• Latest
Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun di Bawah Rp17.500

Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun di Bawah Rp17.500

September 10, 2026
IHSG Melemah Terus, Analis Beberkan Penyebabnya

IHSG Melemah Terus, Analis Beberkan Penyebabnya

October 30, 2026
Ada Fenomena Baru di Wall Street: Cash is The King

Ada Fenomena Baru di Wall Street: Cash is The King

October 30, 2026
Laba Bayan (BYAN) Naik 12,24% Meski Pendapatan Tipis, Ini Sebabnya

Laba Bayan (BYAN) Naik 12,24% Meski Pendapatan Tipis, Ini Sebabnya

October 30, 2026
Amman Mineral (AMMN) Catat Laba US0 Juta di Kuartal III-2026

Amman Mineral (AMMN) Catat Laba US$880 Juta di Kuartal III-2026

October 30, 2026
Duit Bukalapak Rp12,9 T Parkir di Valas, Ini Penjelasan Manajemen

Duit Bukalapak Rp12,9 T Parkir di Valas, Ini Penjelasan Manajemen

October 30, 2026
IHSG Ditutup 1,29% Asing Masuk Rp253,09 M, 10 Saham Ini Diborong

IHSG Ditutup 1,29% Asing Masuk Rp253,09 M, 10 Saham Ini Diborong

October 30, 2026
Laba Chandra Asri (TPIA) Anjlok 78% di Kuartal III-2026, Ini Sebabnya

Laba Chandra Asri (TPIA) Anjlok 78% di Kuartal III-2026, Ini Sebabnya

October 30, 2026
KPK Soal Dugaan Korupsi Cukai Djarum, Kerugian Negara Triliunan Rupiah

KPK Soal Dugaan Korupsi Cukai Djarum, Kerugian Negara Triliunan Rupiah

October 30, 2026
IHSG Ditutup Melemah 1,29% ke Level 5.032

IHSG Ditutup Melemah 1,29% ke Level 5.032

October 30, 2026
Bos BI Soal Rupiah Berisiko Rp20.000/US$: Kami Jaga Stabilitas!

Bos BI Soal Rupiah Berisiko Rp20.000/US$: Kami Jaga Stabilitas!

October 30, 2026
Bank Sentral Eropa Tahan Suku Bunga Acuan 2,5%

Bank Sentral Eropa Tahan Suku Bunga Acuan 2,5%

October 30, 2026
Telat Lapor Keuangan, 62 Saham Kena Suspensi Bursa, Ini Daftarnya

Telat Lapor Keuangan, 62 Saham Kena Suspensi Bursa, Ini Daftarnya

October 30, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Friday, October 30, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun di Bawah Rp17.500

2 months ago
in Market
Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun di Bawah Rp17.500
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah kembali dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi ini.

Merujuk data Refinitiv, pada pembukaan perdagangan Kamis (10/9/2026), rupiah terapresiasi tipis 0,03% ke posisi Rp17.495/US$.

Penguatan tersebut melanjutkan kenaikan tajam pada perdagangan Rabu (9/9/2026), ketika mata uang Garuda ditutup melesat 0,71% ke level Rp17.500/US$. Posisi pembukaan hari ini sekaligus mempertahankan rupiah di sekitar level terkuatnya sejak 15 Mei 2026 atau hampir 17 pekan terakhir.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 09.00 WIB terpantau melemah tipis 0,03% ke posisi 98,784.


Pergerakan rupiah hari ini masih dipengaruhi oleh sentimen yang datang dari pasar global maupun dalam negeri.

Dari eksternal, pelemahan dolar AS sejatinya dapat menahan tekanan terhadap rupiah. DXY masih bergerak di sekitar level terendahnya dalam hampir dua pekan, terutama karena dolar terus melemah terhadap yen Jepang.

Dolar AS berada di dekat level terendah dalam tujuh bulan terhadap yen. Penguatan mata uang Jepang didorong oleh ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of Japan (BOJ) dan perubahan perkiraan kebijakan menjelang pertemuan The Federal Reserve (The Fed) serta BOJ pada pekan depan.

Pasar memperkirakan BOJ akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan 17-18 September. Ekspektasi tersebut telah mendorong yen menguat sekitar 4% sepanjang September dan turut menahan pergerakan DXY.

Namun, rupiah menghadapi tekanan dari kenaikan harga minyak dunia setelah konflik di Timur Tengah kembali memanas.

Kelompok Houthi yang didukung Iran melancarkan serangan ke sejumlah kota di Arab Saudi. Pasukan AS juga menyerang sejumlah kapal tanker minyak Iran, sementara Teheran menghantam pangkalan militer AS di Yordania.

Ketegangan tersebut membuat harga minyak Brent melonjak 3,36% dan ditutup di US$101,21 per barel, posisi tertinggi sejak Mei 2026.

Sebagai negara pengimpor minyak, kenaikan harga energi dapat meningkatkan kebutuhan valuta asing untuk membiayai impor. Kondisi tersebut berpotensi menambah permintaan dolar AS dan memberikan tekanan terhadap rupiah.

Harga minyak yang tinggi juga meningkatkan risiko inflasi menjelang rilis data inflasi AS pada Jumat. Data tersebut menjadi salah satu pertimbangan terakhir sebelum The Fed menentukan suku bunga pada pertemuan 15-16 September.

Adapun, dari domestik, pasar menantikan data penjualan eceran Indonesia periode Juli 2026 yang akan diumumkan Bank Indonesia (BI) pada hari ini.

Pada Juni, kontraksi penjualan eceran telah membaik dibandingkan penurunan 3,9% pada Mei. Penjualan pakaian membaik, sedangkan perlengkapan rumah tangga dan suku cadang kendaraan mencatatkan pertumbuhan.

Namun, penjualan makanan, minuman, tembakau, perangkat komunikasi, barang rekreasi, dan bahan bakar masih mengalami penurunan.

Realisasi penjualan eceran yang membaik dapat memperkuat sinyal pemulihan konsumsi setelah Indeks Keyakinan Konsumen naik menjadi 118,5 pada Agustus.

Sebaliknya, kontraksi yang lebih dalam dapat menunjukkan bahwa peningkatan optimisme konsumen belum sepenuhnya mendorong aktivitas belanja. Kondisi tersebut dapat meningkatkan kekhawatiran terhadap daya beli dan pertumbuhan konsumsi rumah tangga.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
IHSG Melemah Terus, Analis Beberkan Penyebabnya

IHSG Melemah Terus, Analis Beberkan Penyebabnya

October 30, 2026
Ada Fenomena Baru di Wall Street: Cash is The King

Ada Fenomena Baru di Wall Street: Cash is The King

October 30, 2026
Laba Bayan (BYAN) Naik 12,24% Meski Pendapatan Tipis, Ini Sebabnya

Laba Bayan (BYAN) Naik 12,24% Meski Pendapatan Tipis, Ini Sebabnya

October 30, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .