• Latest
IHSG Ditutup 1%, 5 Saham Bisa Jadi Pilihan Hari Ini

IHSG Ditutup 1%, 5 Saham Bisa Jadi Pilihan Hari Ini

October 16, 2026
OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN, Totalnya Tembus Rp 2,1 Triliun

OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN, Totalnya Tembus Rp 2,1 Triliun

October 17, 2026
Top! BNI Masuk 4 Besar BUMN dengan Layanan Terbaik di Indonesia

Top! BNI Masuk 4 Besar BUMN dengan Layanan Terbaik di Indonesia

October 17, 2026
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas Setara Zimbabwe, Ini Alasan MSCI

Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas Setara Zimbabwe, Ini Alasan MSCI

October 17, 2026
Korupsi BNPB, Dana Darurat Bencana Diduga Buat Beli Saham Rp 30 Miliar

Korupsi BNPB, Dana Darurat Bencana Diduga Buat Beli Saham Rp 30 Miliar

October 17, 2026
Segini Jumlah Tabungan Ideal Usia 50 Tahun Menurut Pakar Keuangan

Segini Jumlah Tabungan Ideal Usia 50 Tahun Menurut Pakar Keuangan

October 16, 2026
OJK Sanksi Pihak Terkait DSSA, CUAN dan BREN, Ini Pelanggarannya

OJK Sanksi Pihak Terkait DSSA, CUAN dan BREN, Ini Pelanggarannya

October 16, 2026
BP BUMN Mau Kembangkan 12 Kota Masa Depan, Ini Penjelasan Dony Oskaria

BP BUMN Mau Kembangkan 12 Kota Masa Depan, Ini Penjelasan Dony Oskaria

October 16, 2026
BRIS Mau Gelar RUPSLB, Bahas Rights Issue

BRIS Mau Gelar RUPSLB, Bahas Rights Issue

October 16, 2026
BRIS Mau Gelar RUPSLB, Bahas Rights Issue

BRIS Mau Gelar RUPSLB, Bahas Rights Issue

October 16, 2026
Tidak Campur Aduk! Ini Pembagian Tugas OJK dan Kemenkeu soal Kripto

Tidak Campur Aduk! Ini Pembagian Tugas OJK dan Kemenkeu soal Kripto

October 16, 2026
Pernyataan Dasco, OJK, Hingga Danantara Tanggapi MSCI

Pernyataan Dasco, OJK, Hingga Danantara Tanggapi MSCI

October 16, 2026
Sebelum RI, MSCI Ancam Turki Turun Kelas

Sebelum RI, MSCI Ancam Turki Turun Kelas

October 16, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Saturday, October 17, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

IHSG Ditutup 1%, 5 Saham Bisa Jadi Pilihan Hari Ini

1 day ago
in Market
IHSG Ditutup 1%, 5 Saham Bisa Jadi Pilihan Hari Ini
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,33% ke level 5.863,78 pada perdagangan Kamis (15/10). Sejumlah saham menjadi penggerak indeks, dengan AMMN naik 1,39%, BMRI menguat 0,51%, dan BBRI naik 0,32%. Sebaliknya, BREN turun 6,03%, DSSA melemah 6,15%, dan BBCA terkoreksi 0,82%.

Investor asing tercatat melakukan net buy sebesar Rp520,03 miliar di pasar reguler dan Rp567,96 miliar di seluruh pasar. Dari sisi sektoral, seluruh 11 sektor berakhir di zona merah. Sektor Consumer Cyclical mencatat penurunan terdalam sebesar 3,20%.

Di bursa Amerika Serikat (AS), sejumlah indeks utama ditutup menguat. Dow Jones naik 1,08% ke level 52.177, S&P 500 menguat 0,30% ke level 7.744, sedangkan Nasdaq bergerak relatif datar dengan kenaikan 0,08% ke level 26.713.

Sementara itu, MSCI mengusulkan perubahan klasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Wacana tersebut muncul di tengah perhatian terhadap transparansi dan integritas pasar modal Indonesia dan berpotensi memengaruhi aliran dana asing. Secara year to date (YTD), investor asing tercatat membukukan net sell sebesar Rp85,42 triliun. 

Indeks MSCI Indonesia melemah 0,28%, sedangkan ETF EIDO bergerak relatif datar dengan kenaikan 0,09%.

Dalam hal ini, MSCI membuka proses konsultasi terkait usulan penurunan klasifikasi indeks Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Konsultasi dengan pelaku pasar akan berlangsung hingga 30 April 2027, sementara keputusan final dijadwalkan diumumkan paling lambat 30 Juni 2027.

Usulan tersebut berkaitan dengan penilaian pelaku pasar terhadap sejumlah aspek investabilitas pasar saham Indonesia, termasuk transparansi struktur kepemilikan dan dugaan perdagangan terkoordinasi. Hal ini tetap menjadi perhatian meskipun otoritas pasar modal telah mengumumkan sejumlah langkah reformasi.

MSCI menyatakan proses tersebut akan dilanjutkan apabila belum terdapat bukti perbaikan tata kelola pasar yang dinilai material. MSCI juga mempertahankan pembekuan terhadap perubahan indeks saham Indonesia.

Perubahan klasifikasi menjadi Standalone Market berpotensi berdampak terhadap dana asing yang menggunakan indeks Emerging Market sebagai acuan investasi. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan pelaku pasar.

Di tengah perhatian terhadap pasar modal Indonesia, Chandra Asri Pacific (TPIA) telah menyelesaikan transaksi investasi strategis bersama Danantara Investment Management (DIM) dan Indonesia Investment Authority (INA) untuk pengembangan proyek Chlor Alkali-Ethylene Dichloride (CA-EDC) di Cilegon, Banten. Dalam proyek tersebut, TPIA berperan sebagai penggerak utama.

Fasilitas CA-EDC dirancang memiliki kapasitas produksi sekitar 400 KTA soda kaustik dan 500 KTA ethylene dichloride (EDC). Hingga September 2026, progres konstruksi proyek telah mencapai sekitar 80% dan ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada 2027.

Kemitraan tersebut menggabungkan dukungan pendanaan jangka panjang dari DIM dan INA dengan pengalaman industri Chandra Asri Group. Proyek ini sejalan dengan agenda hilirisasi nasional untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor, menghemat devisa, serta memperkuat pasokan bahan baku bagi industri hilir.

Salah satu penggunaannya berkaitan dengan rantai industri bauksit dan alumina, yang membutuhkan soda kaustik dalam proses produksinya. Selain itu, proyek CA-EDC diproyeksikan menciptakan sekitar 3.000 lapangan kerja selama tahap konstruksi dan sekitar 250 posisi permanen ketika fasilitas mulai beroperasi.

Selanjutnya, ada Petrosea (PTRO) yang berencana melaksanakan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue. Perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 170 juta saham baru dengan nilai nominal Rp5 per saham.

Jumlah tersebut setara dengan sekitar 1,69% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Sementara itu, harga pelaksanaan rights issue masih belum ditetapkan.

Dana yang diperoleh dari aksi korporasi tersebut, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan sebagai modal kerja untuk mendukung proyek-proyek rekayasa dan konstruksi yang menjadi kegiatan usaha utama PTRO.

Aksi tersebut juga ditujukan untuk memperkuat ekuitas dan struktur permodalan perseroan dalam mendukung pertumbuhan pendapatan. Bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya, potensi dilusi maksimal diperkirakan mencapai 1,66%.

Rencana rights issue PTRO masih menunggu persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 23 November 2026.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. 

(ayh/ayh)

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN, Totalnya Tembus Rp 2,1 Triliun

OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN, Totalnya Tembus Rp 2,1 Triliun

October 17, 2026
Top! BNI Masuk 4 Besar BUMN dengan Layanan Terbaik di Indonesia

Top! BNI Masuk 4 Besar BUMN dengan Layanan Terbaik di Indonesia

October 17, 2026
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas Setara Zimbabwe, Ini Alasan MSCI

Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas Setara Zimbabwe, Ini Alasan MSCI

October 17, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .