• Latest
Bursa Asia Menguat, Mengekor Wall Street

Bursa Asia Menguat, Mengekor Wall Street

August 20, 2026
Pendapatan Melonjak 55,45%, Laba Bersih Emiten Bakrie (BNBR) Susut

Pendapatan Melonjak 55,45%, Laba Bersih Emiten Bakrie (BNBR) Susut

October 30, 2026
Yield SBN Tembus Rekor Tertinggi 7,7%, Ini Respons Menteri Keuangan

Yield SBN Tembus Rekor Tertinggi 7,7%, Ini Respons Menteri Keuangan

October 30, 2026
WIKA Cetak Penjualan Rp15,8 Triliun di Kuartal III-2026, Naik 11,9%

WIKA Cetak Penjualan Rp15,8 Triliun di Kuartal III-2026, Naik 11,9%

October 30, 2026
Laba Emiten Bus Listrik Bakrie (VKTR) Melonjak 47%, Ini Penopangnya

Laba Emiten Bus Listrik Bakrie (VKTR) Melonjak 47%, Ini Penopangnya

October 30, 2026
Maybank Indonesia Cetak Laba Rp1,43 T, Pendapatan Bunga Tumbuh 4,3%

Maybank Indonesia Cetak Laba Rp1,43 T, Pendapatan Bunga Tumbuh 4,3%

October 30, 2026
Minat Investasi Emas Fisik Vs Emas Digital Hadapi Gejolak Harga

Minat Investasi Emas Fisik Vs Emas Digital Hadapi Gejolak Harga

October 30, 2026
Top! Pendapatan MR.D.I.Y. Indonesia Tumbuh 24,5% di Kuartal III-2026

Top! Pendapatan MR.D.I.Y. Indonesia Tumbuh 24,5% di Kuartal III-2026

October 30, 2026
Laba Emiten Prajogo (BRPT) Anjlok 60,65% Ini Penyebabnya

Laba Emiten Prajogo (BRPT) Anjlok 60,65% Ini Penyebabnya

October 30, 2026
MSCI Ancam Bursa Saham, MI Perkuat Manajemen Risiko Likuiditas

MSCI Ancam Bursa Saham, MI Perkuat Manajemen Risiko Likuiditas

October 30, 2026
TBS Energi Utama (TOBA) Catat Rugi Susut 72% Jadi Rp641,44 Miliar

TBS Energi Utama (TOBA) Catat Rugi Susut 72% Jadi Rp641,44 Miliar

October 30, 2026
Berhari-hari Lesu Efek MSCI, IHSG Anjlok ke Level 5.000-an

Berhari-hari Lesu Efek MSCI, IHSG Anjlok ke Level 5.000-an

October 30, 2026
OJK Serahkan Temuan Baru, Aset Kasus Dana Syariah Disita Rp432 Miliar

OJK Serahkan Temuan Baru, Aset Kasus Dana Syariah Disita Rp432 Miliar

October 30, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Friday, October 30, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

Bursa Asia Menguat, Mengekor Wall Street

2 months ago
in Market
Bursa Asia Menguat, Mengekor Wall Street
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Bursa saham Asia-Pasifik mayoritas menguat pada perdagangan Kamis (20/8/2026), mengikuti pemulihan indeks utama Wall Street setelah imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) bertenor panjang turun dari level tertingginya dalam beberapa tahun terakhir.

Melansir CNBC.com, sentimen pasar turut dipengaruhi rencana pemerintah AS untuk meningkatkan pembelian kembali surat utang jangka panjang guna meredakan tekanan dari aksi jual di pasar obligasi.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 menguat 0,66%, sementara indeks Topix naik 0,57% pada perdagangan Kamis. Penguatan juga terjadi di Korea Selatan dengan indeks Kospi melonjak 3,11%, sedangkan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq naik 2,26%.

Pasar saham Australia juga bergerak di zona hijau dengan indeks acuan S&P/ASX 200 menguat 0,59%. Pergerakan positif bursa Asia terjadi setelah indeks S&P 500 sebelumnya berhasil menghentikan tren pelemahan selama tiga sesi beruntun.

Pemulihan S&P 500 terjadi ketika imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor panjang mulai turun dari level tertingginya dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah AS mengumumkan langkah untuk meredakan tekanan pasar setelah aksi jual obligasi yang terjadi belakangan ini mendorong kenaikan tajam pada yield.

Departemen Keuangan AS mengatakan akan meningkatkan pembelian kembali atau buyback surat utang bertenor 10 tahun, 20 tahun, dan 30 tahun menjadi lebih dari dua kali lipat dalam beberapa bulan mendatang.

Kebijakan tersebut diumumkan setelah imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 30 tahun pada awal pekan ini melonjak ke level tertinggi dalam hampir dua dekade.

Meski demikian, mantan Kepala Makro Wells Fargo Michael Schumacher menilai jeda tekanan di pasar obligasi tersebut kemungkinan tidak akan berlangsung lama. Ia masih berpandangan negatif dan memperkirakan suku bunga jangka panjang di AS akan kembali meningkat.

Menurut Schumacher, salah satu faktor utama yang berpotensi mendorong kenaikan suku bunga jangka panjang adalah besarnya defisit anggaran pemerintah AS yang belum menunjukkan tanda-tanda akan membaik.

Selain itu, peningkatan belanja pertahanan juga diperkirakan akan menambah tekanan, terutama setelah konflik di Iran memperkuat kebutuhan pengeluaran pemerintah.

“Di kasus AS khususnya, ada defisit anggaran yang sangat besar dan tidak banyak tanda bahwa hal itu akan membaik,” kata Schumacher dalam wawancara dengan CNBC.

Dia menambahkan bahwa tekanan tersebut sebenarnya sudah ada sebelum konflik di Iran dan kini justru semakin meningkat.

Menjelang perdagangan Kamis di Wall Street, investor selanjutnya akan mencermati rilis data klaim pengangguran mingguan AS. Ekonom yang disurvei Dow Jones memperkirakan klaim pengangguran awal untuk pekan yang berakhir pada 15 Agustus mencapai 210.000.

Selain data ketenagakerjaan, pasar juga akan menantikan laporan kinerja keuangan Walmart untuk kuartal II fiskal yang dijadwalkan dirilis sebelum pembukaan perdagangan. Hasil kinerja perusahaan ritel tersebut akan menjadi salah satu perhatian investor dalam mengukur kondisi belanja konsumen di AS.

(mkh/mkh)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Pendapatan Melonjak 55,45%, Laba Bersih Emiten Bakrie (BNBR) Susut

Pendapatan Melonjak 55,45%, Laba Bersih Emiten Bakrie (BNBR) Susut

October 30, 2026
Yield SBN Tembus Rekor Tertinggi 7,7%, Ini Respons Menteri Keuangan

Yield SBN Tembus Rekor Tertinggi 7,7%, Ini Respons Menteri Keuangan

October 30, 2026
WIKA Cetak Penjualan Rp15,8 Triliun di Kuartal III-2026, Naik 11,9%

WIKA Cetak Penjualan Rp15,8 Triliun di Kuartal III-2026, Naik 11,9%

October 30, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .