
Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memangkas sebagian besar pelemahannya pada perdagangan Sesi II Senin (19/10/2026). Hingga pukul 14.51 WIB, IHSG kembali ke level 5.002,28, melemah 182,82 poin atau 3,53%.
Menjelang sore, tren mulai berbalik. IHSG merangkak naik dan berhasil kembali ke atas level psikologis 5.000. Level tertinggi harian tercatat di 5.006,07, atau lebih dari 98 poin di atas titik terendahnya. Penguatan ini membuat koreksi indeks menyempit. Padahal, pada pukul 11.00 WIB lebih awal, indeks masih berada di sekitar 4.980.
Aktivitas perdagangan terpantau tinggi. Total volume transaksi mencapai 240,98 juta lot dengan nilai transaksi sekitar Rp15,53 triliun. Angka ini meningkat dibandingkan data sebelumnya, yang menunjukkan investor tetap aktif bertransaksi di tengah volatilitas pasar.
Mengutip Refinitiv, berkurangnya koreksi IHSG disebabkan oleh berkurangnya koresksi sektor infrastruktur yang jadi -2,2%, disusul oleh sektor properti yang jadi -2,5%, dan sektor industri yang -2,8%.
Sementara saham-saham penopang berkuranganya koreksi IHSG antara lain, PT. Bank Sinarmas Tbk. (BSIM), PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT. Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI), PT. Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA), dan PT. Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA).
Seangkan saham-saham yang masih jadi pemberat IHSG antara lain, PT. Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI),PT. Bayan Resources Tbk. (BYAN), PT. Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), dan PT. Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN).
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tiba-tiba berbalik arah. Sebelumnya IHSG jatuh 5% pada akhir penutupan sesi I, tiba-tiba kejatuhannya berkurang menjadi 3,8%.
Memang muncul kabar di pasar bahwa Danantara akan masuk ke pasar saham membeli saham-saham BUMN yang jatuh dalam dan juga sangat murah valuasinya.
(rob/rob)


















