• Latest
Bursa RI Potensi Turun Kelas, OJK Bongkar Kejanggalan Ancaman MSCI

Bursa RI Potensi Turun Kelas, OJK Bongkar Kejanggalan Ancaman MSCI

October 29, 2026
Pihak Terkait DSAA, BREN, dan CUAN Sudah Bayar Denda Rp 21 T

Pihak Terkait DSAA, BREN, dan CUAN Sudah Bayar Denda Rp 21 T

October 30, 2026
Meski IHSG Anjlok 3,4%, Tapi Asing Masih Borong 10 Saham Ini

Meski IHSG Anjlok 3,4%, Tapi Asing Masih Borong 10 Saham Ini

October 30, 2026
BI Guyur Insentif KLM Rp118 T, Hasilnya 115 Ribu Rumah Dibangun

BI Guyur Insentif KLM Rp118 T, Hasilnya 115 Ribu Rumah Dibangun

October 30, 2026
Bos BI Soal Isu Rupiah Bisa Rp20.000: Kami Jaga Stabilitas!

Bos BI Soal Isu Rupiah Bisa Rp20.000: Kami Jaga Stabilitas!

October 29, 2026
Emiten VICI Angkat Rahayu Saraswati Jadi Wakil Komisaris Utama

Emiten VICI Angkat Rahayu Saraswati Jadi Wakil Komisaris Utama

October 29, 2026
Angkat Rahayu Djojohadikusumo Jadi Wakil Komisaris Utama VICI

Angkat Rahayu Djojohadikusumo Jadi Wakil Komisaris Utama VICI

October 29, 2026
Angkat Rahayu Saraswati Djojohadikusumo Jadi Wakil Komisaris Utama

Angkat Rahayu Saraswati Djojohadikusumo Jadi Wakil Komisaris Utama

October 29, 2026
Praktik Goreng Saham Bikin Rupiah Bisa Tembus Rp 21.000/US$

Praktik Goreng Saham Bikin Rupiah Bisa Tembus Rp 21.000/US$

October 29, 2026
IFG Soroti Literasi Keuangan RI, Sekolah Jadi Sasaran Edukasi

IFG Soroti Literasi Keuangan RI, Sekolah Jadi Sasaran Edukasi

October 29, 2026
IHSG Ambles 3%, Asing Lepas 10 Saham Ini

IHSG Ambles 3%, Asing Lepas 10 Saham Ini

October 29, 2026
Hashim Warning! Dolar Bisa Rp21.000 Jika Goreng Saham Tak Dihentikan

Hashim Warning! Dolar Bisa Rp21.000 Jika Goreng Saham Tak Dihentikan

October 29, 2026
Dorong Transformasi Bisnis, Pendapatan Garuda (GIAA) Tumbuh 13,2%

Dorong Transformasi Bisnis, Pendapatan Garuda (GIAA) Tumbuh 13,2%

October 29, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Friday, October 30, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Economy

Bursa RI Potensi Turun Kelas, OJK Bongkar Kejanggalan Ancaman MSCI

1 hour ago
in Economy
Bursa RI Potensi Turun Kelas, OJK Bongkar Kejanggalan Ancaman MSCI
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mnengaku heran pada pernyataan MSCI yang meyebut bursa status saham RI dapat turun kelas menjadi standalone market. Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyatakan Indonesia telah memenuhi 16 dari 18 indikator dalam penilaian lembaga pemeringkat global tersebut.

“Di MSCI announcement di bulan Juni 2026, mereka melakukan review terhadap berbagai market di dunia, termasuk di Indonesia. Ini dari 18 indikator atau parameter, kita itu sudah fulfill 16 dari 18 indikator,” ujarnya dalam acara Rapimnas Kadin, dikutip Jumat (30/10/2026).

Friderica menjelaskan, dalam pengumuman Juni 2026 MSCI menyatakan akan mempertimbangkan sejumlah opsi perlakuan terhadap pasar Indonesia jika kemajuan belum memadai pada tinjauan indeks November 2026. Namun pada 15 Oktober waktu New York, atau 16 Oktober dini hari waktu Indonesia, muncul pengumuman bahwa Indonesia berpotensi turun bukan hanya dari emerging ke frontier market, tetapi ke standalone market.

Padahal, menurutnya, hasil survei MSCI menunjukkan Indonesia bahkan lebih baik dibanding beberapa pasar lain yang disurvei.

Ia membandingkan Indonesia dengan negara-negara di tiap kategori. saat ini, Indonesia berada di emerging market bersama Malaysia, Korea, Turki, dan Filipina, dengan pertumbuhan ekonomi yang disebutnya salah satu terbaik, inflasi terkendali, dan kapitalisasi pasar terbesar di kelompok itu.

“Bisa dilihat dari GDP growth-nya, Indonesia, we are one of the best. Inflation-nya juga sangat terkendali, central bank policy rate. Market cap-nya juga size-nya cukup besar dibandingkan bahkan kalau dilihat dari sini kita sangat paling besar,” ungkapnya.

Selain itu, ketentuan free float minimum Indonesia 15%, sementara negara lain berkisar 10% hingga 25%. Hanya Indonesia dan Hong Kong yang memiliki daftar high shareholder concentration, dan keterbukaan kepemilikan saham dimulai dari 1%, sedangkan di pasar lain baru dari 5%.

Friderica lalu mempertanyakan terkait Indonesia yang nantinya akan sepadan dengan negara seperti Zimbabwe, Ukraina yang sedang perang, atau Argentina yang inflasinya lebih dari 33%.

“Kemudian berbandingan dengan frontier market yang di situ ada Vietnam dan Pakistan, ya. Kemudian bandingkan dengan standalone, apakah Indonesia itu sepadannya dengan negara-negara seperti Zimbabwe, negara-negara seperti Ukraina yang lagi perang, atau Argentina, yang kemudian inflasinya sampai dengan lebih dari 33%? Ini sesuatu yang harus kita renungkan,” tutupnya.

(rob/rob)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Pihak Terkait DSAA, BREN, dan CUAN Sudah Bayar Denda Rp 21 T

Pihak Terkait DSAA, BREN, dan CUAN Sudah Bayar Denda Rp 21 T

October 30, 2026
Meski IHSG Anjlok 3,4%, Tapi Asing Masih Borong 10 Saham Ini

Meski IHSG Anjlok 3,4%, Tapi Asing Masih Borong 10 Saham Ini

October 30, 2026
BI Guyur Insentif KLM Rp118 T, Hasilnya 115 Ribu Rumah Dibangun

BI Guyur Insentif KLM Rp118 T, Hasilnya 115 Ribu Rumah Dibangun

October 30, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .