• Latest
Ini Dia Sosok Penyumbang 28Kg Emas Buat Monas, Nasibnya Miris

Ini Dia Sosok Penyumbang 28Kg Emas Buat Monas, Nasibnya Miris

August 23, 2026
Pasutri Hobi Dugem di Jakarta, Ternyata Hartanya Hasil Rampok

Pasutri Hobi Dugem di Jakarta, Ternyata Hartanya Hasil Rampok

September 12, 2026
Jualan Robot, Pria Ini Punya Kekayaan Rp282 Triliun

Jualan Robot, Pria Ini Punya Kekayaan Rp282 Triliun

September 12, 2026
Investor Ramai-ramai Buang US Treasury, Apa Efeknya ke Rupiah?

Investor Ramai-ramai Buang US Treasury, Apa Efeknya ke Rupiah?

September 12, 2026
PTPP Teken MRA, Implementasi Restrukturisasi Dimulai

PTPP Teken MRA, Implementasi Restrukturisasi Dimulai

September 12, 2026
Bisnis Ayah-Anak Ini Beli Mal di Orchard Road, Harganya Rp4,3 Triliun

Bisnis Ayah-Anak Ini Beli Mal di Orchard Road, Harganya Rp4,3 Triliun

September 12, 2026
Cegah Defisit Belanja, Negara Ini Pilih Jual Saham BUMN

Cegah Defisit Belanja, Negara Ini Pilih Jual Saham BUMN

September 12, 2026
Pemerintah Bagi-Bagi Rekening Gratis Agar Bansos Tepat Sasaran

Pemerintah Bagi-Bagi Rekening Gratis Agar Bansos Tepat Sasaran

September 12, 2026
Jelang Akhir Pekan Rupiah Ditutup Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.585

Jelang Akhir Pekan Rupiah Ditutup Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.585

September 12, 2026
13 Bank di RI Resmi Tutup per September 2026, Ini Daftarnya

13 Bank di RI Resmi Tutup per September 2026, Ini Daftarnya

September 12, 2026
PTPP Teken MRA, Restrukturisasi Utang ke Bank Himbara

PTPP Teken MRA, Restrukturisasi Utang ke Bank Himbara

September 11, 2026
Profibilitas Meningkat, MSIG Life Dorong Pertumbuhan Berkualitas

Profibilitas Meningkat, MSIG Life Dorong Pertumbuhan Berkualitas

September 11, 2026
Adu Kinerja Emiten Minyak RI, Mana Yang Cuannya Paling Menyala?

Adu Kinerja Emiten Minyak RI, Mana Yang Cuannya Paling Menyala?

September 11, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Saturday, September 12, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Economy

Ini Dia Sosok Penyumbang 28Kg Emas Buat Monas, Nasibnya Miris

3 weeks ago
in Economy
Ini Dia Sosok Penyumbang 28Kg Emas Buat Monas, Nasibnya Miris
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nasib tragis harus dialami Teuku Markam. Orang kaya asal Aceh ini berupaya membantu negara dengan menyumbang 28 kg emas namun berakhir di penjara.

Emas itu disumbangkan untuk pucuk emas Monumen Nasional (Monas) yang menjadi proyek mercusuar Presiden Soekarno. Besarannya setara dengan Rp 42 miliar di masa kini.

Markam sendiri merupakan pengusaha ternama di Indonesia. Bisnisnya dimulai pada 1957 lewat PT Karkam atau Kulit Aceh Raya Kapten Markam.

Kapten Markam sendiri karena dia sempat bergabung dengan TNI setelah Indonesia merdeka. Dia ikut melawan tentara Belanda kala itu.

Richard Robinson dalam Indonesia: The Rise of Capital (2009) menyebut, PT Karkam bergerak di ekspor karet. Perusahaan ini jadi satu-satunya di Indonesia yang memiliki hak eksklusif ekspor karet dari Sumatera Selatan ke Singapura dan Malaysia.

Markam juga mengantongi lisensi impor Mobil Nissan dan semen dari Jepang. Dari bisnisnya yang berlimpah, asetnya menjadi jutaan dolar begitu juga kekayaannya.

Tak diketahui berapa nominal kekayaannya, namun ini terlihat dari gaya hidup Markam. Misalnya dia terlihat mengadakan pesta mewah di Jakarta hingga mengundang teman-akrabnya Presiden Soekarno ke lantai pesta.

Asetnya juga dilaporkan melimpah. Dalam Apa dan Siapa Sejumlah Orang Indonesia (1984) mencatat kekayaannya berupa mobil, rumah, tanah, uang tunai Rp 20 miliar dan US$30 juta pada 1966.

Aset-aset itu diambil negara. Ini terjadi karena kedekatannya dengan Presiden Soekarno.

Pemerintahan era Presiden Soeharto menuding Markam terlibat korupsi hingga pemberontakan G30S, namun tuduhan itu terjadi tanpa bukti.

Diapun mendekam dalam penjara selama 9 tahun. Operasional PT Karkam juga diambil alih negara dan diganti menjadi BUMN bernama PT Berdikari.

Dia berupaya untuk kembali ke dunia bisnis setelah keluar dari penjara. Namun nama baik dan reputasinya serta kekayaannya tidak sebesar sebelumnya.

Markam diketahui meninggal pada 25 Januari 1985. Saat itu dia diketahui sakit diabetes dan liver.

(haa/haa)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Pasutri Hobi Dugem di Jakarta, Ternyata Hartanya Hasil Rampok

Pasutri Hobi Dugem di Jakarta, Ternyata Hartanya Hasil Rampok

September 12, 2026
Jualan Robot, Pria Ini Punya Kekayaan Rp282 Triliun

Jualan Robot, Pria Ini Punya Kekayaan Rp282 Triliun

September 12, 2026
Investor Ramai-ramai Buang US Treasury, Apa Efeknya ke Rupiah?

Investor Ramai-ramai Buang US Treasury, Apa Efeknya ke Rupiah?

September 12, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .