• Latest
IHSG Dibuka Menguat 0,39% ke Level 7.663

IHSG Dibuka Menguat 0,39% ke Level 7.663

April 20, 2026
Ternyata MSCI Tak Ngefek Banyak, Ini Musuh Utama Bikin Rupiah Melemah

Ternyata MSCI Tak Ngefek Banyak, Ini Musuh Utama Bikin Rupiah Melemah

November 7, 2026
Bertambah! Ini Daftar 83 Saham HSC Terbaru

Bertambah! Ini Daftar 83 Saham HSC Terbaru

November 7, 2026
Eks Pakar Google Ngaku Setop Nabung Pensiun, Ketakutan Bahaya AI?

Eks Pakar Google Ngaku Setop Nabung Pensiun, Ketakutan Bahaya AI?

November 7, 2026
Ambisi RIJadi Pusat Manufaktur & Perdagangan Emas Dunia

Ambisi RIJadi Pusat Manufaktur & Perdagangan Emas Dunia

November 7, 2026
Aturan Saldo Minimum Bank Mandiri-BRI-BNI November 2026

Aturan Saldo Minimum Bank Mandiri-BRI-BNI November 2026

November 7, 2026
Video:Tarik Investor, Bursa Saham RI Harus Bersih Dari Praktik Kotor

Video:Tarik Investor, Bursa Saham RI Harus Bersih Dari Praktik Kotor

November 7, 2026
Transaksi Dikuasi Segelintir Pihak, BEI Selidiki 3 Saham Ini

Transaksi Dikuasi Segelintir Pihak, BEI Selidiki 3 Saham Ini

November 6, 2026
BMRI Catat Laba Rp 46,5 T, Kualitas Aset Sehat dan Bisnis Digital Kuat

BMRI Catat Laba Rp 46,5 T, Kualitas Aset Sehat dan Bisnis Digital Kuat

November 6, 2026
Hadir di RI, Vantage Markets Tawarkan Keamanan & Kemudahan Investasi

Hadir di RI, Vantage Markets Tawarkan Keamanan & Kemudahan Investasi

November 6, 2026
OJK Sebut Gadai Saham Emiten Haji Isam ke Bank Mandiri Sesuai Aturan

OJK Sebut Gadai Saham Emiten Haji Isam ke Bank Mandiri Sesuai Aturan

November 6, 2026
RI Makin Haus Dolar, Awas Defisit Transaksi Berjalan Makin Lebar

RI Makin Haus Dolar, Awas Defisit Transaksi Berjalan Makin Lebar

November 6, 2026
Ada Angin Segar dari AS, Harga Minyak Dunia 2027 Bisa Turun ke US

Ada Angin Segar dari AS, Harga Minyak Dunia 2027 Bisa Turun ke US$85

November 6, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Saturday, November 7, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

IHSG Dibuka Menguat 0,39% ke Level 7.663

7 months ago
in Market
IHSG Dibuka Menguat 0,39% ke Level 7.663
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat terbatas pagi ini, Senin (20/4/2026). Indeks dibuka naik 29,39 poin atau 0,39% ke level 7.663,39.

Sebanyak 281 saham naik, 89 turun, dan 319 tidak bergerak. Nilai transaksi pagi ini mencapai Rp 189,84 miliar, melibatkan 330,24 juta saham dalam 50.434 kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun naik menjadi Rp 13.703 triliun.

Pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih volatile sepanjang pekan ini setelah Iran kembali memblokade Selat Hormuz setelah sempat menyampaikan gencatan senjata.

Di luar dinamika perang, pelaku pasar akan menyoroti keputusan suku bunga Bank Indonesia yang diumumkan pada Rabu pekan ini.

Pengiriman melalui Selat Hormuz terhenti total pada Minggu setelah Iran kembali menegaskan kendali atas jalur perairan strategis yang menjadi kunci pasokan energi global, hanya beberapa hari sebelum gencatan senjata rapuh dengan Amerika Serikat dijadwalkan berakhir.

Negosiator utama Iran mengatakan pembicaraan terbaru dengan AS menunjukkan kemajuan, sementara Presiden Donald Trump menyebut ada “percakapan yang sangat baik” dengan Teheran.

Namun, kedua pihak tidak memberikan rincian spesifik. Kepala negosiator Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, mengatakan kedua negara masih memiliki perbedaan besar terkait isu nuklir dan Selat Hormuz, dua hambatan utama dalam negosiasi.

Amerika Serikat menyatakan telah menyita kapal kargo Iran yang mencoba menerobos blokade, sementara Iran mengancam akan membalas. Situasi ini memicu kekhawatiran gencatan senjata kedua negara bisa runtuh sebelum berakhir pekan ini.

Iran juga menolak putaran baru perundingan damai yang direncanakan AS di Islamabad, sehingga prospek perdamaian makin tidak pasti.

Ketegangan ini membuat harga minyak melonjak. Minyak Brent crude naik sekitar 7% ke US$96,85 per barel, sementara futures S&P 500 turun 0,9% di awal perdagangan Asia.

Perang yang kini memasuki pekan kedelapan disebut telah memicu guncangan pasokan energi global paling parah dalam sejarah, terutama akibat gangguan di Selat Hormuz, jalur penting bagi sekitar 20% pasokan minyak dunia.

Pada Sabtu, Iran yang sebelumnya mengumumkan akan mengizinkan kapal melintas di Hormuz, berbalik arah dengan menuduh Washington melanggar perjanjian gencatan senjata karena tetap mempertahankan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Dari dalam negeri, agenda yang paling ditunggu oleh para pelaku pasar adalah pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada Selasa dan Rabu pekan ini (21-22/4/2026). Pada pertemuan bulan sebelumnya, BI memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 4,75%.

Langkah tersebut sejalan dengan fokus utama bank sentral untuk memitigasi dampak rambatan global dan menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah. Posisi Rupiah sebelumnya sempat mengalami tekanan hingga menyentuh Rp16.985 per dolar AS pada pertengahan Maret, yang dipicu oleh sentimen penghindaran risiko di pasar global.

BI juga akan mempertimbangkan dinamika laju inflasi domestik yang meningkat menjadi 4,76% secara tahunan pada Februari lalu. Mengingat realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal keempat 2025 yang solid di level 5,39%, Bank Indonesia dinilai masih memiliki ruang kebijakan yang memadai untuk mengelola stabilitas moneter.

Sementara itu, pasar saham Asia-Pasifik bergerak bervariasi pada perdagangan Senin, (20/4/2026) di tengah sikap hati-hati investor mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah. Ketegangan kembali meningkat antara Iran dan Amerika Serikat setelah insiden militer terbaru di kawasan tersebut.

Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,27% sementara Kosdaq turun 0,52%. Di Jepang, Nikkei 225 menguat 0,62% dan Topix naik 0,68%, sedangkan S&P/ASX 200 Australia melemah 0,39%.

Kontrak berjangka indeks Hang Seng di Hong Kong berada di level 26.502, lebih tinggi dibanding penutupan terakhir di 26.160,33. Pergerakan ini mencerminkan optimisme terbatas di tengah ketidakpastian global.

Di Wall Street, kontrak berjangka Dow Jones Industrial Average turun 425 poin atau 0,9%. Sementara itu, futures S&P 500 melemah 0,8% dan Nasdaq-100 turun 0,65%.

Pada perdagangan reguler Jumat, S&P 500 melonjak 1,2% ke 7.126,06 dan menembus level 7.100 untuk pertama kalinya. Nasdaq Composite naik 1,52% ke 24.468,48, mencatat kenaikan selama 13 hari berturut-turut dan menjadi reli terpanjang sejak 1992.

(fsd/fsd)



Add



as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Ternyata MSCI Tak Ngefek Banyak, Ini Musuh Utama Bikin Rupiah Melemah

Ternyata MSCI Tak Ngefek Banyak, Ini Musuh Utama Bikin Rupiah Melemah

November 7, 2026
Bertambah! Ini Daftar 83 Saham HSC Terbaru

Bertambah! Ini Daftar 83 Saham HSC Terbaru

November 7, 2026
Eks Pakar Google Ngaku Setop Nabung Pensiun, Ketakutan Bahaya AI?

Eks Pakar Google Ngaku Setop Nabung Pensiun, Ketakutan Bahaya AI?

November 7, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .