• Latest
Jelang Akhir Pekan Rupiah Ditutup Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.585

Jelang Akhir Pekan Rupiah Ditutup Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.585

September 12, 2026
Anjlok Drastis, Bursa Awasi Ketat Saham FILM dan COIN

Anjlok Drastis, Bursa Awasi Ketat Saham FILM dan COIN

October 29, 2026
Kronologi Lengkap Dugaan Kasus Korupsi PT Djarum

Kronologi Lengkap Dugaan Kasus Korupsi PT Djarum

October 29, 2026
PGAS Teken Kontrak Penjualan LNG Rp28,11 Triliun, Pasokan Mulai 2029

PGAS Teken Kontrak Penjualan LNG Rp28,11 Triliun, Pasokan Mulai 2029

October 29, 2026
Ini Alasan KPK Geledah Kantor PT Djarum dan Bea Cukai di Kudus

Ini Alasan KPK Geledah Kantor PT Djarum dan Bea Cukai di Kudus

October 29, 2026
Breaking! IHSG Turun 2%, Ini Penyebabnya

Breaking! IHSG Turun 2%, Ini Penyebabnya

October 29, 2026
Bursa RI Paling Transparan di Dunia, Sejajar dengan Hong Kong

Bursa RI Paling Transparan di Dunia, Sejajar dengan Hong Kong

October 29, 2026
Ditentang 2 Anggota, The Fed Tahan Suku Bunga di 3,75-4,00%

Ditentang 2 Anggota, The Fed Tahan Suku Bunga di 3,75-4,00%

October 29, 2026
Rupiah Dibuka Menguat Pagi Ini, Dolar AS Turun ke Rp18.173

Rupiah Dibuka Menguat Pagi Ini, Dolar AS Turun ke Rp18.173

October 29, 2026
Breaking! IHSG Turun 1%, Ini Penyebabnya

Breaking! IHSG Turun 1%, Ini Penyebabnya

October 29, 2026
IHSG Dibuka Menguat 0,43% ke 5.305

IHSG Dibuka Menguat 0,43% ke 5.305

October 29, 2026
Bursa Asia Menguat, Investor Cermati Kinerja Big Tech dan The Fed

Bursa Asia Menguat, Investor Cermati Kinerja Big Tech dan The Fed

October 29, 2026
IHSG Ditutup Menguat 0,31%, Simak 5 Saham Pilihan Hari Ini

IHSG Ditutup Menguat 0,31%, Simak 5 Saham Pilihan Hari Ini

October 29, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Thursday, October 29, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

Jelang Akhir Pekan Rupiah Ditutup Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.585

2 months ago
in Market
Jelang Akhir Pekan Rupiah Ditutup Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.585
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah menutup perdagangan terakhir pekan ini dengan pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data Refinitiv, rupiah bergerak dalam rentang cukup lebar sepanjang perdagangan. Mata uang Garuda dibuka melemah 0,23% di posisi Rp17.570/US$, kemudian tertekan hingga menyentuh level terlemah hari ini di Rp17.620/US$.

Tekanan terhadap rupiah mulai berkurang menjelang akhir perdagangan. Rupiah menguat 35 poin dari posisi terlemahnya dan ditutup di level Rp17.585/US$ atau terdepresiasi 0,31% terhadap dolar AS.

Meski melemah pada perdagangan hari ini, rupiah masih membukukan penguatan sekitar 0,26% dalam sepekan dari posisi penutupan Jumat pekan lalu di Rp17.630/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 15.00 WIB terpantau menguat 0,05% ke posisi 99,096.


Pelemahan rupiah hari ini sejalan dengan penguatan indeks dolar AS di pasar global. Greenback bertahan di sekitar level tertinggi seminggu ini di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi dari Timur Tengah.

Dolar sebelumnya mendapat tenaga setelah data menunjukkan indeks harga produsen AS meningkat 0,4% pada Agustus.

Kenaikan harga energi menjadi salah satu pendorong meningkatnya tekanan harga di tingkat produsen.

Penguatan dolar juga ditopang oleh aliran dana menuju aset aman di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi dari Timur Tengah.

Harga minyak melanjutkan kenaikan selama enam hari berturut-turut. Harga minyak Brent pada perdagangan Asia naik 1,2% ke US$108,96 per barel setelah menembus level US$100 pada awal pekan ini.

Tingginya harga energi mendorong pelaku pasar memperbesar peluang kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed). Berdasarkan perangkat CME FedWatch, pasar kini memperhitungkan probabilitas sebesar 71,3% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan pekan depan, meningkat dari 61,2% pada perdagangan sebelumnya.

Perubahan ekspektasi tersebut turut mengangkat imbal hasil obligasi pemerintah AS. Yield US Treasury tenor 10 tahun naik 2,3 basis poin ke level 4,965% atau semakin mendekati 5%.

Kenaikan imbal hasil obligasi AS dapat meningkatkan daya tarik aset berdenominasi dolar sekaligus menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Perhatian pasar kini tertuju pada rilis inflasi konsumen AS yang dijadwalkan pada Jumat waktu setempat. Data tersebut menjadi salah satu indikator ekonomi utama terakhir sebelum The Fed menggelar pertemuan FOMC pada 15-16 September mendatang.

Inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat semakin memperbesar peluang kenaikan suku bunga The Fed, mengangkat dolar AS, dan menambah tekanan terhadap rupiah. Sebaliknya, inflasi yang lebih rendah dapat meredakan ekspektasi pengetatan moneter serta memberikan ruang bagi rupiah untuk menguat.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Anjlok Drastis, Bursa Awasi Ketat Saham FILM dan COIN

Anjlok Drastis, Bursa Awasi Ketat Saham FILM dan COIN

October 29, 2026
Kronologi Lengkap Dugaan Kasus Korupsi PT Djarum

Kronologi Lengkap Dugaan Kasus Korupsi PT Djarum

October 29, 2026
PGAS Teken Kontrak Penjualan LNG Rp28,11 Triliun, Pasokan Mulai 2029

PGAS Teken Kontrak Penjualan LNG Rp28,11 Triliun, Pasokan Mulai 2029

October 29, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .