• Latest
Masjid Istiqlal Masuk Pasar Modal Indonesia

Masjid Istiqlal Masuk Pasar Modal Indonesia

August 12, 2026
Rupiah Dibuka Rp18.140 per Dolar AS

Rupiah Dibuka Rp18.140 per Dolar AS

November 4, 2026
Breaking! IHSG Dibuka Anjlok 1,5%, Ini Penyebabnya

Breaking! IHSG Dibuka Anjlok 1,5%, Ini Penyebabnya

November 4, 2026
Pembukaan IHSG Anjlok 1% Lebih, Ini Penyebabnya

Pembukaan IHSG Anjlok 1% Lebih, Ini Penyebabnya

November 4, 2026
IHSG Ambruk 3,78%, Ini 5 Rekomendasi Saham yang Bisa Kamu Lirik

IHSG Ambruk 3,78%, Ini 5 Rekomendasi Saham yang Bisa Kamu Lirik

November 4, 2026
25 Juta Penduduk Dewasa Belum Punya Rekening

25 Juta Penduduk Dewasa Belum Punya Rekening

November 4, 2026
IHSG Ditutup 3,7%, Asing Lepas 10 Saham Ini

IHSG Ditutup 3,7%, Asing Lepas 10 Saham Ini

November 4, 2026
IHSG Ditutup Anjlok 3,7%, Tapi 10 Saham Ini Diborong Asing

IHSG Ditutup Anjlok 3,7%, Tapi 10 Saham Ini Diborong Asing

November 4, 2026
Ada 14 Bank Tumbang di 2026, Terungkap Biang Keroknya

Ada 14 Bank Tumbang di 2026, Terungkap Biang Keroknya

November 3, 2026
Dicecar BEI soal Nasabah Sulit Tarik Dana, MNC Bank Buka Suara

Dicecar BEI soal Nasabah Sulit Tarik Dana, MNC Bank Buka Suara

November 3, 2026
Raffi Ahmad Terseret Kisruh RANS Carnival, Manajemen Buka Suara

Raffi Ahmad Terseret Kisruh RANS Carnival, Manajemen Buka Suara

November 3, 2026
OJK Tutup 1 Bank di Sumsel, Ada Masalah Modal

OJK Tutup 1 Bank di Sumsel, Ada Masalah Modal

November 3, 2026
OJK Ungkap Kondisi MNC Bank Usai Muncul Rumor Bangkrut

OJK Ungkap Kondisi MNC Bank Usai Muncul Rumor Bangkrut

November 3, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Wednesday, November 4, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Masjid Istiqlal Masuk Pasar Modal Indonesia

3 months ago
in Lifestyle
Masjid Istiqlal Masuk Pasar Modal Indonesia
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – PT Majoris Asset Management bersama Istiqlal Global Fund di bawah Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) resmi memperkenalkan program Wakaf Saham Istiqlal di akhir tahun 2025. Inisiatif wakaf produktif tersebut mengintegrasikan prinsip syariah dengan mekanisme pasar modal untuk memperluas akses masyarakat dalam berwakaf.

Program tersebut diluncurkan dalam acara peresmian di Masjid Istiqlal, Jakarta, yang dibuka oleh Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar. Kehadiran Menag menunjukkan dukungan terhadap penguatan peran wakaf sebagai instrumen pembangunan sosial yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Wakaf Saham Istiqlal merupakan tindak lanjut dari kerja sama antara Majoris Asset Management dan IGF-BPMI yang ditandatangani pada Oktober 2025. Melalui kampanye “Yuk Wakaf Saham”, masyarakat diajak berpartisipasi dalam wakaf melalui instrumen pasar modal syariah yang dinilai lebih relevan dengan profil investor masa kini.

Peluncuran program tersebut dilakukan di tengah upaya pengembangan wakaf dan keuangan syariah nasional. Berdasarkan data Badan Wakaf Indonesia, nilai wakaf uang yang telah terhimpun baru sekitar Rp3,5 triliun, sementara potensi wakaf nasional diperkirakan mencapai Rp181 triliun per tahun.

Kesenjangan antara realisasi dan potensi tersebut menunjukkan ruang yang masih sangat besar bagi pengembangan wakaf produktif di Indonesia. Kehadiran instrumen seperti wakaf saham dan wakaf reksa dana diharapkan dapat menjadi alternatif untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam kegiatan filantropi Islam.

Regulator pasar modal buka suara pada program tersebut. Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan program wakaf dan sedekah yang dikelola Masjid Istiqlal dapat menggunakan instrumen pasar modal sebagai underlying asset, mulai dari saham hingga reksa dana. Program tersebut menjadi bagian dari inisiatif yang tengah dikembangkan melalui Istiqlal Global Fund (IGF).

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, konsep filantropi Islam berbasis pasar modal sejatinya telah berjalan melalui sejumlah aplikasi perdagangan saham syariah.

Menurutnya, investor selama ini sudah dapat menyalurkan dana wakaf maupun sedekah melalui ekosistem pasar modal syariah. BEI juga telah mengenalkan program tersebut dalam pertemuan manajer investasi dengan Masjid Istiqlal dalam ajang Capital Market Expo Indonesia.

“Filantropi Islam yang disalurkan ke Masjid Istiqlal itu akan dikelola secara profesional oleh manajer investasi nah itu yang sedang dikerjakan,” kata Jeffrey saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, dikutip Selasa (11/8/2026).

Jeffrey menjelaskan, instrumen yang digunakan dalam program tersebut tidak terbatas pada dana tunai. Wakaf dapat disalurkan dalam bentuk saham, reksa dana, maupun dana yang kemudian dikelola oleh manajer investasi sesuai prinsip syariah.

“Bisa bentuknya saham, bisa bentuknya reksadana, bisa bentuknya dana dan kemudian itu akan dikelola oleh manajer investasi,” jelas Jeffrey.

Meski belum mengantongi data terkini terkait total dana yang telah terkumpul, Jeffrey memastikan program tersebut sudah mulai berjalan. Ia menegaskan BEI akan terus mendukung pengembangan filantropi Islam yang terhubung dengan pasar modal syariah.

Ke depan, BEI berharap semakin banyak manajer investasi yang ikut berpartisipasi dalam program tersebut. Selain itu, jumlah investor yang menyalurkan wakaf saham maupun wakaf reksa dana juga diharapkan meningkat sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak penerima.

Sementara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) buka suara soal isu Masjid Istiqlal yang masuk dalam ekosistem Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui wakaf & sedekah saham. Hal ini seiring potensi wakaf nasional diperkirakan mencapai Rp181 triliun per tahun.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hasan Fawzi mengatakan skema tersebut masih dalam tahap pembahasan di internal OJK.

OJK akan mengkaji aspek pengelolaan dana serta menentukan sektor pengawasan yang relevan apabila diperlukan landasan regulasi khusus.

“Nanti kami tentu akan mengeluarkan pengaturan khusus terkait dengan hal ini pada prinsipnya tentu apapun kegiatan investasi yang bersinggungan dengan masyarakat secara umum kita harapkan tetap mengedepankan aspek transparansi dengan bentuk pengelolaan yang baik dengan tata kelola yang baik,” tuturnya.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Rupiah Dibuka Rp18.140 per Dolar AS

Rupiah Dibuka Rp18.140 per Dolar AS

November 4, 2026
Breaking! IHSG Dibuka Anjlok 1,5%, Ini Penyebabnya

Breaking! IHSG Dibuka Anjlok 1,5%, Ini Penyebabnya

November 4, 2026
Pembukaan IHSG Anjlok 1% Lebih, Ini Penyebabnya

Pembukaan IHSG Anjlok 1% Lebih, Ini Penyebabnya

November 4, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .