
Jakarta, CNBC Indonesia – PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) membukukan laba bersih senilai US$880 juta atau sekitar Rp16 triliun (kurs Rp18.174 per US$) hingga kuartal III-2026. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, emiten tambang tersebut mencatatkan rugi bersih US$175 juta.
Dikutip dari keterangan resmi, Jumat (30/10/2026), pembalikan rugi menjadi laba itu didorong oleh penjualan bersih US$3,24 miliar, meningkat 494% secara tahunan (year-on-year/YoY). Penjualan bersih tersebut terdiri dari US$1,38 miliar dari katoda tembaga, US$772 juta dari emas murni, dan US$1,08 miliar dari penjualan konsentrat.
Margin laba bersih pada periode yang berakhir pada akhir 30 September 2026 tercatat sebesar 27%. EBITDA perseroan dilaporkan senilai US$1,83 miliar dengan margin 57%. Pada periode yang sama tahun lalu EBITDA AMMN tercatat US$279 juta.
Produksi konsentrat Amman mengalami kenaikan 87% YoY menjadi 580.713 metrik ton kering, sementara produksi tembaga dan emas masing-masing meningkat 129% YoY menjadi 332 juta pon dan 616% YoY menjadi 541.337 ons.
Pada sembilan bulan tahun ini, smelter dan PMR AMMN memproduksi 102.783 ton atau setara 227 juta pon katoda tembaga dan 296.897 ons emas murni.
Volume material yang ditambang pada 9M 2026 mencapai 190 juta ton. Volume bijih segar yang ditambang meningkat signifikan menjadi 93 juta ton, dari 20 juta ton pada kuartal III/2025.
Total belanja modal turun 84% YoY menjadi US$170 juta pada kuartal III/2026, dari US$1,06 miliar pada kuartal III/2025. Per 30 September 2026, total utang tercatat sebesar US$5,6 miliar, turun 13% dibandingkan posisi per 31 Desember 2025, imbas pelunasan utang sebesar US$865 juta sejak awal tahun. Adapun, kas dan setara kas konsolidasian sebesar US$570 juta, utang bersih turun menjadi sekitar US$5 miliar.
(asr/asr)



















