• Latest
1.800 Ton Emas Warga RI Ada di Bawah Bantal, Nilainya Rp 4.500 Triliun

1.800 Ton Emas Warga RI Ada di Bawah Bantal, Nilainya Rp 4.500 Triliun

September 27, 2026
Emiten Energi Bakrie (ENRG) Rights Issue Jumbo, Cari Duit Rp4,1 T

Emiten Energi Bakrie (ENRG) Rights Issue Jumbo, Cari Duit Rp4,1 T

September 28, 2026
Beban Naik, Deretan Kinerja Emiten Plastik RI Ini Terancam

Beban Naik, Deretan Kinerja Emiten Plastik RI Ini Terancam

September 28, 2026
IHSG Anjlok 1%, Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok 1%, Ini Penyebabnya

September 28, 2026
Dolar AS Makin Perkasa, Rupiah Dekati Rp 18.000 per USD

Dolar AS Makin Perkasa, Rupiah Dekati Rp 18.000 per USD

September 28, 2026
BEI Hapus Minimun Harga Saham, IHSG Anjlok 1%

BEI Hapus Minimun Harga Saham, IHSG Anjlok 1%

September 28, 2026
BEI Hapus Minimun Harga Saham, IHSG Anjlok 1% Pertengahan Sesi I

BEI Hapus Minimun Harga Saham, IHSG Anjlok 1% Pertengahan Sesi I

September 28, 2026
BEI Buka Gembok Saham Gocap, Aksi Jual Bikin IHSG Anjlok

BEI Buka Gembok Saham Gocap, Aksi Jual Bikin IHSG Anjlok

September 28, 2026
Usai Diborong Investor Jumbo, Saham TRUK Meroket 216% Sebelum Digembok

Usai Diborong Investor Jumbo, Saham TRUK Meroket 216% Sebelum Digembok

September 28, 2026
BEI Ubah Aturan FCA, 92 Saham Keluar Papan dari Pemantauan Khusus

BEI Ubah Aturan FCA, 92 Saham Keluar Papan dari Pemantauan Khusus

September 28, 2026
Batas Bawah Gocap Dihapus, 6 Saham Ini Kompak ARB dan Otw Rp1

Batas Bawah Gocap Dihapus, 6 Saham Ini Kompak ARB dan Otw Rp1

September 28, 2026
Ada Investor Asing yang Jual 4,05 Juta Saham CPIN di Harga Rp3.132

Ada Investor Asing yang Jual 4,05 Juta Saham CPIN di Harga Rp3.132

September 28, 2026
Bursa Asia Bergerak Variatif, Investor Cermati Data Ekonomi AS

Bursa Asia Bergerak Variatif, Investor Cermati Data Ekonomi AS

September 28, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Monday, September 28, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

1.800 Ton Emas Warga RI Ada di Bawah Bantal, Nilainya Rp 4.500 Triliun

1 day ago
in Market
1.800 Ton Emas Warga RI Ada di Bawah Bantal, Nilainya Rp 4.500 Triliun
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah Indonesia mengungkap sebuah fakta mengejutkan mengenai potensi ekonomi nasional. Ribuan ton emas milik masyarakat saat ini terpantau masih “menganggur” alias bersemayam di bawah bantal dan belum masuk ke dalam sistem keuangan resmi negara.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto beberapa saat lalu membeberkan bahwa total emas yang disimpan secara pribadi oleh masyarakat Indonesia diperkirakan mencapai 1.800 ton.

Bila dikalkulasikan, tumpukan emas rumahan tersebut memiliki nilai yang fantastis, yakni menyentuh US$252 miliar. Jika dikonversi menggunakan kurs saat ini di level Rp17.880/US$, nilainya sekitar Rp4.505 triliun.

“Emas yang ada di bawah bantal, itu ada 1.800 ton. Nah, kalau 1.800 ton, itu nilainya juga luar biasa, US$252 miliar,” ujar Airlangga dalam acara Peluncuran Indonesia Bullion Market Association di Monas Grand Ballroom BSI Tower, Jakarta, pada akhir Agustus lalu.

Bisa Masuk Jajaran Raksasa Emas Dunia

Airlangga menilai, jika ribuan ton emas tersebut berhasil ditarik dan diintegrasikan ke dalam sistem keuangan domestik, cadangan emas Indonesia akan langsung melesat dan masuk dalam jajaran yang terbesar di kancah global.

Sebagai perbandingan, Amerika Serikat saat ini tercatat memiliki cadangan stok emas terbesar di dunia sebanyak 8.133 ton, disusul oleh China sebanyak 2.331 ton.

“Kalau Indonesia 1.800 [ton], itu udah langsung di bawah mereka semua. Nah, ini sebuah pertumbuhan yang luar biasa kalau itu bisa kita lakukan,” tegas Airlangga.

Melihat potensi besar yang masih tertidur ini, pemerintah mendorong lembaga keuangan untuk memutar otak. Airlangga secara khusus meminta dua lembaga jasa keuangan yang telah mengantongi layanan bullion (bank emas), yakni PT Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI), agar dapat menciptakan instrumen yang mampu membangun kepercayaan masyarakat agar mau menitipkan aset emas mereka.

Saat ini, PT Pegadaian tercatat baru mengelola sekitar 153 ton stok emas milik masyarakat, sementara BSI mengelola sekitar 20 ton.

Oleh karena itu, pemerintah menargetkan setidaknya sebagian kecil dari harta karun “di bawah bantal” tersebut dapat beralih ke sistem perbankan formal.

“Jadi bagaimana tugasnya dari Pegadaian maupun BSI, yang US$252 miliar ini mungkin 20%-nya saja pindah dari ditaruh di bawah bantal, ditaruh ke instrumen keuangan ataupun instrumen perbankan syariah maupun Pegadaian,” pungkas Airlangga.

(fab/fab)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Emiten Energi Bakrie (ENRG) Rights Issue Jumbo, Cari Duit Rp4,1 T

Emiten Energi Bakrie (ENRG) Rights Issue Jumbo, Cari Duit Rp4,1 T

September 28, 2026
Beban Naik, Deretan Kinerja Emiten Plastik RI Ini Terancam

Beban Naik, Deretan Kinerja Emiten Plastik RI Ini Terancam

September 28, 2026
IHSG Anjlok 1%, Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok 1%, Ini Penyebabnya

September 28, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .