, Tapi 10 Saham Ini Diborong Asing

IHSG Ditutup Anjlok 3,7%, Tapi 10 Saham Ini Diborong Asing

November 4, 2026
Ada 14 Bank Tumbang di 2026, Terungkap Biang Keroknya

Ada 14 Bank Tumbang di 2026, Terungkap Biang Keroknya

November 3, 2026
Dicecar BEI soal Nasabah Sulit Tarik Dana, MNC Bank Buka Suara

Dicecar BEI soal Nasabah Sulit Tarik Dana, MNC Bank Buka Suara

November 3, 2026
Raffi Ahmad Terseret Kisruh RANS Carnival, Manajemen Buka Suara

Raffi Ahmad Terseret Kisruh RANS Carnival, Manajemen Buka Suara

November 3, 2026
OJK Tutup 1 Bank di Sumsel, Ada Masalah Modal

OJK Tutup 1 Bank di Sumsel, Ada Masalah Modal

November 3, 2026
OJK Ungkap Kondisi MNC Bank Usai Muncul Rumor Bangkrut

OJK Ungkap Kondisi MNC Bank Usai Muncul Rumor Bangkrut

November 3, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Wednesday, November 4, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Rupiah Ditutup Loyo, Dolar AS Naik ke Rp17.865

3 months ago
in Lifestyle
Rupiah Ditutup Loyo, Dolar AS Naik ke Rp17.865
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah kembali mengakhiri perdagangan di zona merah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pelemahan kali ini memperpanjang tekanan terhadap mata uang Garuda dalam dua hari perdagangan beruntun.

Merujuk data Refinitiv, rupiah ditutup melemah 0,20% ke posisi Rp17.865/US$ pada perdagangan Rabu (12/8/2026). Setelah pada perdagangan sebelumnya, rupiah turut terdepresiasi hingga 0,45% ke level Rp17.830/US$.

Tekanan terhadap rupiah membesar dibandingkan posisi pembukaan. Rupiah mengawali perdagangan dengan pelemahan tipis 0,06% di level Rp17.840/US$, kemudian kehilangan 25 poin hingga penutupan.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 15.00 WIB terpantau menguat tipis 0,03% ke posisi 99,856.



Pergerakan rupiah masih dipengaruhi sikap hati-hati pelaku pasar menjelang pengumuman inflasi konsumen AS periode Juli pada Rabu waktu setempat. Data tersebut akan menjadi petunjuk terbaru dalam memperkirakan arah suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed).

Laporan ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan sebelumnya membuka ruang bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga. Namun, risiko inflasi yang masih tinggi membuat pasar belum sepenuhnya menutup peluang kenaikan suku bunga.

Presiden The Fed Chicago Austan Goolsbee mengatakan bank sentral saat ini lebih mencemaskan inflasi yang terlalu tinggi dibandingkan pelemahan pasar tenaga kerja. Pasar kini memperhitungkan peluang sebesar 52% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada September, sedangkan probabilitas kenaikan 25 basis poin berada di level 48%.

Risiko inflasi juga meningkat setelah harga minyak bergerak naik menyusul serangan terhadap jalur pelayaran penting di Timur Tengah. Kenaikan harga energi berpotensi mempertahankan tekanan inflasi sekaligus menopang dolar AS.

Di sisi lain, pasar masih mencermati proses pergantian kepemimpinan BI setelah Presiden Prabowo Subianto mengusulkan Destry Damayanti sebagai calon tunggal gubernur bank sentral. Kepastian mengenai calon pemimpin BI menjadi perhatian karena berkaitan dengan kesinambungan kebijakan moneter dan stabilitas rupiah.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan rekam jejak serta pengalaman panjang Destry di bidang ekonomi dan keuangan menjadi pertimbangan utama pemerintah.

“Beliau juga dua kali, dua periode menjadi Deputi Gubernur Senior. Itu salah satu alasan yang paling mendasar, tentunya kompetensi,” ujarnya.

Nama Destry telah diserahkan kepada DPR melalui Surat Presiden untuk menjalani uji kepatutan dan kelayakan. Pemerintah juga mengajukan calon Deputi Gubernur Senior dan Deputi Gubernur BI, tetapi identitas para kandidat tersebut masih menunggu pengumuman resmi DPR.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Rupiah Dibuka Rp18.140 per Dolar AS

Rupiah Dibuka Rp18.140 per Dolar AS

November 4, 2026
Breaking! IHSG Dibuka Anjlok 1,5%, Ini Penyebabnya

Breaking! IHSG Dibuka Anjlok 1,5%, Ini Penyebabnya

November 4, 2026
Pembukaan IHSG Anjlok 1% Lebih, Ini Penyebabnya

Pembukaan IHSG Anjlok 1% Lebih, Ini Penyebabnya

November 4, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .