• Latest
Analisis Penyebab IHSG Melesat dan Balik ke Level 7.500

Analisis Penyebab IHSG Melesat dan Balik ke Level 7.500

July 24, 2025
Dolar AS Tembus Rp18.175, Rupiah Sentuh Rekor Terlemah, Ini Sebabnya

Dolar AS Tembus Rp18.175, Rupiah Sentuh Rekor Terlemah, Ini Sebabnya

October 28, 2026
Rupiah Sentuh Rekor Terlemah Rp 18.175/US$, BI Buka Suara

Rupiah Sentuh Rekor Terlemah Rp 18.175/US$, BI Buka Suara

October 28, 2026
Dolar AS Tembus Rp18.175, Rupiah Cetak Rekor Terlemah, Ini Sebabnya

Dolar AS Tembus Rp18.175, Rupiah Cetak Rekor Terlemah, Ini Sebabnya

October 28, 2026
Ambisi Masuk 5 Top Bank Syariah Global, Bos BSI Beberkan Strateginya

Ambisi Masuk 5 Top Bank Syariah Global, Bos BSI Beberkan Strateginya

October 28, 2026
Rupiah Cetak Rekor Terlemah Sepanjang Masa, BI Buka Suara

Rupiah Cetak Rekor Terlemah Sepanjang Masa, BI Buka Suara

October 28, 2026
Dolar AS Tembus Rp18.175, Rupiah Cetak Rekor Terlemah Sepanjang Masa

Dolar AS Tembus Rp18.175, Rupiah Cetak Rekor Terlemah Sepanjang Masa

October 28, 2026
Direktur Nippon Indosari (ROTI) Pamit Undur Diri, Ada Apa?

Direktur Nippon Indosari (ROTI) Pamit Undur Diri, Ada Apa?

October 28, 2026
Japfa (JPFA) Tebar Dividen Interim Rp1,05 Triliun, Simak Jadwalnya!

Japfa (JPFA) Tebar Dividen Interim Rp1,05 Triliun, Simak Jadwalnya!

October 28, 2026
IPO Sepi, BEI Revisi Target Jadi 15 Emiten di 2026

IPO Sepi, BEI Revisi Target Jadi 15 Emiten di 2026

October 28, 2026
Transformasi BUMN Besar-Besaran! Dari 1.074 Bakal Jadi 200 Perusahaan

Transformasi BUMN Besar-Besaran! Dari 1.074 Bakal Jadi 200 Perusahaan

October 28, 2026
Mau Jadi Pemegang Saham BEI, Danantara Masuk Tahap Due Diligence

Mau Jadi Pemegang Saham BEI, Danantara Masuk Tahap Due Diligence

October 28, 2026
Mau Buyback Saham Rp500 M, Free Float Bakal Tergerus? Ini Kata Bos BSI

Mau Buyback Saham Rp500 M, Free Float Bakal Tergerus? Ini Kata Bos BSI

October 28, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Wednesday, October 28, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

Analisis Penyebab IHSG Melesat dan Balik ke Level 7.500

1 year ago
in Market
Analisis Penyebab IHSG Melesat dan Balik ke Level 7.500
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan hari ini, Kamis (24/7/2025). IHSG lompat 1,11% pada 30 menit pertama perdagangan atau menguat 83 poin ke 7.552,20.

Penguatan ini memperpanjang reli indeks saham acuan RI tersebut dan sempat menguat 11 hari beruntun, sebelum akhirnya putus pada perdagangan Selasa (22/7/2025) dan kembali naik signifikan pada perdagangan kemarin, Rabu (23/7/2025).

Sebanyak 272 saham naik, 207 turun, dan 185 tidak bergerak. Nilai transaksi pagi ini mencapai Rp 3,26 triliun yang melibatkan 4,44 miliar saham dalam 332.804 kali transaksi.

Mayoritas sektor perdagangan dibuka menguat, dengan sektor finansial memimpin dengan kenaikan lebih dari 2%. Adapun sektor energi dan kesehatan tercatat mengalami koreksi tipis.

Penguatan IHSG hari ini ditopang oleh bangkitnya saham-saham perbankan dan blue chip lainnya secara luas. Emiten yang menjadi penggerak utama IHSG beberapa hari ini, seperti DCI Indonesia (DCII) dan Chandra Daya Investasi (CDIA) perdagangan sahamnya ditangguhkan sementara oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).

Saham Sinar Mas Multiartha (SMMA) hari ini melesat 19,97% atau menyentuh batas auto rejection atas (ARA) ke Rp 18.925 per saham. SMMA menjadi penggerak utama IHSG dengan sumbangsih 25,12 indeks poin.

Lalu ada Bank Rakyat Indonesia (BBRI) yang menguat 2,63% ke Rp 3.900 per saham dan berkontribusi atas kenaikan 18 indeks poin. Bank Mandiri (BMRI) hari ini menguat 2% lebih ke Rp 4.780 per saham mengumbang penguatan 9 indeks poin.

Kemudian ada juga saham Bank Central Asia (BBCA), Astra International (ASII) dan Barito Pacific (BRPT) yang ikut menjadi penggerak IHSG hari ini.

Saham-saham perbankan lainnya juga ikut menguat signifikan hari ini, Bank Negara Indonesia (BBNI) menguat 2,44% ke Rp 4.200 per saham, Bank Tabungan Negara (BBTN) naik 2,52% ke Rp 1.220 dan Bank Syariah Indonesia (BRIS) lompat 5,86% ke Rp 2.890 per saham.

Adapun Pasar saham Asia-Pasifik hari ini dibuka menguat karena perkembangan perdagangan terbaru antara AS dan Jepang, serta tanda-tanda positif untuk kesepakatan dengan Uni Eropa, memacu optimisme investor.

Indeks Topix Jepang naik 1,2% dan mencapai rekor tertinggi pada awal sesi perdagangan Asia, menurut data LSEG. Indeks acuan Nikkei 225 juga naik 1,09%, melanjutkan penguatan dari hari Rabu setelah pengumuman kesepakatan perdagangan Jepang dengan AS.

Indeks Kospi Korea Selatan naik 1,17% pada pembukaan, dan Indeks Kosdaq menguat 0,64%. Lalu ada Indeks S&P/ASX 200 Australia yang juga naik 0,15%.

Sementara itu, indeks utama Wall Street mengakhiri sesi perdagangan dengan kenaikan pada hari Rabu, dengan S&P 500 mencatatkan rekor penutupan tertinggi untuk ketiga kalinya secara berturut-turut minggu ini. S&P 500 naik 0,78% dan ditutup pada level 6.358,91.

Selain itu, indeks blue-chip Dow Jones Industrial Average naik 507,85 poin atau menguat 1,14%. Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi juga melonjak 0,61% dan ditutup pada level 21.020,02, penutupan pertamanya di atas level 21.000.

Pada perdagangan hari ini, Kamis (24/7/2025) pelaku pasar akan mencermati sejumlah sentimen yang bisa mempengaruhi arah IHSG hingga Rupiah.
Dari dalam negeri, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari Asian Development Bank (ADB) dan ASEAN+3 Macroeconomic Research Office (AMRO) mengarah pada pandangan yang berbeda, sementara dari luar negeri, kebijakan tarif dagang terbaru Presiden AS Donald Trump dengan Jepang dan Filipina.

Di sisi teknikal, IHSG juga mulai mendekati resistance kuat sementara euforia saham IPO mulai meredup seiring disuspennya dua emiten anyar, CDIA dan COIN. Ada peluang IHSG menembus breakout dengan melewati level resistance (atas) atau support (bawah) yang sebelumnya sulit dilewati.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Analis Sebut Pasar Saham RI Jadi Primadona, Ini Alasannya




Source link

Share197Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Dolar AS Tembus Rp18.175, Rupiah Sentuh Rekor Terlemah, Ini Sebabnya

Dolar AS Tembus Rp18.175, Rupiah Sentuh Rekor Terlemah, Ini Sebabnya

October 28, 2026
Rupiah Sentuh Rekor Terlemah Rp 18.175/US$, BI Buka Suara

Rupiah Sentuh Rekor Terlemah Rp 18.175/US$, BI Buka Suara

October 28, 2026
Dolar AS Tembus Rp18.175, Rupiah Cetak Rekor Terlemah, Ini Sebabnya

Dolar AS Tembus Rp18.175, Rupiah Cetak Rekor Terlemah, Ini Sebabnya

October 28, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .