• Latest
IHSG Tinggalkan Level 5.000, Akhir Sesi I Anjlok 5,05%

IHSG Tinggalkan Level 5.000, Akhir Sesi I Anjlok 5,05%

October 19, 2026
Kena Denda OJK Rp 1,5 Triliun, Manajemen DSSA Buka Suara

Kena Denda OJK Rp 1,5 Triliun, Manajemen DSSA Buka Suara

October 19, 2026
BEI Sebut ARB 7% Efektif Redam Kepanikan Investor Saham

BEI Sebut ARB 7% Efektif Redam Kepanikan Investor Saham

October 19, 2026
Bos Bursa Bakal Bertemu MSCI Nanti Sore, Ini yang Bakal Dibahas

Bos Bursa Bakal Bertemu MSCI Nanti Sore, Ini yang Bakal Dibahas

October 19, 2026
Jika Standalone Market, RI Dianggap Asing Tak Layak Investasi

Jika Standalone Market, RI Dianggap Asing Tak Layak Investasi

October 19, 2026
Selain BREN dan CUAN, Emiten Prajogo Pangestu (TPIA) Buyback Rp 1 T

Selain BREN dan CUAN, Emiten Prajogo Pangestu (TPIA) Buyback Rp 1 T

October 19, 2026
Dulu Dijatuhkan MSCI, Kini Bursa Ini Bangkit & Jadi Developed Market

Dulu Dijatuhkan MSCI, Kini Bursa Ini Bangkit & Jadi Developed Market

October 19, 2026
Jika RI Turun ke Standalone Market, Bos MI Ungkap Risikonya!

Jika RI Turun ke Standalone Market, Bos MI Ungkap Risikonya!

October 19, 2026
IHSG Dihantui MSCI, Bisa Jatuh ke Level 3.000-an?

IHSG Dihantui MSCI, Bisa Jatuh ke Level 3.000-an?

October 19, 2026
Usai Kena Sanksi OJK, BREN, CUAN, dan DSSA Buyback Saham Total Rp2,5 T

Usai Kena Sanksi OJK, BREN, CUAN, dan DSSA Buyback Saham Total Rp2,5 T

October 19, 2026
Video; Racikan MI Hadapi Isu MSCI, Duit Investor Lari ke Mana?

Video; Racikan MI Hadapi Isu MSCI, Duit Investor Lari ke Mana?

October 19, 2026
Direktur Borong 1,1 Juta Saham BBRI di Harga Rp2.700

Direktur Borong 1,1 Juta Saham BBRI di Harga Rp2.700

October 19, 2026
Direktur Borong 1,1 Juta Saham BBRI di Harga Rp2.700

Direktur Borong 1,1 Juta Saham BBRI di Harga Rp2.700

October 19, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Monday, October 19, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home People & Culture

IHSG Tinggalkan Level 5.000, Akhir Sesi I Anjlok 5,05%

2 hours ago
in People & Culture
IHSG Tinggalkan Level 5.000, Akhir Sesi I Anjlok 5,05%
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan sesi pertama Senin (19/10/2026) di zona merah dalam. Berdasarkan data Stockbit, IHSG berada di level 4.923,26, turun 261,84 poin atau 5,05% dari penutupan sebelumnya di 5.185,11.

Tekanan jual langsung terasa sejak awal perdagangan. IHSG dibuka di level 4.961,88 dan sempat menyentuh titik terendah harian di 4.907,37. Setelah anjlok di menit-menit awal, indeks bergerak relatif datar di kisaran 4.920-an hingga akhir sesi. Level tertinggi hari ini tercatat di 4.974,66, sehingga ruang geraknya sepanjang sesi pertama tergolong sempit.

Dari sisi aktivitas, volume transaksi tercatat 159,47 juta lot dengan nilai transaksi Rp9.648,8 miliar.

Pasar keuangan Indonesia masih akan dibayangi sejumlah sentimen negatif dari luar negeri, mulai dari pengumuman terbaru MSCI, memansnya inflasi AS hingga perang.

Pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih menghadapi tekanan setelah kejatuhan tajam Indeks Harga Saham Gabungan dan pelemahan rupiah pada akhir pekan lalu.
Perhatian investor akan tertuju pada perkembangan isu MSCI, langkah penegakan aturan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI) yang akan diumumkan pekan ini.

Dari eksternal, ketegangan di Timur Tengah yang kembali mendorong kenaikan harga minyak dunia juga menjadi perhatian. Selain itu, China akan mengumumkan pertumbuhan ekonomi kuartal III-2026 dan keputusan suku bunga pinjaman acuannya.

Pasar saham Indonesia memasuki pekan baru dengan tekanan yang cukup berat. Setelah IHSG anjlok lebih dari 11% pada Jumat pekan lalu, kekhawatiran kini muncul mengenai kemungkinan indeks kembali jatuh pada perdagangan Senin ini.

Tekanan ini tidak lepas dari pengumuman MSCI yang membuka kemungkinan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

Rencana tersebut masih dalam tahap konsultasi dengan pelaku pasar dan belum menjadi keputusan final. MSCI memberikan kesempatan kepada pelaku pasar untuk menyampaikan tanggapan hingga 30 April 2027, sementara keputusan akhirnya akan diumumkan paling lambat 30 Juni 2027.

“MSCI akan mengumumkan keputusan akhir pada akhir Juni 2027 dan mungkin memberikan pembaruan sementara mengenai tanggapan peserta pasar selama periode konsultasi,” tulis MSCI dalam pengumumannya, dikutip Jumat (16/10/2026).

MSCI menilai terdapat sejumlah persoalan yang perlu diperbaiki agar Indonesia tetap memenuhi persyaratan sebagai pasar berkembang. Beberapa di antaranya menyangkut transparansi struktur kepemilikan saham, kemudahan investor untuk berinvestasi, serta kekhawatiran mengenai dugaan praktik perdagangan saham yang terkoordinasi.

Status Standalone Market sendiri merupakan klasifikasi yang menempatkan pasar saham suatu negara di luar kelompok utama MSCI, yakni Developed Market, Emerging Market, dan Frontier Market.

Jika Indonesia benar-benar turun ke kategori tersebut, saham-saham domestik tidak lagi menjadi bagian dari indeks utama MSCI Emerging Markets. Padahal, indeks ini banyak digunakan pengelola dana investasi global sebagai acuan.

Kondisi tersebut berisiko mendorong keluarnya dana asing, terutama dari investor yang mengikuti indeks MSCI. Berkurangnya aliran dana juga dapat membuat aktivitas perdagangan saham semakin sepi dan tekanan terhadap harga saham bertambah besar.

(rob/rob)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Kena Denda OJK Rp 1,5 Triliun, Manajemen DSSA Buka Suara

Kena Denda OJK Rp 1,5 Triliun, Manajemen DSSA Buka Suara

October 19, 2026
BEI Sebut ARB 7% Efektif Redam Kepanikan Investor Saham

BEI Sebut ARB 7% Efektif Redam Kepanikan Investor Saham

October 19, 2026
Bos Bursa Bakal Bertemu MSCI Nanti Sore, Ini yang Bakal Dibahas

Bos Bursa Bakal Bertemu MSCI Nanti Sore, Ini yang Bakal Dibahas

October 19, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .