• Latest
Dolar Nyaris Rp18.000, Juda Agung Bocorkan Jurus Amankan Rupiah

Dolar Nyaris Rp18.000, Juda Agung Bocorkan Jurus Amankan Rupiah

October 2, 2026
Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Rp17.925

Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Rp17.925

October 2, 2026
Hashim S. Djojohadikusumo Mundur Dari Kursi Komisaris Utama WIFI

Hashim S. Djojohadikusumo Mundur Dari Kursi Komisaris Utama WIFI

October 2, 2026
Awal Sesi I, IHSG Menguat 0,39%

Awal Sesi I, IHSG Menguat 0,39%

October 2, 2026
IHSG Ditutup Anjlok 1,02%, Simak 5 Pilihan Saham Hari Ini

IHSG Ditutup Anjlok 1,02%, Simak 5 Pilihan Saham Hari Ini

October 2, 2026
Sah! Himbara-LinkAja Pungut Pajak Transaksi Digital Luar Negeri

Sah! Himbara-LinkAja Pungut Pajak Transaksi Digital Luar Negeri

October 2, 2026
IHSG Anjlok 1,02%, Asing Malah Serok 10 Saham Ini

IHSG Anjlok 1,02%, Asing Malah Serok 10 Saham Ini

October 2, 2026
IHSG Sempat Dibawah Level 6.000, Asing Lepas 10 Saham Ini

IHSG Sempat Dibawah Level 6.000, Asing Lepas 10 Saham Ini

October 2, 2026
Era Media Sejahtera Siapkan 4 Aksi Korporasi Senilai Rp 2 Triliun

Era Media Sejahtera Siapkan 4 Aksi Korporasi Senilai Rp 2 Triliun

October 2, 2026
Era Media SejahteraSiapkan 4 Aksi Korporasi Senilai Rp 2 Triliun

Era Media SejahteraSiapkan 4 Aksi Korporasi Senilai Rp 2 Triliun

October 1, 2026
Astra Agro Lestari Siapkan Buyback Saham hingga Rp400 Miliar

Astra Agro Lestari Siapkan Buyback Saham hingga Rp400 Miliar

October 1, 2026
Dua Petinggi Link Net Kompak Mundur Bersamaan

Dua Petinggi Link Net Kompak Mundur Bersamaan

October 1, 2026
Armagedon Politik Israel, Rezim Netanyahu Bisa Tumbang Bulan Depan

Armagedon Politik Israel, Rezim Netanyahu Bisa Tumbang Bulan Depan

October 1, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Friday, October 2, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Economy

Dolar Nyaris Rp18.000, Juda Agung Bocorkan Jurus Amankan Rupiah

1 hour ago
in Economy
Dolar Nyaris Rp18.000, Juda Agung Bocorkan Jurus Amankan Rupiah
Share on FacebookShare on Twitter




Bogor, CNBC Indonesia – Wakil Menteri Keuangan Juda Agung mengungkapkan langkah Kementerian Keuangan dalam menjaga level nilai tukar rupiah yang nyaris mencapai Rp18.000/1US$.

Wamen Juda mengatakan yang dilakukan pihaknya adalah menjaga daya tarik yield Surat Berharga Negara (SBN) agar modal asing mengalir ke dalam negeri. Misalnya saja dengan menerbitkan surat utang negara Global Bonds dan Panda Bonds.

Nantinya uang yang diperoleh akan ditempatkan di Bank Indonesia dan menjadi cadangan devisa yang menjadi modal bank sentral dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

“Uang yang diperoleh, ditempatkan di Bank Indonesia, itu menjadi cadangan devisa. Dan cadangan devisa itu digunakan untuk melakukan stabilisasi dari nilai tukar rupiah. Ini perannya cukup signifikan buat Kemenkeu,” ujarnya saat Media Gathering di Bogor, Kamis (2/10/2026).

Upaya Kemenkeu selanjutnya adalah terus menjaga kredibilitas fiskal sebagai bagian untuk menjaga daya tarik investasi Indonesia sehingga para investor mau mengalirkan asetnya ke instrumen SBN.

“Dan kebijakan-kebijakan yang menjaga kredibilitas fisikal. Itu saya kira bagian dari upaya kita untuk terus menjaga daya tarik Indonesia, sehingga investor mau masuk ke aset-asetnya seperti SBN,” imbuhnya.

Rupiah kehilangan tenaga pada perdagangan pertama Oktober. Setelah menguat tajam sehari sebelumnya, mata uang Garuda kembali berakhir di zona merah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Merujuk data Refinitiv, rupiah ditutup melemah 0,39% ke posisi Rp17.940/US$ pada perdagangan Kamis (1/10/2026).

Penutupan tersebut membalikkan penguatan rupiah sebesar 0,50% pada Rabu kemarin, ketika mata uang Garuda berakhir di level Rp17.870/US$. Secara nominal, rupiah melemah 70 poin dari posisi penutupan sebelumnya.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 15.00 WIB terpantau menguat 0,23% ke posisi 101,678.

Pelemahan rupiah bergerak searah dengan penguatan dolar AS di pasar global. Kenaikan DXY memperlihatkan permintaan terhadap aset berdenominasi dolar yang masih tinggi sehingga mempersempit ruang penguatan mata uang negara lain.

Dolar AS bahkan menyentuh level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan. Greenback mendapat dukungan dari kenaikan imbal hasil US Treasury di tengah kekhawatiran mengenai tekanan inflasi global akibat perang AS-Israel dengan Iran.

(rob/haa)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Rp17.925

Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Rp17.925

October 2, 2026
Hashim S. Djojohadikusumo Mundur Dari Kursi Komisaris Utama WIFI

Hashim S. Djojohadikusumo Mundur Dari Kursi Komisaris Utama WIFI

October 2, 2026
Awal Sesi I, IHSG Menguat 0,39%

Awal Sesi I, IHSG Menguat 0,39%

October 2, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .