• Latest
BI Guyur Insentif Likuiditas Rp446,5 T, Kredit Harus Mengalir ke UMKM

BI Guyur Insentif Likuiditas Rp446,5 T, Kredit Harus Mengalir ke UMKM

September 3, 2026
Ekonomi RI Tembus 5,29%, Kemenkeu Bongkar Rahasianya di Lampung

Ekonomi RI Tembus 5,29%, Kemenkeu Bongkar Rahasianya di Lampung

September 6, 2026
Rumah Orang Terkaya Sumatra Dijarah Warga, Harta Benda Ludes Diangkut

Rumah Orang Terkaya Sumatra Dijarah Warga, Harta Benda Ludes Diangkut

September 6, 2026
Jangan Timbun Uang di Rekening Bank, Maksimal Segini Menurut Pakar

Jangan Timbun Uang di Rekening Bank, Maksimal Segini Menurut Pakar

September 6, 2026
Hati-Hati Jika Tawarkan Bunga Tinggi

Hati-Hati Jika Tawarkan Bunga Tinggi

September 6, 2026
Ekonomi RI Sukses Lewati Krisis 98 hingga Covid, Ini Rahasianya!

Ekonomi RI Sukses Lewati Krisis 98 hingga Covid, Ini Rahasianya!

September 6, 2026
Kenapa Pajak RI Tak Setinggi Eropa? Ini Penjelasan Kemenkeu

Kenapa Pajak RI Tak Setinggi Eropa? Ini Penjelasan Kemenkeu

September 6, 2026
Ekonomi RI Sehat, Anak Buah Purbaya Beri Buktinya

Ekonomi RI Sehat, Anak Buah Purbaya Beri Buktinya

September 6, 2026
Harta Karun Emas 30.000 Ton di Banten Bikin Heboh, Dirampok Asing

Harta Karun Emas 30.000 Ton di Banten Bikin Heboh, Dirampok Asing

September 6, 2026
Negara Eropa Ramai-Ramai Bawa Emas Keluar dari AS, Ada Apa?

Negara Eropa Ramai-Ramai Bawa Emas Keluar dari AS, Ada Apa?

September 5, 2026
Heboh Pemilik Rumah KPR Tawarkan Take Over Gratis, Ini Biang Keroknya

Heboh Pemilik Rumah KPR Tawarkan Take Over Gratis, Ini Biang Keroknya

September 5, 2026
Deputi BI Beri Edukasi ke Warga Lampung Soal Stabilitas Nilai Rupiah

Deputi BI Beri Edukasi ke Warga Lampung Soal Stabilitas Nilai Rupiah

September 5, 2026
CT Turun Gunung Bagi-bagi Tips Rahasia Sukses ke Warga Lampung

CT Turun Gunung Bagi-bagi Tips Rahasia Sukses ke Warga Lampung

September 5, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Sunday, September 6, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Economy

BI Guyur Insentif Likuiditas Rp446,5 T, Kredit Harus Mengalir ke UMKM

3 days ago
in Economy
BI Guyur Insentif Likuiditas Rp446,5 T, Kredit Harus Mengalir ke UMKM
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia (BI) memperkuat kebijakan likuiditas perbankan agar tidak hanya berhenti di sistem keuangan, tetapi benar-benar mengalir menjadi pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor-sektor prioritas.

Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan penguatan transmisi likuiditas tersebut dilakukan melalui sinergi lintas lembaga dan penyempurnaan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM).

“Karena itu, sinergi dengan Pemerintah dan dunia usaha menjadi penting untuk memastikan likuiditas yang tersedia benar-benar bermuara pada ekspansi usaha, peningkatan produktivitas, dan penciptaan lapangan kerja,” ujar Destry, Kamis (3/9/2026).

BI telah menaikkan insentif KLM dari sebelumnya 5,5% menjadi 6% mulai September 2026. Hingga awal Agustus 2026, total insentif yang telah diperoleh perbankan mencapai Rp446,5 triliun atau setara 5,02% dari Dana Pihak Ketiga (DPK).

Menurut Destry, tambahan likuiditas tersebut perlu diikuti dengan peningkatan permintaan kredit. Pasalnya, masih terdapat ruang yang cukup besar dari undisbursed loan atau plafon kredit yang telah disetujui tetapi belum ditarik oleh debitur.

Dengan demikian, tantangan penguatan intermediasi perbankan tidak hanya berada pada sisi pasokan likuiditas, tetapi juga bagaimana mendorong dunia usaha untuk meningkatkan permintaan pembiayaan.

Destry menegaskan, BI akan terus menggunakan bauran kebijakan untuk memastikan kebijakan makroprudensial dapat mendorong pertumbuhan kredit sekaligus tetap menjaga stabilitas sistem keuangan.

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengatakan likuiditas perbankan yang memadai harus ditransmisikan secara efektif ke sektor riil agar memberikan dampak lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi.

Ia menyebut pertumbuhan kredit saat ini terjadi baik pada kelompok bank Himbara maupun bank swasta.

“Ke depan, tantangannya bukan hanya menjaga pertumbuhan kredit secara agregat, tetapi memastikan likuiditas semakin mengalir ke sektor-sektor produktif dan UMKM sehingga lebih inklusif dan memberikan multiplier effect yang lebih besar bagi perekonomian,” ujar Friderica.

Menurutnya, penguatan pembiayaan UMKM membutuhkan sinergi antara Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), perbankan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Di sisi lain, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu menilai kondisi perbankan nasional masih sehat. Kondisi tersebut tercermin dari permodalan yang kuat, risiko kredit yang rendah, serta pertumbuhan DPK.

Anggito menekankan pentingnya menjaga disiplin pasar dalam penghimpunan dana perbankan agar persaingan tidak mendorong kenaikan biaya dana.

Dalam hal ini, LPS menggunakan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) sebagai salah satu instrumen untuk menjaga disiplin pasar. Tingkat bunga penjaminan bergerak mengikuti kondisi suku bunga pasar sehingga biaya dana perbankan tetap terkendali.

Dengan biaya dana yang lebih terjaga, ruang bagi perbankan untuk menyalurkan kredit dengan suku bunga yang lebih kompetitif juga semakin terbuka.

Destry menegaskan sinergi antarlembaga menjadi kunci agar kebijakan likuiditas dan pembiayaan memberikan dampak nyata terhadap perekonomian.

“Sinergi Merah Putih bukan sekadar bekerja sama, melainkan menyatukan kekuatan dan menyelaraskan langkah antarlembaga untuk menghasilkan dampak yang lebih nyata bagi pertumbuhan ekonomi, penguatan UMKM, dan penciptaan lapangan kerja,” tegasnya.

Ke depan, BI akan terus menjaga kecukupan likuiditas sekaligus memperkuat transmisi suku bunga kebijakan agar intermediasi perbankan semakin efektif dalam mendukung pembiayaan sektor riil.

Kebijakan tersebut akan ditempuh melalui bauran kebijakan yang diarahkan untuk memperkuat penyaluran kredit, meningkatkan produktivitas dunia usaha, serta menopang pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

(haa/haa)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Ekonomi RI Tembus 5,29%, Kemenkeu Bongkar Rahasianya di Lampung

Ekonomi RI Tembus 5,29%, Kemenkeu Bongkar Rahasianya di Lampung

September 6, 2026
Rumah Orang Terkaya Sumatra Dijarah Warga, Harta Benda Ludes Diangkut

Rumah Orang Terkaya Sumatra Dijarah Warga, Harta Benda Ludes Diangkut

September 6, 2026
Jangan Timbun Uang di Rekening Bank, Maksimal Segini Menurut Pakar

Jangan Timbun Uang di Rekening Bank, Maksimal Segini Menurut Pakar

September 6, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .