• Latest
Heboh FIFA Mau Dijual, Bank Raksasa Ini Jadi Sorotan Dunia

Heboh FIFA Mau Dijual, Bank Raksasa Ini Jadi Sorotan Dunia

August 3, 2026
Laba Usaha InJourney Naik 10%, Ini Pesan BP BUMN

Laba Usaha InJourney Naik 10%, Ini Pesan BP BUMN

September 16, 2026
BEI Aktifkan Lagi Short Selling, Ini Cara Kerjanya

BEI Aktifkan Lagi Short Selling, Ini Cara Kerjanya

September 16, 2026
Surat Utang RI Diserbu Investor, Dana Segar Masuk Rp34 T

Surat Utang RI Diserbu Investor, Dana Segar Masuk Rp34 T

September 16, 2026
9 Seri Surat Utang RI Diserbu Investor, Dana Segar Masuk Rp34 T

9 Seri Surat Utang RI Diserbu Investor, Dana Segar Masuk Rp34 T

September 16, 2026
Kalbe (KLBF) Rencana Buyback Saham Rp500 Miliar Mulai Hari Ini

Kalbe (KLBF) Rencana Buyback Saham Rp500 Miliar Mulai Hari Ini

September 16, 2026
Breaking News! IHSG Balik Arah Tiba-Tiba Naik 1%, Ini Penyebabnya

Breaking News! IHSG Balik Arah Tiba-Tiba Naik 1%, Ini Penyebabnya

September 16, 2026
Putra Bos Mayapada Jual Saham MAYA di Harga Rp10

Putra Bos Mayapada Jual Saham MAYA di Harga Rp10

September 16, 2026
Rupiah Lanjut Melemah, Dolar Naik ke Rp17.700

Rupiah Lanjut Melemah, Dolar Naik ke Rp17.700

September 16, 2026
IHSG Masih Lesu! Dibuka Turun 0,17%

IHSG Masih Lesu! Dibuka Turun 0,17%

September 16, 2026
Bos Freeport Ramal Produksi Tembus 124 Ribu Ton Bijih di Akhir 2026

Bos Freeport Ramal Produksi Tembus 124 Ribu Ton Bijih di Akhir 2026

September 16, 2026
Rekomendasi Saham Hari Ini: KLBF, ERAL, hingga CMRY

Rekomendasi Saham Hari Ini: KLBF, ERAL, hingga CMRY

September 16, 2026
Bursa Asia Bergerak Variatif, Investor Menanti Keputusan The Fed

Bursa Asia Bergerak Variatif, Investor Menanti Keputusan The Fed

September 16, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Wednesday, September 16, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home People & Culture

Heboh FIFA Mau Dijual, Bank Raksasa Ini Jadi Sorotan Dunia

1 month ago
in People & Culture
Heboh FIFA Mau Dijual, Bank Raksasa Ini Jadi Sorotan Dunia
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Bank raksasa, JPMorgan Chase kini menjadi sorotan dunia sepak bola terkait perannya sebagai penasihat keuangan yang menyusun valuasi dan strategi dari rencana proyek bisnis FIFA.

Seperti diketahui, FIFA memiliki rencana ambisius untuk membentuk entitas bisnis baru yang mengelola hak komersial turnamen-turnamen sepak bola dunia. Namun, rencana tersebut resmi dibatalkan setelah memicu gelombang penolakan keras, terutama dari federasi sepak bola Eropa. Dalam hal ini, FIFA akan melepas sekitar 20% saham entitas tersebut kepada investor swasta dengan valuasi mencapai US$20 miliar.

Di balik proposal tersebut, bank investasi terbesar Amerika Serikat, JPMorgan Chase, berperan sebagai penasihat keuangannya. Dalam proposal yang disiapkan JPMorgan, FIFA berencana memisahkan pengelolaan hak komersial kompetisi-kompetisi utamanya ke dalam sebuah perusahaan baru.

Mengutip The Wall Street Journal, Presiden FIFA Gianni Infantino telah melakukan pembicaraan mengenai hal ini setidaknya sejak tahun lalu dengan Joshua Kushner, saudara laki-laki Jared Kushner, menantu Presiden Trump.

Rencana tersebut dirahasiakan selama berbulan-bulan dan mengejutkan para eksekutif ketika akhirnya bocor pada Selasa, yang langsung memicu reaksi keras.

FIFA sebelumnya mempertimbangkan untuk melakukan aksi korporasi itu menjelang penutupan Piala Dunia di New York, namun pada akhirnya memutuskan untuk menundanya. Hingga akhirnya, FIFA mengumumkan bahwa rencana tersebut telah dibatalkan pada Jumat malam.

Pemisahan entitas FIFA, harapannya akan memperlancar pengambilan keputusan, memprioritaskan kemitraan yang menguntungkan, menarik talenta berpengalaman, dan meningkatkan akses ke modal.

Dalam presentasi JPMorgan, kesepakatan itu diperkirakan akan menghasilkan jutaan dolar bagi para anggota FIFA, sehingga memungkinkan mereka untuk berinvestasi besar-besaran dalam pengembangan.

Hal itu berpotensi membuka jalan bagi FIFA untuk memiliki 650.000 pemain antara tahun 2027 dan 2030 serta 450 kompetisi, termasuk untuk program wanita dan pemuda, yang keduanya lebih dari dua kali lipat jumlah saat ini.

Disebutkan pula bahwa FIFA selama ini kurang dimonetisasi dibandingkan dengan liga-liga olahraga lainnya. “Model ini telah sangat sukses di cabang olahraga lain,” demikian tertulis dalam presentasi tersebut.

UEFA, yang mengelola sepak bola Eropa, dengan cepat menolak kesepakatan tersebut dan menyatakan bahwa tidak ada tim nasional anggotanya yang akan berpartisipasi dalam kompetisi FIFA apa pun selama proposal-proposal ini masih berlaku.

Infantino telah lama berusaha untuk mendapatkan dukungan dari Trump. Ketika FIFA memberikan penghargaan perdamaian kepada Trump, Infantino menulis dalam sebuah postingan di media sosial bahwa presiden tersebut telah melakukan tindakan luar biasa dan istimewa untuk mempromosikan perdamaian dan persatuan di seluruh dunia.

“Trump selalu dapat mengandalkan dukungan saya, dan dukungan seluruh komunitas sepak bola, untuk membantu mewujudkan perdamaian dan kemakmuran di seluruh dunia,” tulisnya dikutip Senin (3/8/2026).

Minggu ini, Trump mengatakan kepada para wartawan bahwa ia tidak membicarakan kesepakatan FIFA tersebut dengan Infantino.

Secara tertutup, para eksekutif bank pesaing dengan cepat menyatakan bahwa JPMorgan kembali terjebak dalam neraka sepak bola setelah bank tersebut meminta maaf atas keterlibatannya dalam Liga Super Eropa 2021 yang gagal total dalam waktu 48 jam.

Saat itu, JPMorgan menjanjikan pembiayaan sekitar US$4 miliar untuk mewujudkan Liga Super baru tersebut. Bank tersebut bekerja sama dengan 12 klub, termasuk Manchester United, Barcelona, dan Juventus.

“Kami jelas salah menilai bagaimana kesepakatan ini akan dipandang oleh komunitas sepak bola secara luas dan bagaimana hal itu mungkin berdampak pada mereka di masa depan,” kata juru bicara bank tersebut saat itu.

“Kami akan belajar dari hal ini,” sebutnya.

Di JPMorgan, pandangan yang berkembang adalah bahwa kesepakatan dengan FIFA berbeda dari Liga Super. Sebagian karena kesepakatan tersebut tidak dimaksudkan untuk mengubah kompetisi.

Presentasi tersebut menyebutkan bahwa FIFA akan mempertahankan kendali tunggal dan wewenang eksklusif atas tata kelola, kompetisi, regulasi, dan keputusan olahraga dalam skenario apa pun di masa depan.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Laba Usaha InJourney Naik 10%, Ini Pesan BP BUMN

Laba Usaha InJourney Naik 10%, Ini Pesan BP BUMN

September 16, 2026
BEI Aktifkan Lagi Short Selling, Ini Cara Kerjanya

BEI Aktifkan Lagi Short Selling, Ini Cara Kerjanya

September 16, 2026
Surat Utang RI Diserbu Investor, Dana Segar Masuk Rp34 T

Surat Utang RI Diserbu Investor, Dana Segar Masuk Rp34 T

September 16, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .