• Latest
IHSG Naik 1,1%, Volume Pasar Naik dan Emiten Bank Diserbu

IHSG Naik 1,1%, Volume Pasar Naik dan Emiten Bank Diserbu

July 17, 2026
Destry Ungkap Bank Mulai Patuh Aturan Baru Insentif Likuiditas BI

Destry Ungkap Bank Mulai Patuh Aturan Baru Insentif Likuiditas BI

September 28, 2026
Juda Luruskan Isu SAL Tak Lagi di BI: Itu Salah!

Juda Luruskan Isu SAL Tak Lagi di BI: Itu Salah!

September 28, 2026
Rupiah Dekati Rp18.000, Airlangga: Ekspor Harus Digenjot!

Rupiah Dekati Rp18.000, Airlangga: Ekspor Harus Digenjot!

September 28, 2026
Bunga Kredit Susah Turun, DPR Soroti Praktik Special Rate Bank

Bunga Kredit Susah Turun, DPR Soroti Praktik Special Rate Bank

September 28, 2026
Dorong Pengembangan Bisnis Etiqa di RI, Ini Jurus Maybank Indonesia

Dorong Pengembangan Bisnis Etiqa di RI, Ini Jurus Maybank Indonesia

September 28, 2026
Morgan Stanley Lepas 450 Juta Saham GOTO di Harga Rp27

Morgan Stanley Lepas 450 Juta Saham GOTO di Harga Rp27

September 28, 2026
Target Rp20 T, Pemerintah Pede Surat Utang SBR015 Diborong Warga RI

Target Rp20 T, Pemerintah Pede Surat Utang SBR015 Diborong Warga RI

September 28, 2026
Haji Isam Harus Siapkan Duit Segini Jika Mau Caplok BCA (BBCA)

Haji Isam Harus Siapkan Duit Segini Jika Mau Caplok BCA (BBCA)

September 28, 2026
Diam-Diam Pendiri Saratoga Edwin Soeryadjaya Borong 360 Ribu Saham

Diam-Diam Pendiri Saratoga Edwin Soeryadjaya Borong 360 Ribu Saham

September 28, 2026
Gus Irfan Ungkap Perintah Prabowo Soal Biaya Haji 2027, Simak!

Gus Irfan Ungkap Perintah Prabowo Soal Biaya Haji 2027, Simak!

September 28, 2026
Rupiah Gampang Goyang Lawan Dolar? Destry Ungkap Biang Keroknya

Rupiah Gampang Goyang Lawan Dolar? Destry Ungkap Biang Keroknya

September 28, 2026
IHSG Anjlok 1% dan Dolar AS Nyaris Rp 18.000, Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok 1% dan Dolar AS Nyaris Rp 18.000, Ini Penyebabnya

September 28, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Monday, September 28, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

IHSG Naik 1,1%, Volume Pasar Naik dan Emiten Bank Diserbu

2 months ago
in Lifestyle
IHSG Naik 1,1%, Volume Pasar Naik dan Emiten Bank Diserbu
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melesat kencang hari ini, Jumat (17/6/2026). Pergerakan IHSG hari ini didorong oleh emiten bank jumbo. 

IHSG ditutup naik 67,32 poin atau 1,1% ke level 6.173,53 dengan lebih banyak emiten yang berada di zona hijau. Tercatat ada 363 emiten naik, 274 turun, dan 328 tidak bergerak. 

Pasar juga kembali ramai hari ini dengan saham perbankan menjadi perhatian utama investor. Total nilai transaksi mencapai Rp 16,32 triliun, melibatkan 24,04 miliar saham dalam 1,99 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun merangkak naik menjadi Rp 10.749 triliun. 

Sebagai perbandingan pada perdagangan-perdagangan sebelumnya, nilai transaksi sulit melampaui Rp 15 triliun. Rata-rata nilai transaksi hanya sekitar Rp 10 triliun.

Mengutip Refinitiv, sektor finansial menjadi penopang utama IHSG dengan kenaikan 3,2%. Hal ini seiring dengan Bank Central Asia (BBCA), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Mandiri (BMRI), dan Bank Negara Indonesia (BBNI) menyumbang 54,7 poin terhadap penguatan IHSG hari ini. 

Analis Panin Sekuritas Elandry Pratama mengatakan penguatan saham-saham perbankan belakangan ini didorong oleh kombinasi beberapa faktor. Menurutnya, sektor perbankan sedang mengalami technical rebound setelah sebelumnya mendapat tekanan cukup signifikan sehingga investor mulai kembali melakukan akumulasi, terutama pada saham bank besar yang memiliki fundamental dan likuiditas tinggi.

Selain itu, tekanan arus keluar dana asing (foreign outflow) mulai terlihat lebih terbatas dibandingkan periode sebelumnya. Kondisi tersebut memberikan ruang bagi investor untuk kembali masuk ke saham-saham big caps perbankan dan memperbaiki sentimen pasar.

Dari sisi fundamental, Elandry menilai ekspektasi terhadap perbaikan likuiditas, potensi pemulihan pertumbuhan kredit, serta valuasi saham bank yang semakin menarik menjadi katalis tambahan bagi sektor tersebut. Ia juga menyebut sentimen terkait kebijakan High Shareholding Concentration (HSC) turut memberikan persepsi positif terhadap peningkatan transparansi dan kualitas pasar modal Indonesia.

“Meski demikian, investor tetap perlu mencermati faktor eksternal seperti arah suku bunga global, pergerakan rupiah, dan keberlanjutan capital flow asing untuk melihat apakah penguatan sektor perbankan dapat berlanjut,” ungkap Elandry kepada CNBC Indonesia, Jumat, (17/7/2026).

Sementara itu, Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menilai penguatan saham perbankan juga dipengaruhi respons positif investor terhadap pernyataan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti dalam CNBC Indonesia Investment Forum 2026.

“Finally investor asing mendengar senior deputy governor berbicara sendiri tentang menjamin bank-bank Indonesia tidak menanggung kerugian BI dalam skema stabilisasi rupiah,” ungkap Liza.

Sebelumnya, dalam acara tersebut, Destry mengatakan, dalam forum yang digelar di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (15/7/2026), Destry mengungkapkan BI telah masuk ke pasar Non-Deliverable Forward (NDF) offshore sejak April 2026 sebagai bagian dari upaya stabilisasi rupiah.

“Sejak April, BI terobosan BI masuk di pasar NDF 24 jam 6 hari. Kami menggunakan kanwil di luar untuk masuk monitor NDF,” kata Destry.

Menurut Destry, BI masuk ke pasar NDF dengan bantuan kantor-kantor perwakilan di luar negeri, termasuk Singapura, HongKong dan New York.

“Kami menggunakan kanwil di luar untuk masuk monitor NDF,” tambahnya.

Selain itu, BI juga memberi pengecualian atas larangan transaksi NDF (Non-Deliverable Forward) jual valas terhadap rupiah di pasar luar negeri (offshore) bagi dealer utama Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing (PUVA) tertentu yang memenuhi syarat. Adapun, kebijakan ditempuh guna mendukung stabilitas nilai tukar rupiah serta pendalaman pasar keuangan domestik.

“Dalam rangka stabilisasi moneter bisa jual NDF tidak boleh beli cover di DNDF itu sifatnya voluntary, Kenapa primary dealers karena ada hubungan ke BI dan banyak juga terkait LCT dan sebagainya,” papar Destry.

Selain pelonggaran NDF offshore bagi dealer PUVA, BI juga memperluas instrumen operasi moneter valas dengan instrumen spot dan swap dalam valuta Offshore Chinese Renminbi (CNH) terhadap rupiah.

(mkh/mkh)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Destry Ungkap Bank Mulai Patuh Aturan Baru Insentif Likuiditas BI

Destry Ungkap Bank Mulai Patuh Aturan Baru Insentif Likuiditas BI

September 28, 2026
Juda Luruskan Isu SAL Tak Lagi di BI: Itu Salah!

Juda Luruskan Isu SAL Tak Lagi di BI: Itu Salah!

September 28, 2026
Rupiah Dekati Rp18.000, Airlangga: Ekspor Harus Digenjot!

Rupiah Dekati Rp18.000, Airlangga: Ekspor Harus Digenjot!

September 28, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .