• Latest
Top Bukan RI, India Jadi Pasar Saham yang Paling Tak Disukai di Asia

Top Bukan RI, India Jadi Pasar Saham yang Paling Tak Disukai di Asia

August 21, 2026
Begini Cara Membersihkan Nama dari SLIK OJK atau BI Checking

Begini Cara Membersihkan Nama dari SLIK OJK atau BI Checking

September 13, 2026
Tertarik Punya Alfamart Sendiri, Segini Biaya dan Balik Modal 2026

Tertarik Punya Alfamart Sendiri, Segini Biaya dan Balik Modal 2026

September 13, 2026
Pengganti Skor Kredit, Nomor HP Aktif 10 Tahun Bisa Dapat Pembiayaan

Pengganti Skor Kredit, Nomor HP Aktif 10 Tahun Bisa Dapat Pembiayaan

September 13, 2026
RI Mau Jadi Price Maker Nikel, Bursa Mineral Bisa Wujudkan?

RI Mau Jadi Price Maker Nikel, Bursa Mineral Bisa Wujudkan?

September 13, 2026
17 Tahun Indonesia Eximbank (LPEI) Dorong Ekspor Nasional

17 Tahun Indonesia Eximbank (LPEI) Dorong Ekspor Nasional

September 13, 2026
Mantan Menteri RI Ditangkap, Kejagung Temukan Brankas Isi Rp 3 Miliar

Mantan Menteri RI Ditangkap, Kejagung Temukan Brankas Isi Rp 3 Miliar

September 13, 2026
5 Tahun Holding Ultra Mikro, Sukses Dorong Jutaan UMKM Naik Kelas

5 Tahun Holding Ultra Mikro, Sukses Dorong Jutaan UMKM Naik Kelas

September 13, 2026
Strategi Market Maker Gali Daya Tarik Investasi ETF Emas

Strategi Market Maker Gali Daya Tarik Investasi ETF Emas

September 13, 2026
Bandar Kripto Bangkrut, Uang Nasabah Lenyap Rp 143 Miliar

Bandar Kripto Bangkrut, Uang Nasabah Lenyap Rp 143 Miliar

September 13, 2026
Kisah Konglomerat RI Rutin Bolak-Balik Gunung Kawi, Minta Petunjuk

Kisah Konglomerat RI Rutin Bolak-Balik Gunung Kawi, Minta Petunjuk

September 13, 2026
Racikan Investasi Nasabah Tajir Era Perang & Suku Bunga Tinggi

Racikan Investasi Nasabah Tajir Era Perang & Suku Bunga Tinggi

September 13, 2026
Ketika Anak Presiden Minta Warga Buang Dolar Buat Selamatkan Rupiah

Ketika Anak Presiden Minta Warga Buang Dolar Buat Selamatkan Rupiah

September 13, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Sunday, September 13, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Top Bukan RI, India Jadi Pasar Saham yang Paling Tak Disukai di Asia

3 weeks ago
in Lifestyle
Top Bukan RI, India Jadi Pasar Saham yang Paling Tak Disukai di Asia
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – India kini menjadi pasar saham yang paling tidak disukai investor di Asia. Hal ini merujuk ke survei yang dilakukan Bank of America (BofA) terhadap para pengelola dana.

Mengutip NDTV yang merujuk Bloomberg, Jumat (21/8/2026), hasil survei menunjukkan 32% responden secara neto berada dalam posisi underweight terhadap saham India. Sikap pesimistis tersebut terutama dipicu oleh minimnya eksposur yang jelas terhadap sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Selain persoalan AI, pertumbuhan ekonomi yang melemah menjadi risiko terbesar berikutnya yang dikhawatirkan investor. Kurangnya reformasi serta valuasi saham India yang dinilai masih tinggi juga menjadi alasan investor bersikap hati-hati terhadap pasar saham terbesar keempat di Asia tersebut.

Perlu diketahui, survei BofA melibatkan 98 responden dengan total aset yang dikelola mencapai US$272 miliar (sekitar Rp4.624 triliun). Pengumpulan data dilakukan pada 7-13 Agustus 2026.

Hasil survei BofA sejalan dengan pelemahan saham India dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini terjadi meskipun prospek laba perusahaan mulai membaik.

Investor masih berhati-hati terhadap pasar India karena sejumlah risiko makroekonomi dan valuasi yang tinggi. Meski demikian, pada kuartal berjalan, dana global sebenarnya telah membeli lebih dari US$4 miliar (sekitar Rp68 triliun) saham domestik India, menjadi yang terbesar di antara pasar negara berkembang regional, setelah terjadi arus keluar dana dalam jumlah besar pada paruh pertama tahun ini.

Kinerja fundamental perusahaan juga menunjukkan perbaikan. Laba perusahaan yang tergabung dalam indeks acuan NSE Nifty 50 melonjak 18% dibandingkan tahun sebelumnya pada periode tiga bulan terakhir. Pertumbuhan tersebut jauh di atas perkiraan Motilal Oswal Financial Services yang sebesar 10%. Namun, perbaikan kinerja laba belum cukup untuk menghapus kekhawatiran investor.

India sebelumnya juga pernah menjadi pasar saham yang paling tidak disukai dalam survei BofA pada Mei. Saat itu, pertumbuhan ekonomi India mendapat tekanan akibat kenaikan biaya energi setelah perang AS-Iran mendorong harga minyak mentah global melonjak. Kini, belum adanya tanda-tanda penyelesaian konflik membuat harga energi kembali naik dan menekan sentimen investor terhadap saham India.

Indonesia Justru Mulai Dilirik Investor

Berbeda dengan India, sentimen investor terhadap Indonesia justru membaik. Sebanyak 27% pengelola dana secara neto masih berada dalam posisi underweight terhadap pasar saham Indonesia, turun dari 32% pada Juli.

Perubahan tersebut sejalan dengan kinerja positif pasar saham Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah melonjak lebih dari 20% dari level terendah pada Juni.

Penguatan tersebut terjadi setelah berbagai langkah Bank Indonesia (BI) untuk menstabilkan nilai tukar rupiah serta meredanya kekhawatiran bahwa Indonesia akan diturunkan statusnya menjadi pasar frontier oleh MSCI. Jika ditarik ke Asia, Taiwan dan Jepang masih menjadi kawasan yang paling disukai investor dalam survei tersebut.

(sef/sef)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Begini Cara Membersihkan Nama dari SLIK OJK atau BI Checking

Begini Cara Membersihkan Nama dari SLIK OJK atau BI Checking

September 13, 2026
Tertarik Punya Alfamart Sendiri, Segini Biaya dan Balik Modal 2026

Tertarik Punya Alfamart Sendiri, Segini Biaya dan Balik Modal 2026

September 13, 2026
Pengganti Skor Kredit, Nomor HP Aktif 10 Tahun Bisa Dapat Pembiayaan

Pengganti Skor Kredit, Nomor HP Aktif 10 Tahun Bisa Dapat Pembiayaan

September 13, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .