
Jakarta, CNBC Indonesia – PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk. (GMFI) berencana melakukan penambahan modal melalui skema hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Aksi korporasi ini dilakukan untuk memperkuat kapasitas pendanaan sekaligus memenuhi ketentuan saham beredar di publik (free float).
Berdasarkan keterbukaan informasi yang diterbitkan pada 13 Oktober 2026, GMFI berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 22.029.751.488 saham baru Seri B dengan nilai nominal Rp19 per saham.
Meski demikian, jumlah saham yang akan diterbitkan masih berupa perkiraan. Kepastian jumlah saham baru akan ditetapkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Rencana rights issue tersebut masih membutuhkan persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 19 November 2026. Selain itu, pernyataan pendaftaran yang disampaikan perseroan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) harus dinyatakan efektif sebelum pelaksanaan penambahan modal.
Adapun harga pelaksanaan rights issue belum ditetapkan dan akan diumumkan kemudian melalui prospektus.
Manajemen menjelaskan, dana yang diperoleh dari aksi korporasi ini akan digunakan untuk mendukung investasi dan pengembangan usaha, mengoptimalkan struktur pendanaan, serta memperkuat modal kerja perseroan.
Secara lebih rinci, dana hasil rights issue setelah dikurangi biaya emisi direncanakan untuk membiayai ekspansi usaha, baik secara langsung maupun melalui perusahaan anak. Penggunaan dana tersebut mencakup pengembangan atau penambahan kapasitas dan kapabilitas usaha, peremajaan peralatan dan mesin, pendirian perusahaan baru, serta pembelian aset yang mendukung kegiatan usaha.
Dana tersebut juga akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja dalam rangka mendukung operasional perusahaan. Rincian final penggunaan dana akan diungkapkan dalam prospektus rights issue.
Di sisi lain, perseroan mengingatkan adanya potensi dilusi kepemilikan bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya. Jika seluruh HMETD yang diterbitkan digunakan oleh pemegang saham yang berhak, dilusi kepemilikan diperkirakan mencapai maksimal 15%.
(rob/rob)



















