
Jakarta, CNBC Indonesia – PT. Bukalapak.com Tbk (BUKA) buka suara terkait kas perusahaan yang sebagian besar ditempatkan dalam mata uang asing, di tengah tekanan pada pasar saham dan rupiah. Dalam surat tanggapan bertanggal 29 Oktober 2026, perusahaan mengungkapkan sekitar Rp12,9 triliun atau 83% dari total kas dan setara kas per 30 September 2026 berada dalam valuta asing.
“Perseroan dalam melakukan penempatan kas dan setara kas dalam mata uang asing menggunakan kebijakan prinsip kehati-hatian,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (30//10/2026).
Manajemen menyebut, dalam menempatkan dana dalam bentuk valuta asing, perseroan mempertimbangkan aspek keamanan dana, likuiditas, kesesuaian jangka waktu penempatan dengan kebutuhan arus kas Perseroan agar tetap dapat memenuhi kebutuhan operasional, mendukung pelaksanaan rencana bisnis, serta mengantisipasi kebutuhan pendanaan dan kewajiban Perseroan.
Berdasarkan catatan atas laporan keuangan, total kas dan setara kas BUKA per 30 September 2026 mencapai Rp15,564 triliun, atau sekitar 62,5% dari total aset perseroan sebesar Rp24,918 triliun.
Manajemen menjabarkan, penempatan itu berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan operasional dalam mata uang asing dan optimalisasi hasil dari sisa dana operasional.
Selain itu, perseroan juga menegaskan bahwa sumber dana valas tidak berasal dari dana hasil penawaran umum perdana (IPO), melainkan dari sisa kebutuhan operasional.
Di sisi kinerja, BUKA membukukan laba selisih kurs neto Rp872,4 miliar pada sembilan bulan pertama 2026. Angka itu meningkat sekitar empat kali lipat, atau naik Rp656 miliar, dibandingkan Rp216,4 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Manajemen menyebut laba selisih kurs itu mencerminkan dampak perubahan nilai tukar atas transaksi dan saldo aset maupun instrumen keuangan dalam mata uang asing. Sebagian besar keuntungan tersebut belum terealisasi selama periode berjalan.
Laba itu juga tidak seluruhnya berasal dari kas dan setara kas, tetapi turut bersumber dari saldo aset keuangan lancar lainnya, investasi jangka panjang, dan instrumen keuangan lain yang dimiliki perseroan.
(rob/rob)



















