• Latest
Bursa Asia Masuk Zona Merah Tertekan Obligasi AS & Harga Minyak

Bursa Asia Masuk Zona Merah Tertekan Obligasi AS & Harga Minyak

September 10, 2026
Boy Thohir Borong 30 Juta Lembar Saham MGLV

Boy Thohir Borong 30 Juta Lembar Saham MGLV

September 10, 2026
IHSG Dibuka Menguat 0,15% Dekati Level 6.700

IHSG Dibuka Menguat 0,15% Dekati Level 6.700

September 10, 2026
Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun di Bawah Rp17.500

Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun di Bawah Rp17.500

September 10, 2026
Harga Saham Bergerak Liar, BEI Pantau Ketat 5 Emiten Ini

Harga Saham Bergerak Liar, BEI Pantau Ketat 5 Emiten Ini

September 10, 2026
Investor Asing Kompak Serok 10 Saham Ini Saat IHSG Melemah

Investor Asing Kompak Serok 10 Saham Ini Saat IHSG Melemah

September 10, 2026
IHSG Masih Volatil, Deretan Saham Ini Menarik Buat Dilirik

IHSG Masih Volatil, Deretan Saham Ini Menarik Buat Dilirik

September 10, 2026
RANS Ganti Jajaran Direksi 2 Bulan Pasca IPO, Gelar RUPSLB Hari Ini

RANS Ganti Jajaran Direksi 2 Bulan Pasca IPO, Gelar RUPSLB Hari Ini

September 10, 2026
DPK Anjlok 10%, Dirut Bank Jatim (BJTM) Ungkap Alasannya

DPK Anjlok 10%, Dirut Bank Jatim (BJTM) Ungkap Alasannya

September 10, 2026
IHSG Koreksi Tipis, Asing Kompak Lego 10 Saham Ini

IHSG Koreksi Tipis, Asing Kompak Lego 10 Saham Ini

September 10, 2026
Hutama Karya Gabungkan 2 Entitas Anak Usaha

Hutama Karya Gabungkan 2 Entitas Anak Usaha

September 9, 2026
Hutama Karya Gabungkan 2 Entitas Anak Usaha

Hutama Karya Gabungkan 2 Entitas Anak Usaha

September 9, 2026
Rosan Bocorkan Skema Rekening Gratis Warga RI, Aceh Lewat BSI

Rosan Bocorkan Skema Rekening Gratis Warga RI, Aceh Lewat BSI

September 9, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Thursday, September 10, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

Bursa Asia Masuk Zona Merah Tertekan Obligasi AS & Harga Minyak

1 hour ago
in Market
Bursa Asia Masuk Zona Merah Tertekan Obligasi AS & Harga Minyak
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa saham Asia-Pasifik bergerak melemah pada perdagangan Kamis (10/9/2026), seiring tekanan dari kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) dan lonjakan harga minyak mentah.

Melansir CNBC, Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,62%, Kospi Korea Selatan melemah 0,24%, sementara indeks acuan Australia S&P/ASX 200 terkoreksi 1,36%.

Tekanan terhadap pasar saham Asia terjadi setelah yield Treasury AS kembali meningkat dan membebani pasar saham Wall Street. Departemen Keuangan AS sebelumnya mengatakan akan membeli kembali surat utang jangka panjang hingga US$6 miliar, atau sekitar tiga kali lipat dari jumlah biasanya.

Kurang dari sebulan sebelumnya, Departemen Keuangan AS juga telah menyatakan akan meningkatkan ukuran pembelian kembali surat utang pemerintah lebih dari dua kali lipat. Namun, langkah tersebut justru diikuti kenaikan yield Treasury AS karena investor mencermati kondisi pasokan dan permintaan di pasar obligasi.

Yield Treasury AS tenor 10 tahun sempat naik ke level tertinggi sesi di 4,857%, yang merupakan level tertinggi sejak November 2023. Kenaikan yield tersebut meningkatkan tekanan terhadap saham, terutama karena investor kembali mempertimbangkan prospek inflasi dan kebijakan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve.

Sentimen pasar juga tertekan oleh kenaikan harga minyak mentah di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran. Harga minyak Brent melonjak 3,4% menjadi US$101,21 per barel, sedangkan minyak West Texas Intermediate (WTI) naik 3,3% menjadi US$96,05 per barel.

Kedua harga acuan minyak tersebut mencatat level penutupan tertinggi sejak Mei. Lonjakan harga minyak menjadi perhatian investor karena kenaikan biaya energi berpotensi meningkatkan tekanan inflasi dan mempersulit prospek pelonggaran kebijakan moneter.

Kenaikan harga minyak terjadi ketika pelaku pasar mengalihkan perhatian ke dua laporan inflasi penting AS yang akan dirilis pekan ini. Data pertama adalah producer price index (PPI) Agustus yang mengukur inflasi di tingkat grosir dan akan dirilis pada Kamis pagi waktu AS.

Ekonom yang disurvei Dow Jones memperkirakan PPI Agustus naik 0,3% secara bulanan dan meningkat 5,3% secara tahunan. Data tersebut akan menjadi salah satu indikator yang dicermati investor untuk menilai arah tekanan inflasi di AS.

Sementara itu, data consumer price index (CPI) atau inflasi konsumen Agustus akan dirilis pada Jumat waktu AS. Konsensus Dow Jones memperkirakan CPI meningkat 0,4% secara bulanan dan 3,4% secara tahunan.

Selain data inflasi, investor juga akan mencermati sejumlah indikator ekonomi AS lainnya yang dirilis pada Kamis. Data tersebut mencakup klaim awal tunjangan pengangguran mingguan serta penjualan rumah yang sudah ada (existing home sales) untuk Agustus.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Boy Thohir Borong 30 Juta Lembar Saham MGLV

Boy Thohir Borong 30 Juta Lembar Saham MGLV

September 10, 2026
IHSG Dibuka Menguat 0,15% Dekati Level 6.700

IHSG Dibuka Menguat 0,15% Dekati Level 6.700

September 10, 2026
Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun di Bawah Rp17.500

Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun di Bawah Rp17.500

September 10, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .