• Latest
COIN Optimistis RI Jadi Pusat Perdagangan Aset Kripto di Asia Tenggara

COIN Optimistis RI Jadi Pusat Perdagangan Aset Kripto di Asia Tenggara

July 9, 2025
Kenapa Dolar AS Terus Menguat? Bikin Rupiah Tertekan ke Rp18.000/US$

Kenapa Dolar AS Terus Menguat? Bikin Rupiah Tertekan ke Rp18.000/US$

October 25, 2026
9 Perusahaan Sedang Antre IPO, Ini Bocoran BEI

9 Perusahaan Sedang Antre IPO, Ini Bocoran BEI

October 25, 2026
Cuan Trading Rp7,2 Miliar, Tentara Ini Terancam Dipenjara 20 Tahun

Cuan Trading Rp7,2 Miliar, Tentara Ini Terancam Dipenjara 20 Tahun

October 25, 2026
Dijatuhkan MSCI, Bursa Ini Berhasil Bangkit Lagi Jadi Developed Market

Dijatuhkan MSCI, Bursa Ini Berhasil Bangkit Lagi Jadi Developed Market

October 25, 2026
Ramal Nasib Rupiah Hingga Saham Terdampak Era Bunga Tinggi

Ramal Nasib Rupiah Hingga Saham Terdampak Era Bunga Tinggi

October 25, 2026
Pastikan Kebutuhan Energi Terjaga, Pertamina Perkuat Distribusi BBM

Pastikan Kebutuhan Energi Terjaga, Pertamina Perkuat Distribusi BBM

October 25, 2026
Raja Mobil Dunia Diambang Kebangkrutan, Tandanya Makin Terlihat

Raja Mobil Dunia Diambang Kebangkrutan, Tandanya Makin Terlihat

October 24, 2026
Bos Pinjol Respons Hakim PN Jakpus Batalkan Putusan Kartel Bunga KPPU

Bos Pinjol Respons Hakim PN Jakpus Batalkan Putusan Kartel Bunga KPPU

October 24, 2026
Singapura Sebut PT PML Penyebab Karhutla RI, Emiten Ini Buka Suara

Singapura Sebut PT PML Penyebab Karhutla RI, Emiten Ini Buka Suara

October 24, 2026
2 Ketegori Aset Kripto Dapat ‘Kode’ Halal dari MUI, Ini Bocorannya

2 Ketegori Aset Kripto Dapat ‘Kode’ Halal dari MUI, Ini Bocorannya

October 24, 2026
Kata-Kata Bos Danantara Soal Harga Saham Saat Sentimen MSCI Melanda

Kata-Kata Bos Danantara Soal Harga Saham Saat Sentimen MSCI Melanda

October 24, 2026
Bersaing Dengan LPG Non Subsidi, Ini Sumber Cuan Bisnis CNG

Bersaing Dengan LPG Non Subsidi, Ini Sumber Cuan Bisnis CNG

October 24, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Sunday, October 25, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

COIN Optimistis RI Jadi Pusat Perdagangan Aset Kripto di Asia Tenggara

1 year ago
in Market
COIN Optimistis RI Jadi Pusat Perdagangan Aset Kripto di Asia Tenggara
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai emiten ke-18 di tahun ini pada Rabu (9/7/ 2025). Emiten yang bergerak di sektor aset kripto ini optimistis bahwa pasar kripto di Indonesia akan terus berkembang bahkan siap menjadi pusat perdagangan aset kripto di Asia Tenggara.

Direktur Marketing & Business Development COIN, ⁠Adri Martowardojo menilai potensi pasar kripto di Tanah Air masih cerah pada masa depan. Terlebih lagi, jumlah pemilik aset kripto ini tergolong mengalami peningkatan.

“Potensi pasarnya seperti apa tentunya hari ini suatu pembuktian. Ini produk aset kelas yang masih baru, tapi bisa diterima oleh masyarakat. COIN mencatat kelebihan permintaan atau oversubscribed lebih dari 180 kali dengan jumlah permintaan sebanyak 200 ribu lebih calon investor, itu jadi suatu testimoni mengenai aset kelas ini,” ujar Adri dalam konferensi pers di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (9/7/2025).

Dia melanjutkan, anak usaha COIN yaitu PT Central Finansial X (CFX) merupakan Bursa Aset Kripto pertama dan satu-satunya di Indonesia yang mengawasi perdagangan aset kripto. CFX juga diyakini menjadi Bursa Aset Kripto pertama di dunia yang melakukan pencatatan dan pengawasan terhadap transaksi aset kripto itu sendiri.

Asal tahu saja, kepercayaan merupakan hal terpenting dalam industri keuangan dan investasi. Dari situ, lanjut Adri, COIN mendapatkan mandat untuk dapat menjaga kepercayaan para investor dan juga orang-orang yang melakukan transaksi di platformnya. Maka dari itu, pemerintah perlu menyediakan dukungan berupa regulasi dan transparansi dalam setiap aktivitas terkait kripto.

“Kita yakini Indonesia bisa menjadi hub untuk Asia Tenggara karena kalau kita lihat pajak untuk transaksi aset kripto per transaksi itu 0,21% per transaksi. Jadi ini kalau kita compare misalnya dengan pendapatan pajak pendapatan di Singapura, untuk investasi aset kripto, itu bisa di angka 22%,” ungkap Adri.

Dengan besaran pajak yang rendah, Adri percaya diri minat masyarakat untuk berinvestasi di aset kripto akan terus tumbuh. Bahkan, bukan tidak mungkin faktor pajak bisa menjadi daya tarik untuk menarik investor asing melakukan transaksi aset kripto di platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang merupakan anggota Bursa CFX.

“Jadi, tertinggi tapi sebenarnya untuk foreign investment masuk membuka bank account dan transaksi aset kripto, itu proses KYC-nya ketat, prosesnya panjang and more likely agak sulit untuk mendapatkan rekening bank di Dubai untuk melakukan transaksi aset kripto. Jadi, item-item ini, hal-hal ini yang mungkin menunjukkan potensi dari pasar di Indonesia,” ungkapnya.

Direktur Keuangan COIN Abraham Nawawi menyatakan, pihaknya optimistis pendapatan COIN dapat meningkat pada masa mendatang. Ini mengingat, pertumbuhan pendapatan dari anak usaha seperti Bursa CFX dan PT Kustodian Koin Indonesia (ICC) yang bergerak di bidang jasa kustodian aset kripto akan menopang kinerja COIN secara menyeluruh.

“Untuk optimisme kita tahun ini pastinya jujur saja kita sangat optimis ya bahwa akan ada peningkatan pendapatan di perseroan dan ini khususnya kita sebagai holding akan mendapatkan pendapatan ini melalui entitas anak kita, ada CFX dan juga ICC,” jelas dia.

Sebagai gambaran, CFX memiliki kontribusi pendapatan hingga 60% dari total pendapatan COIN pada 2024 sebesar Rp 101 miliar. Pendapatan CFX berasal dari biaya transaksi spot dan biaya transaksi derivatif.

Pihak COIN sangat yakin bahwa CFX akan menjadi kontributor terbesar bagi perusahaan, kemudian disusul oleh ICC secara perlahan. Dengan begitu, tahun ini anak usaha COIN akan terus menambah kontribusi pendapatannya ke induk usaha.

Terdapat sejumlah faktor utama yang membuat kinerja COIN diyakini dapat tumbuh positif pada 2025. Salah satunya adalah pencatatan transaksi aset kripto untuk biaya transaksi spot yang mana hal ini merupakan salah satu pendapatan utama di bursa aset kripto.

Pada 2024 lalu, COIN baru mencatatkan pendapatan dari transaksi spot mulai bulan Agustus lantaran adanya peralihan izin dari Calon Pedagang Fisik Aset Kripto (CPFAK) menjadi Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK) atau sekarang dikenal dengan Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD). Seiring adanya peralihan izin tersebut, COIN berpeluang mencatatkan pendapatan transaksi spot yang lebih tinggi sepanjang tahun 2025.

Namun, perlu diketahui juga bahwa pendapatan tersebut sangat bergantung terhadap volatilitas harga aset kripto di pasar global. Jika harga bitcoin menurun di pasar global, hal ini juga akan mempengaruhi volume di pasar Indonesia, sehingga berdampak terhadap pendapatan COIN.

Di luar itu, COIN juga memiliki produk derivatif yang diluncurkan pada akhir 2024. Produk ini mendapat antusiasme tinggi dari para pemain kripto di Indonesia.

Produk derivatif ini dapat berfungsi sebagai aset lindung nilai. Jadi, ketika harga spot aset kripto menurun, transaksi derivatif tetap berjalan untuk posisi lindung nilai. Alhasil, investor aset kripto tetap bisa melakukan lindung nilai terhadap posisinya di pasar spot.

“Jadi otomatis walaupun ada volatilitas, justru transaksi derivatif akan meningkat dan ini perlu diketahui juga ya, kalau di pasar global, di luar sana, bisa dicek bahwa volume transaksi derivatif itu 3 sampai 5 kali lipat dari transaksi spot pada umumnya. Jadi, potensinya memang pertumbuhannya akan sangat besar di bagian ini,” tandas dia.

(dpu/dpu)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Pemilik Punya Catatan Hukum, BEI Buka Suara Alasan ‘Loloskan’ IPO COIN




Source link

Share197Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Kenapa Dolar AS Terus Menguat? Bikin Rupiah Tertekan ke Rp18.000/US$

Kenapa Dolar AS Terus Menguat? Bikin Rupiah Tertekan ke Rp18.000/US$

October 25, 2026
9 Perusahaan Sedang Antre IPO, Ini Bocoran BEI

9 Perusahaan Sedang Antre IPO, Ini Bocoran BEI

October 25, 2026
Cuan Trading Rp7,2 Miliar, Tentara Ini Terancam Dipenjara 20 Tahun

Cuan Trading Rp7,2 Miliar, Tentara Ini Terancam Dipenjara 20 Tahun

October 25, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .