• Latest
BNI (BBNI) Tambah Modal Inti Lewat Obligasi AT-1

BNI (BBNI) Tambah Modal Inti Lewat Obligasi AT-1

April 15, 2026
Siap-Siap! 9 Perusahaan Antre IPO, 19 Emiten Mau Terbitkan Obligasi

Siap-Siap! 9 Perusahaan Antre IPO, 19 Emiten Mau Terbitkan Obligasi

November 7, 2026
Ternyata MSCI Tak Ngefek Banyak, Ini Musuh Utama Bikin Rupiah Melemah

Ternyata MSCI Tak Ngefek Banyak, Ini Musuh Utama Bikin Rupiah Melemah

November 7, 2026
Bertambah! Ini Daftar 83 Saham HSC Terbaru

Bertambah! Ini Daftar 83 Saham HSC Terbaru

November 7, 2026
Eks Pakar Google Ngaku Setop Nabung Pensiun, Ketakutan Bahaya AI?

Eks Pakar Google Ngaku Setop Nabung Pensiun, Ketakutan Bahaya AI?

November 7, 2026
Ambisi RIJadi Pusat Manufaktur & Perdagangan Emas Dunia

Ambisi RIJadi Pusat Manufaktur & Perdagangan Emas Dunia

November 7, 2026
Aturan Saldo Minimum Bank Mandiri-BRI-BNI November 2026

Aturan Saldo Minimum Bank Mandiri-BRI-BNI November 2026

November 7, 2026
Video:Tarik Investor, Bursa Saham RI Harus Bersih Dari Praktik Kotor

Video:Tarik Investor, Bursa Saham RI Harus Bersih Dari Praktik Kotor

November 7, 2026
Transaksi Dikuasi Segelintir Pihak, BEI Selidiki 3 Saham Ini

Transaksi Dikuasi Segelintir Pihak, BEI Selidiki 3 Saham Ini

November 6, 2026
BMRI Catat Laba Rp 46,5 T, Kualitas Aset Sehat dan Bisnis Digital Kuat

BMRI Catat Laba Rp 46,5 T, Kualitas Aset Sehat dan Bisnis Digital Kuat

November 6, 2026
Hadir di RI, Vantage Markets Tawarkan Keamanan & Kemudahan Investasi

Hadir di RI, Vantage Markets Tawarkan Keamanan & Kemudahan Investasi

November 6, 2026
OJK Sebut Gadai Saham Emiten Haji Isam ke Bank Mandiri Sesuai Aturan

OJK Sebut Gadai Saham Emiten Haji Isam ke Bank Mandiri Sesuai Aturan

November 6, 2026
RI Makin Haus Dolar, Awas Defisit Transaksi Berjalan Makin Lebar

RI Makin Haus Dolar, Awas Defisit Transaksi Berjalan Makin Lebar

November 6, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Saturday, November 7, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

BNI (BBNI) Tambah Modal Inti Lewat Obligasi AT-1

7 months ago
in Market
BNI (BBNI) Tambah Modal Inti Lewat Obligasi AT-1
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – PT Bank Negara Indonesia (Persero). Tbk. (BBNI) berencana menerbitkan Additional Tier-1 Perpetual Non-Cumulative Capital Securities (AT-1 Baru) di luar negeri. Dalam keterbukaan informasi, BNI menjelaskan bahwa rencana tersebut merujuk pada ketentuan Regulation S dari US Securities Act of 1933.

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo menyatakan bahwa rencana ini dilakukan dalam rangka memperkuat rasio dan struktur permodalan untuk mendukung ekspansi bisnis. Selain itu, bank pelat merah itu juga berencana melakukan buyback alias pembelian kembali atas Additional Tier 1 Perpetual Non-Cumulative Capital Securities yang diterbitkan tahun 2021 (AT1 Eksisting) melalui mekanisme penawaran tender.

“Dalam rangka memperkuat rasio dan struktur permodalan untuk mendukung ekspansi bisnis, Perseroan berencana melakukan penerbitan AT1 Baru dan secara bersamaan melaksanakan Tender Offer kepada pemegang AT1 Eksisting untuk membeli kembali AT1 Eksisting secara tunai, sebagai bagian dari optimalisasi struktur permodalan,” ujar Okki dalam keterbukaan informasi yang dikutip Rabu (15/4/2026).

Adapun periode partisipasi dalam Tender Offer berlangsung sejak tanggal 14 April 2026 sampai dengan 22 April 2026, dan penyelesaian (settlement) direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 24 April 2026. Adapun hasil untuk penerbitan AT1 Baru dan pelaksanaan Tender Offer atas AT1 Eksisting tersebut di atas akan bergantung antara lain pada kondisi pasar.

Sehubungan dengan rencana tersebut, pada tanggal 14 April 2026 BNI telah mengumumkan rencana penerbitan AT1 Baru dan rencana pembelian kembali instrumen AT1 Eksisting dari pemegang AT1 Eksisting dengan mekanisme Tender Offer, antara lain melalui platform Bloomberg. Di samping itu, pada tanggal yang sama, Perseroan juga telah melakukan rangkaian investor call di kawasan Asia, Eropa, Timur Tengah, dan Afrika (EMEA).

“Penerbitan AT1 Baru dan pelaksanaan Tender Offer atas AT1 Eksisting diharapkan memberikan dampak positif terhadap struktur permodalan Perseroan serta mendukung pengembangan kegiatan usaha Perseroan,” tegas Okki.

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa penerbitan AT1 Baru dilakukan di luar wilayah Indonesia dan tidak ditawarkan kepada investor Indonesia baik individu, institusi maupun bentuk hukum lainnya. Lantas, rencana ini tidak tunduk pada ketentuan Peraturan OJK No. 30/POJK.04/2019 tentang Penerbitan Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk yang Dilakukan Tanpa Melalui Penawaran Umum (POJK 3012019).

AT1 Baru akan dicatatkan pada Singapore Exchange dan tidak dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI).

Namun demikian, BNI tidak merincikan lebih lanjut berapa nilai AT1 baru yang hendak diterbitkan.

Sebagai catatan, BNI telah menerbitkan Additional Tier-1 Capital Bond Tahun 2021 sebesar US$ 600 juta atau sekitar Rp 8,6 triliun (dengan asumsi nilai tukar Rp 14.299 per US$ saat itu). Surat berharga yang dilepas dengan suku bunga 4,3% per tahun ini merujuk pada ketentuan Regulation S, berdasarkan US Securities Act, dan didaftarkan di Singapore Stock Exchange. BNI merupakan Bank pertama di Indonesia yang menerbitkan instrumen permodalan Additional Tier 1 ini.

Mengutip CNBC, obligasi AT1 adalah obligasi bank yang dianggap sebagai bentuk utang junior yang relatif berisiko, sehingga memiliki imbal hasil yang lebih tinggi dan sering dibeli oleh investor institusional.

Terkadang obligasi ini juga disebut sebagai contingent convertibles atau “CoCos.” Nama ini berasal dari kemampuan untuk mengonversinya menjadi ekuitas atau menghapusnya, sehingga nilainya menjadi nol, tetapi hanya dalam skenario tertentu.

Hal ini sering terkait dengan rasio modal bank yang menerbitkan obligasi tersebut. Jika rasio modal turun di bawah level tertentu, misalnya, rencana darurat bagi investor untuk mengonversi kepemilikan mereka menjadi pilihan.

(fsd/fsd)



Add



as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Siap-Siap! 9 Perusahaan Antre IPO, 19 Emiten Mau Terbitkan Obligasi

Siap-Siap! 9 Perusahaan Antre IPO, 19 Emiten Mau Terbitkan Obligasi

November 7, 2026
Ternyata MSCI Tak Ngefek Banyak, Ini Musuh Utama Bikin Rupiah Melemah

Ternyata MSCI Tak Ngefek Banyak, Ini Musuh Utama Bikin Rupiah Melemah

November 7, 2026
Bertambah! Ini Daftar 83 Saham HSC Terbaru

Bertambah! Ini Daftar 83 Saham HSC Terbaru

November 7, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .