• Latest
Deretan Saham yang Bakal Kena Dampak Tarif Impor AS 32%

Deretan Saham yang Bakal Kena Dampak Tarif Impor AS 32%

July 10, 2025
Bukan Cuma Jakarta! Ini Daftar Kota dengan Biaya Hidup Termahal

Bukan Cuma Jakarta! Ini Daftar Kota dengan Biaya Hidup Termahal

October 25, 2026
Kenapa Dolar AS Terus Menguat? Bikin Rupiah Tertekan ke Rp18.000/US$

Kenapa Dolar AS Terus Menguat? Bikin Rupiah Tertekan ke Rp18.000/US$

October 25, 2026
9 Perusahaan Sedang Antre IPO, Ini Bocoran BEI

9 Perusahaan Sedang Antre IPO, Ini Bocoran BEI

October 25, 2026
Cuan Trading Rp7,2 Miliar, Tentara Ini Terancam Dipenjara 20 Tahun

Cuan Trading Rp7,2 Miliar, Tentara Ini Terancam Dipenjara 20 Tahun

October 25, 2026
Dijatuhkan MSCI, Bursa Ini Berhasil Bangkit Lagi Jadi Developed Market

Dijatuhkan MSCI, Bursa Ini Berhasil Bangkit Lagi Jadi Developed Market

October 25, 2026
Ramal Nasib Rupiah Hingga Saham Terdampak Era Bunga Tinggi

Ramal Nasib Rupiah Hingga Saham Terdampak Era Bunga Tinggi

October 25, 2026
Pastikan Kebutuhan Energi Terjaga, Pertamina Perkuat Distribusi BBM

Pastikan Kebutuhan Energi Terjaga, Pertamina Perkuat Distribusi BBM

October 25, 2026
Raja Mobil Dunia Diambang Kebangkrutan, Tandanya Makin Terlihat

Raja Mobil Dunia Diambang Kebangkrutan, Tandanya Makin Terlihat

October 24, 2026
Bos Pinjol Respons Hakim PN Jakpus Batalkan Putusan Kartel Bunga KPPU

Bos Pinjol Respons Hakim PN Jakpus Batalkan Putusan Kartel Bunga KPPU

October 24, 2026
Singapura Sebut PT PML Penyebab Karhutla RI, Emiten Ini Buka Suara

Singapura Sebut PT PML Penyebab Karhutla RI, Emiten Ini Buka Suara

October 24, 2026
2 Ketegori Aset Kripto Dapat ‘Kode’ Halal dari MUI, Ini Bocorannya

2 Ketegori Aset Kripto Dapat ‘Kode’ Halal dari MUI, Ini Bocorannya

October 24, 2026
Kata-Kata Bos Danantara Soal Harga Saham Saat Sentimen MSCI Melanda

Kata-Kata Bos Danantara Soal Harga Saham Saat Sentimen MSCI Melanda

October 24, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Sunday, October 25, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

Deretan Saham yang Bakal Kena Dampak Tarif Impor AS 32%

1 year ago
in Market
Deretan Saham yang Bakal Kena Dampak Tarif Impor AS 32%
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Presiden AS Donald Trump tetap mengenakan tarif impor 32% kepada Indonesia. Hal tersebut ia sampaikan melalui surat yang dikirimkan kepada Presiden Prabowo Subianto.

Diketahui, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengenakan tarif impor sebesar 32% kepada Indonesia mulai Agustus 2025. Bukan hanya Indonesia yang terkena tarif impor besar dari Amerika Serikat. Negara-negara seperti Kamboja dan Thailand bahkan berpotensi dikenakan tarif yang lebih tinggi. Mereka dikenakan tarif sebesar 36%.

Secara keseluruhan kenaikan tarif impor AS itu akan berdampak negatif pada barang-barang ekspor RI. Hal itu tentunya akan berdampak ke emiten yang memiliki eksposur tinggi penjualan ke luar negeri.

Berdasarkan CNBC Indonesia Research, berikut emiten yang akan terdampak: 

1. WOOD

Emiten yang bergerak di bidang furniture kayu, PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) akan menjadi salah satu perusahaan yang kena dampak paling signifikan dari kebijakan tarif Trump.

Menurut data laporan keuangan sampai akhir tahun lalu, WOOD mencatat penjualan ekspor ke AS mencapai Rp2,52 triliun, setara 90,27% dari total penjualan yang senilai Rp2,79 triliun.

Bisa dibilang penjualan ke benua Amerika menjadi bisnis utama-nya saat ini. Dengan tarif yang naik, maka beban perusahaan akan membengkak. Tahun lalu saja beban pokok pendapatan sudah melambung ke atas 38% secara tahunan (yoy), sementara total beban usaha naik 2,26%.

2. PMMP

Berikutnya, ada perusahaan yang menjual udang beku, PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP) juga terpantau akan kena dampak cukup besar dari kenaikan tarif ke AS.

Perusahaan yang masih terafiliasi dengan Kaesang ini punya bisnis utama ekspor udang beku ke beberapa negara, dan Amerika menjadi tujuan utama penjualan mereka.

Sampai September 2024 lalu, kontribusi penjualan ke AS ini mencapai US$ 42,33 juta, setara 66,80% dari total penjualan yang senilai US$ 63,37 juta.

Dengan kondisi seperti ini, tantangan PMMP untuk mencetak laba semakin sulit. Pasalnya, sampai akhir kuartal ketiga tahun lalu perusahaan ini masih menelan pil pahit kerugian sebesar US$15,26 juta atau Rp240,07 miliar (kurs Rp15.732 per dolar AS).

3. SMSM

Berikutnya ada perusahaan PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) yang juga akan ikut terdampak dari kenaikan tarif impor AS.

Perusahaan yang punya bisnis otomotif dan mesin industri ini melakukan penjualan ekspor ke negeri Paman Sam pada akhir 2024 lalu mencpai Rp818,73 miliar, setara 15,85% dari total penjualan senilai Rp5,16 triliun.

Meskipun ekspor ke AS bukan penyumbang utama pendapatan, tetapi dengan adanya tarif itu potensi penyusutan ekspor kesana potensi berkurang atau bisa meningkatkan beban yang mana ini bisa menekan laba ke depannya.

4. TKIM dan INKP

Berikutnya ada dua perusahaan kertas yang masih satu naungan grup Sinarmas, yakni PT PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM).

Dua perusahaan itu punya penjualan ekspor lebih dari 50%, dan salah satu negara yang dituju adalah Amerika Serikat (AS).

Sampai akhir 2024 lalu, INKP mencatat porsi penjualan ke AS sebanyak 4,30%, sementara TKIM sebanyak 3,32%. Meskipun tidak banyak, tetapi ini perlu diantisipasi karena bisa meningkatkan beban atau bisa meningkatkan porsi penjualan yang mana bisa menggerus pangsa pasar dua perusahaan itu di pasar global.

5. ICBP dan INDF

Berikutnya ada perusahaan consumer good yang jualan mie instant dan bumbu-bumbu dapur masakan andalan Tanah Air, yakni PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dan induk usahanya, PT. Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).

Berbagai produk dengan merk Indofood atau mie instant dengan merk Indomie kerap ditemukan di berbagai wilayah di penjuru dunia, termasuk AS.

Meskipun secara porsi tidak banyak, dalam laporan keuangan 2024, ICBP dan INDF sama-sama mencatatkan penjualan ekspor ke negara lain-lain, masing-masing mencapai 4,29% dan 2,85%.

(mkh/mkh)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Sri Mulyani Happy Rupiah hingga Saham RI Berbalik Hijau




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Bukan Cuma Jakarta! Ini Daftar Kota dengan Biaya Hidup Termahal

Bukan Cuma Jakarta! Ini Daftar Kota dengan Biaya Hidup Termahal

October 25, 2026
Kenapa Dolar AS Terus Menguat? Bikin Rupiah Tertekan ke Rp18.000/US$

Kenapa Dolar AS Terus Menguat? Bikin Rupiah Tertekan ke Rp18.000/US$

October 25, 2026
9 Perusahaan Sedang Antre IPO, Ini Bocoran BEI

9 Perusahaan Sedang Antre IPO, Ini Bocoran BEI

October 25, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .