
Jakarta, CNBC Indonesia – Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo mengklaim daya beli masyarakat Indonesia masih tinggi tercermin dari perkiraan laba perusahaan sektor konsumer di kuartal ketiga 2026.
“Kemarin di BPS kan saya mengatakan daya beli tidak melemah dan terbukti di kuartal ketiga ini diperkirakan pendapatan emiten konsumer itu diperkirakan akan naik hampir 6 persen,” katanya kepada awak media di Gedung Ali Wardhana, Jakarta pada Jumat (16/10/2026).
“Nah, kalau pendapatan emiten konsumer itu naik, artinya konsumsinya naik,” sambungnya.
Sebelumnya, Dradjad mengaku mendapatkan pemahaman utuh terkait kondisi daya beli masyarakat. Alih-alih melemah, ia mengklaim data BPS menunjukkan daya beli masyarakat justru masih kuat.
“Jadi daya beli tidak melemah, buktinya banyak, saya tadi lihat bukti data-data, memang gak semua data bisa dipublikasi, tapi tadi saya lihat buktinya ya. Salah satunya pertumbuhan di sektor transportasi dan pariwisata,” terang Dradjad di BPS dikutip Jumat (16/10/2026).
Selain itu, Ia juga mengaku ada pertumbuhan transaksi menggunakan QRIS dan pertumbuhan belanja online yang menjadi peralihan tren belanja masyarakat dari selama ini secara konvensional.
“Transaksi QRIS itu peningkatannya sampai di atas 100%, kalau transaksi QRIS meningkat drastis, itu kan nantinya memang banyak transaksi, banyak konsumsi, jadi itu bukan daya beli melemah, yang terjadi adalah pergeseran pola konsumsi masyarakat yang sangat signifikan, termasuk di dalamnya adalah konsumsi di marketplace, konsumsi di online,” ujar Dradjad.
(haa/haa)


















